Arsip

Posts Tagged ‘turing’

Jalan Balik… Jogja-Tangerang (Jiah Hujan…)

Januari 2, 2010 19 komentar

2 Januari 2010

Inilah mengapa saya ndak suka turing di bulan Desember-Januari. Pasalnya musim hujan bukan kondisi yang cocok buat jalan jauh naik motor, ditambah bergelut dengan jalan naik-turun. Berbeda dengan nasib hoki saat berangkat, kini saya harus berbasah-basah ria.

Start dari Jogja jam 3 pagi. Rencana sih berangkat jam 1 pagi tetapi ternyata teman saya ndak bisa. Perkiraan saya untuk menghindari jalan gunung yang gelap di Temanggung-Weleri saya mengambil jalan selatan dulu sebelum masuk ke pantura. Baca selanjutnya…

Review Ki Joko Ireng-Turing Jakarta-Jogja-Ngawi

Desember 28, 2009 14 komentar

Dari turing saya yang baru-baru ini dan yang di tengah tahun yang lalu ada perbedaan antara nyemplak Jupiter MX dan Apache. Dimana perbedaanya?

Ergonomi

Jupiter MX adalah bebek, Apache adalah sport, kodratnya sudah berbeda. Sewaktu naik Jupiter MX tidak ada tangki yang bisa dijepit, ini membuat keseimbangan tidak bisa solid. Berbeda dengan Apache yang memiliki tangki depan, saya bisa memantapkan keseimbangan dengan mengatur posisi kaki yang menempel di tangki.

Posisi duduk Apache lebih merunduk dibandingkan dengan Jupiter MX. Sekilas saya mengira akan kecapekan saat menaikinya. Tetapi ternyata tidak juga, malahan saya lebih santai menaiki Apache dibandingkan dengan Jupiter MX. Mungkin ini disebabkan tangki yang cukup membantu posisi badan dan kaki.

Kelemahan Apache dibandingkan dengan Jupiter MX ada di bobotnya yang lebih berat. Terasa saat masuk kota dan harus berhadapan dengan kepadatan, Jupiter MX bisa lebih lincah. Baca selanjutnya…

Turing Jakarta-Jogja-Ngawi-Jogja Desember 2009

Desember 28, 2009 7 komentar

Di akhir tahun ini saya turing lagi Jakarta-Jogja-Ngawi, kali ini ditemani Ki Joko Ireng.

Jakarta-Jogja

Bersama dengan dua teman (satu Pulsar satu RX King) kami start dari Cikarang tanggal 19 Desember jam 4 pagi(sebenarnya bukan Jakarta sih tapi kan ndak jauh-jauh amat dari Jakarta). Berbeda dengan tengah tahun lalu kali ini kami melewati jalur generik (baca: Pantura), perhitungannya jalur tengah yang bergunung-gunung akan menyulitkan di musim hujan seperti ini.

Tidak istimewa sih, berbeda dengan jalur tengah yang melewati Nagrek-Malangbong serta Banjar ke Timur yang cukup menantang karena berbukit-bukit, Pantura dikenal dengan jalur lempengnya. Ah tapi karena lempeng juga jarum speedometer bisa stabil di 90-100kpj. Jalur tidak padat termasuk di titik rawan macet termasuk di Cirebon. Baca selanjutnya…

Balik Tangerang Jogja (Agak Sial Gedubrakk!!)

Juli 16, 2009 6 komentar
sebelum gedubrak masih di Puncak

sebelum gedubrak masih di Puncak

Seminggu di Tangerang balik lagi ke Jogja masih bersama bro billy pada tanggal 13-14 Juli 2009 jam 7 pagi. Kali ini saya tidak lewat jalur untuk berangkat. Habis mau bagaimana lagi daripada melewati Jakarta di hari Senin yang padat luar biasa lebih baik saya lewat jalan lain.

Dari Tangerang lewat parung menuju Bogor langsung menuju Puncak. Untungnya masa liburan sudah lewat jadi daerah Puncak tidak begitu padat (jadi foto-foto dulu deket kebun teh). Setelah puas langsung ngelaju menuju Cianjur lalu Bandung. Saya tidak berniat memasuki kota Bandung karena tidak menguasai jalan (banyak jalan satu arah bukan) jadi lewat Jl. Soekarno-Hatta. Baca selanjutnya…