Beranda > brotherhood, Informasi, Motor > Membayangkan Perang Iklan (Seru!!!)

Membayangkan Perang Iklan (Seru!!!)

Image Hosted by ImageShack.us

Suuuaaking cepatnya...

Apa yang khas dari Iklan Yamaha di televisi? Dengan memasang aktor seperti Komeng, Didi Petet, Dedi Mizwar, dan lain-lain ada kesan khas yang ditinggalkan. Dengan menyentil pabrikan lain (kebanyakan sih Honda-no offense buat para penggemar Honda), Iklan-iklan Yamaha punya kesan tersendiri bagi yang menonton. Ada yang tersenyum simpul, tertawa bangga, cemberut lantaran mangkel, ada pula yang langsung mematikan TV karena tersinggung berat.

Jujur sebenarnya banyak orang yang tidak setuju dengan cara Yamaha beriklan, dengan menjelek-jelekan pabrikan lain. Dan beberapa pengguna Yamaha sendiripun juga tidak setuju (inilah yang disebut dengan fans moderat). Apalagi dengan para penggemar pabrikan yang “disentil” oleh Yamaha, yah kita tahu sendiri lah.

Dan Honda sendiri sebagai pabrikan yang sering dikritik oleh iklan-iklan Yamaha tidak sekalipun membalas dengan iklan yang serupa. Iklannya biasa anteng, dengan yah, sebenarnya tidak ada yang fantastis dari iklan-iklannya, cenderung datar. Tidak ada sedikitpun pesan membela diri secara tersurat, entah karena dewasa atau karena masih merasa adem dengan posisinya yang market leader

.Cuma membayangkan seandainya Honda memasang iklan yang “membalas” setiap pesan dari Yamaha. Bagaimana jadinya ya? Bisa dicontohkan adalah perang iklan GSM, masing-masing pasang tarif lebih murah ketimbang yang lain-plus terkadang menambahkan sedikit “bumbu perang”.

Lalu bagaimana ya? Ya jelas perang iklan, dan untunglah sampai saat ini belum pernah terjadi. Yang jelas pada kasus GSM, para penggunanya tidak memiliki fanatisme yang besar, mana yang lebih murah ya ngikut. Tapi pada motor? Wuih membayangkan perang iklan yang panas ditambah dengan perang antar fans pabrikan. Seperti apa saya tidak berani membayangkan.

Mungkin kita perlu bersyukur akan Honda yang tidak membalas iklan-iklan yang memancing dirinya. Meski memang kita sering kesal dengan sikap petingginya yang bebal akan masukan dari konsumen, bolehlah kali ini kita patut bersyukur. Daripada nanti terjadi perang beneran.

Mungkin saya perlu mengganti judulnya dengan “Membayangkan Perang Iklan (Mengerikan!!!)” tapi itu persoalan lain mungkin…

Iklan
  1. kai
    November 9, 2008 pukul 12:52 pm

    pertamaxxx againnn….

  2. November 9, 2008 pukul 7:20 pm

    Hmmm……..

    Sepertinya masih dalam batas toleransi sebagaimana diatur dalam UU penyiaran ataupun UU persaingan usaha.

    no offense juga neh…. subyektif ane seh, wajar kalo yang “disentil” adalah “market leader”, lha itu “real kompetitornya” kok, kalo yang masih di belakang “disentil” juga…… mungkin “ga ada manfaatnya”.

    Logikanya, “yang dikejar adalah yang di depan, bukan yang di belakang”.

    Betuuul ?…… πŸ˜†

  3. November 9, 2008 pukul 7:24 pm

    Naaahhhh……..

    Kalo honda membalas……. menurut ane sih suatu kemunduran. 😦
    kalo ane jadi honda, “terserah ente mo ngomong apa, yang jelas ente tetep di belakang ane”. πŸ˜€
    Laen ceritanya kalo emang udah kesalip. πŸ˜€

    istilahnya mumpung di depan, ngadem dulu. Ga usah ikut panassss…

  4. OB
    November 9, 2008 pukul 9:41 pm

    Kalo perang terus, kapan damainya?

  5. koming
    November 10, 2008 pukul 2:44 am

    akan tetapi…..
    yang dibelakang honda bukan cuma yamaha lho….. kok yang lain iklannya nggak opensip yah….. menunjukkan kedewasaan honda atau ketidakdewasaan yamaha?
    anyway, berkaca pada provider selular, telkomsel sebagai market leader juga iklannya lebih anteng dibanding yang lain…..

    Iklannya Suzuki Smash yang baru juga ofensif, tapi ya sebatas itu aja, yang lainnya tidak. CMIIW

  6. Petromaxx
    November 10, 2008 pukul 3:02 am

    Yup,.. Agreed
    Dan yamaha belum selalu d depan…
    Lho… Kok?
    Agh… Sayang kang didi petet.. Ma kang dedy.. Yg bgtu idealisnya…
    Dan juga.. Dugh kang iwan fals… T_T

  7. jabul2
    November 10, 2008 pukul 8:14 am

    gimana dengan iklan tiger yang baru, cakeb gak? anteng ya.. ga kebut2an…., ama ada unsur safety nya, blajar nggunain spion, ixixixixixixix

  8. Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu
    November 10, 2008 pukul 9:24 am

    perang iklan itu gpp.
    yg penting…

    “CS1 tetap yang terbaik” – Ratu Adil.

  9. asuna17
    November 10, 2008 pukul 9:58 am

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://marketing.infogue.com/membayangkan_perang_iklan_seru_

  10. karyo
    November 10, 2008 pukul 10:13 am

    YAMAHA engga malu jilat ludah sendiri…

  11. MX135LC
    November 10, 2008 pukul 12:20 pm

    “gimana dengan iklan tiger yang baru, cakeb gak? anteng ya.. ga kebut2an…., ama ada unsur safety nya, blajar nggunain spion, ixixixixixixix”
    ——————————————————–

    Waktu ngambil SIM C, dapet yg kaya gituan ga…..??

  12. Rombenk
    November 10, 2008 pukul 12:57 pm

    iklan tigy gak kebut2an? Emang bisa lari dengan mesin jadul gak pernah ganti plus kegedean bodi? πŸ™‚

  13. Bintang_terang
    November 10, 2008 pukul 1:23 pm

    Honda ikutan panas kok?
    tuh liat iklan vario du serie iklan terbaru, yang diserang Mio khan? jelas jelas kok, motor yang disinggung adalah Mio, keliatan banget

    lantas bagaimana dengan iklan CS 1, tuh lampu2 lampu yang mengekor dibelakang, adalah siluet siluet lampu moto-motor Yamaha & Suzuki..

    tinggal Kawasaki nih, yang bagus bikin iklannya, divisi marketing memasarkan Ninja 150 RR dimedia cetak kok sebatas ala ‘Walpaper”

    Payah …..

    Belum lihat sih tapi secara kuantitas memang iklan Honda yang seperti itu jarang, kebanyakan memang adem ayem. Setuju, saya agak khawatir akan iklan-iklan kawasaki, tidak persuasif padahal produknya bagus

  14. real_injektion
    November 10, 2008 pukul 2:51 pm

    Makanya Honda Selalu menjadi yang terbaik bagi masyarakat indonesia, dari produk sampai iklannya pun begitu edukatif, safety dan gak pernah menjelek2kan produk kompetitornya, beda jauh dengan iklan “YAMAHA yang terkesan IRI banget sama HONDA” dari setiap iklannya selalu menyindir dan menghina produk honda, gimana mau jadi yang terdepan wong iklannya juga tidak edukatif, kebut2an dan selalu menghina. jelaslah bahawa BAGAIMANAPUN JUGA HONDA LEBIH UNGGUL. YAMAHA seharusnya malu dengan memasang iklan seperti itu.

  15. adetm
    November 10, 2008 pukul 5:17 pm

    Yamaha itu aneh, merasa terdepan tp iklannya nunjukin ke khawatirannya sama AHM, jd kesannya dia itu gelagapan ngotot ngejar AHM padahal samih ngebuntut dibelakang. iklan-iklannya jadi pedang 2 mata, ketika gw ngeliat iklan YMKI serasa dia dipojokin sama AHM, liat iklan yamaha malah inget honda gimana itu….

    jadi inget campaign apa gitu lupa taglinenya gini

    “we’re no.2, thats why we do harder”

    gitu kalo nggak salah ‘agak lupa’, efeknya, penjualan mereka meningkat drastis setelah campaign itu dimulai.

  16. Paidjo
    November 10, 2008 pukul 6:34 pm

    Iklannya vario vj daniel yg di turunan itu klo ga salah liat ad mio baru yg melorot krn ga pake rem parkirnya kan..

  17. MongTor
    November 11, 2008 pukul 7:00 am

    yamaha gelagapan? Gak juga toe, harusnya malah ahm yg gelagapan secara pangsanya tergerus trs dari yg dasawarsa lalu >50% skrg kenyataannya dah <50% toh.. Secara gak langsung emang bener efektif khan iklannya yamaha bisa nyodok kue honda… seenggak2nya masyarakat dikasih pencerahan. itu loh motornya ahm sebetulnya sama aje dari tahun ke tahun cuma ganti nama plus bodi atawa stripping… gw gak benci produk ahm secara gw pernah beli motor honda spt win, supra… gw bukan belain yamaha, di rumah gw skrg adanya malah spin buat muter2 komplek aje… tapi ya mbok jangan bodohin konsumen trs dunk…

  18. jabul2
    November 11, 2008 pukul 8:16 am

    tayangan televisi bisa berpengaruh ke dunia nyata, begitu juga iklan2 motor yang bredar… “sedikit banyak” berpengaruh ke konsumen, misalnya iklannya ngebut2an, bukan ga mungkin konsumen akan mencoba style kayak begitu..
    ahhh… tayangan buser kayaknya juga jadi pemicu maraknya kasus kriminil dengan modus operandi yang bermacam2…
    jadi inget kata temen gw, televisi itu banyak mudaratnya daripada manfaatnya. pun termasuk berita kriminil.. ataupun iklan motor yang semrawuT-an.
    toleransi di perlukan di jalan raya yang begitu riweh ini, gunakan lampu sen dan spion secara bijak….

    Peran media penting di sini, iklan salah satunya. Diperlukan sikap bijak untuk MEMBUAT dan MENANGGAPI iklan

  19. k0meng
    November 11, 2008 pukul 8:37 am

    @fanderlart
    Untuk masalah yang ini gue setuju kalau iklan Yamaha sama sekali gak DEWASA………..
    Salah asuhan tuch bagian kreatif promotion YMKI.
    Gue pribadi berpendapat lebih baik branding product sendiri secara eksklusif dari pada nonjok sana-nonjok sini…. (seperti Honda AHM), tapi emang jujur harus diakui kalau berdasar survei konsumen iklan Yamaha yang nonjok kompetitor sangat besar pengaruhnya, maklum konsumen Indonesia masih banyak yang beluuuuuuum dewasa. Tapi dimasa depan Gue yakin iklan yang DEWASA yang akan lebih memberikan pengaruh yang lebih positif….

    Ini pendapat gue pribadi sih….
    Keep Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

    Secara langsung memang masyarakat suka dengan iklan-iklan seperti ini ya? Suka yang ekstrem-ekstrem. Jujur saja saya khawatir kalau begini, tapi ya mau begimana lagi? Tergantung para petinggi pabrikan deh..

  20. kaii
    November 11, 2008 pukul 2:27 pm

    neh klo pengen liat iklan honda blade!!!!!!!:

  21. syifa
    November 11, 2008 pukul 6:12 pm

    akuw saLut ama HONDA yang udah peduLi ama pendidikan dengan ngadain HONDA BEST STUDENT tiap tahunnya…Bener2 eDukaTiF…Dan waLopun dia daRi jePang yang notabene isLamnya minoritas, tapi dia nggak segan2 datangin dai kondang AA Gym…
    dari segi ikLannya ajjah HONDA keLihatan proFesionaL banget…nggak cepet kepancing ama produk Lain dan stay cooL…nggak gegabah dan kebakaran jenggot…
    dari produK, saLut…bener2 irit euy…

  22. November 11, 2008 pukul 10:16 pm

    mm bahasa iklannya kayaknya perlu yang lebih modern dan lebih beda dengan yang lain sebenarnya itu lebih menarik πŸ™‚

  23. November 12, 2008 pukul 10:37 am

    hehehe yang penting kendaraan yang dihasilkan tuh ga cuman diiklan doank tapi terbukti bagus dilapangan

    harapan setiap konsumen, berharap sama dengan yang diiklankan… πŸ™‚

  24. November 12, 2008 pukul 6:13 pm

    paling seru ngikuti perang ilan GSM.. gara2 Sandra Dewi dan Indra Bekti ngerap “Katanya SEMAUNYa tapi dibataes2in” eh XL langsung ganti tarif dan memasang MONYET, hehee… IM3 tak mau kalah, Gratis telpon ribuan kali [gk kyk XL yang sekian jam…] heheee tp IM3 is The BEst lah

    ngiklan nih bang??

  25. Donal
    November 15, 2008 pukul 7:21 am

    @hasan seru
    kok sandra dewi mas??

  26. nuariku
    November 24, 2008 pukul 11:37 am

    yang bagus biasanya yang tenang
    ga usah ngurusin yg bukan level-nya

  27. rini_ajah
    November 25, 2008 pukul 1:44 pm

    buat apa ngebales iklan murahan???

  28. mutz
    November 26, 2008 pukul 8:02 pm

    yamaha..
    cuape dehh..

  29. Desember 4, 2008 pukul 3:19 pm

    tapi lama2 AHM cape juga deh di sentil terus ama YMKI, pasti suatu saat akan ngebales, apalagi kalo penjualannya disalip, pasti AHM akan buat iklan yg lebih nyindir lagi dr YMKI, maklumlah blom ngrasain di no 2, paling2 jadi no 2 cuman bentar

  30. Gajah Mada
    April 6, 2010 pukul 12:36 am

    hala yg koment sama yg nulis artikel nih dah ketebak dia condong kemana payah.

  31. April 21, 2010 pukul 2:53 am

    betul sekali…. πŸ˜€

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: