Arsip

Posts Tagged ‘Musik’

(Curhat) Musik Saya adalah Saya

Januari 21, 2011 11 komentar

kali ini izinkan saya tidak menulis motor dulu, ini tentang hobi saya yang lain: musik

Orang yang paling selektif soal musik yang pernah saya kenal adalah diri saya sendiri.

Sebagai pemuda, musik yang saya dengarkan bukanlah yang lazim berseliweran di jagad televisi dan radio. Hape saya diisi dengan album Casiopea, Rush, God Bless dan masih banyak musisi-musisi yang dianggap fosil bagi generasi sekarang. Hal yang sama muncul di playlist WMP komputer saya yang isinya Jazz, Prog Rock, Pop Kreatif, dan.. Keroncong!!!

Bagi saya, apa yang ada di koleksi musik adalah cerminan dari pribadi seseorang. Bagi orang yang menggemari musik “terancam punah”, mengoleksi musik era lawas adalah monumentasi dari semangat yang pernah muncul di permukaan. Gerakan hippies di 60an akhir, art rock di 70an semuanya butuh totem untuk eksistensi mereka beberapa dekade di belakang.

Hal ini menyenangkan juga membangkitkan gairah. Bayangkan anda mendengarkan kembali rekaman Ebiet G. Ade lantas membayangkan perjalanan imajiner menuju padang rumput. Musik folk dengan lirik puitis Ebiet adalah pemacu visual yang menggairahkan, membangkitkan naluri imajinasi anda. Baca selanjutnya…

Iklan

Neil Peart – Sang Rockbiker

Juli 4, 2009 4 komentar

Bagi para musisi, nama Neil Peart-drummer grup musik RUSH  sulit untuk dilupakan, dirinya dinobatkan sebagai drummer terbaik versi Modern Drummer. Namun siapa sangka bahwa selain sebagai rocker, dirinya juga dikenal sebagai biker? Berikut ini ceritanya…

Tahun 1997 dan 1998 adalah saat tergelap dalam hidup Peart, kehilangan putri tunggal dan istrinya di kedua tahun tersebut. Selena, putri Peart meninggal dalam kecelakaan pada usia 19 tahun pada 10 Agustus 1997. Sedangkan istrinya, Jaqueline Taylor, meninggal akibat kanker sepuluh bulan kemudian (20 Juni 1998). Peart kemudian menganggap bahwa dirinya pensiun dari musik. Baca selanjutnya…

Memilih Ikon Bagi Pabrikan

September 15, 2008 16 komentar

Saya berniat menulis postingan ini karena terinspirasi oleh iklan TVS yang baru, yang tidak lain dan tidak bukan memuat Bang Iwan Fals sebagai duta TVS di Indonesia. Saya pikir wah bagus juga nih strateginya, dengan menggandeng seorang yang sudah kita kenal di negeri ini. Tapi saya pikir-pikir lagi, apa toh sebenarnya yang harus dipertimbangkan dalam menunjuk sosok sebagai ikon pabrikan.

Kita lihat dulu dari Yamaha, iklan-iklannya banyak menonjolkan sisi humor, canda, slenge’an, dan hiperbolis yang dikemas dalam pesan yang cukup kontroversial. Siapa yang bisa menonjolkan keunikan ini? Selain Thessa Kaunang yang merupakan ikon MIo, ada Komeng yang merupakan titik pusat segala kehebohan dalam iklan Yamaha. Baca selanjutnya…

Octavarium (song)

Desember 31, 2007 3 komentar

Mohon maaf bagi yang mengira bahwa ini adalah lagu buatan saya. Tidak, tidak, saya terlalu pemula untuk membuat lagu seperti ini…

lagu ini adalah ciptaan salah satu band favorit saya, Dream Theater (DT). Berasal dari album dengan judul yang sama, lagu ini menawarkan pengalaman menikmati musik dengan cara berbeda.

Berbeda dengan band-band lain yang menciptakan lagu sederhana, cenderung easy listening, sing along, dll. Dream Theater menawarkan konsep progresive metal yang rumit dan sulit dicerna oleh orang kebanyakan. Baca selanjutnya…