Arsip

Posts Tagged ‘jalan-jalan’

Turing Jakarta-Jogja-Ngawi-Jogja Desember 2009

Desember 28, 2009 7 komentar

Di akhir tahun ini saya turing lagi Jakarta-Jogja-Ngawi, kali ini ditemani Ki Joko Ireng.

Jakarta-Jogja

Bersama dengan dua teman (satu Pulsar satu RX King) kami start dari Cikarang tanggal 19 Desember jam 4 pagi(sebenarnya bukan Jakarta sih tapi kan ndak jauh-jauh amat dari Jakarta). Berbeda dengan tengah tahun lalu kali ini kami melewati jalur generik (baca: Pantura), perhitungannya jalur tengah yang bergunung-gunung akan menyulitkan di musim hujan seperti ini.

Tidak istimewa sih, berbeda dengan jalur tengah yang melewati Nagrek-Malangbong serta Banjar ke Timur yang cukup menantang karena berbukit-bukit, Pantura dikenal dengan jalur lempengnya. Ah tapi karena lempeng juga jarum speedometer bisa stabil di 90-100kpj. Jalur tidak padat termasuk di titik rawan macet termasuk di Cirebon. Baca selanjutnya…

Iklan

Balik Tangerang Jogja (Agak Sial Gedubrakk!!)

Juli 16, 2009 6 komentar
sebelum gedubrak masih di Puncak

sebelum gedubrak masih di Puncak

Seminggu di Tangerang balik lagi ke Jogja masih bersama bro billy pada tanggal 13-14 Juli 2009 jam 7 pagi. Kali ini saya tidak lewat jalur untuk berangkat. Habis mau bagaimana lagi daripada melewati Jakarta di hari Senin yang padat luar biasa lebih baik saya lewat jalan lain.

Dari Tangerang lewat parung menuju Bogor langsung menuju Puncak. Untungnya masa liburan sudah lewat jadi daerah Puncak tidak begitu padat (jadi foto-foto dulu deket kebun teh). Setelah puas langsung ngelaju menuju Cianjur lalu Bandung. Saya tidak berniat memasuki kota Bandung karena tidak menguasai jalan (banyak jalan satu arah bukan) jadi lewat Jl. Soekarno-Hatta. Baca selanjutnya…

Jogja-Tangerang 6 Juli 2009

Juli 10, 2009 13 komentar

Tanggal 6 Juli yang lalu saya dan seorang teman, bro Billy melakukan turing Jogja-Tangerang dengan tunggangan masing-masing. Perjalanan pulang kampung termasuk menemani teman saya ini mencari kos-kosan di Cikarang. Dengan Jupiter MX saya dan Bajaj Pulsar 200 bro Billy kami melaju menyusuri jalur tengah. Checkpoint dari Circle K Demangan terus melaju pukul 04.30 pagi lewat Wates ke arah Purworejo. Baca selanjutnya…

Memberi Petunjuk Jalan (bag. Ancer-Ancer)

Februari 16, 2009 3 komentar

Kalau sudah ketemu warung makan belok kanan, rumahku yang pagarnya dicat kuning

Sering pergi mengalami yang seperti ini? OK, kalau kita tidak tahu jalan ke satu tempat, kita cukup menelepon yang empunya tempat dan meminta yang namanya “ancer-ancer”-atau petunjuk jalan.

Tapi kita sering mengalami ancer-ancer yang diberikan kurang jelas atau mencolok, sulit diingat bila kita hendak pergi ke sana lagi, dan semacamnya. Nah lalu bagaimana tips soal berancer-ancer ini? Monggo… Baca selanjutnya…

Ah Jangan Berprasangka Buruk laaaahhh

September 19, 2008 8 komentar

Sedikit berbagi pengalaman yang ternyata sangat reflektif. Ini terjadi beberapa waktu yang lalu, tidak terlalu lama. Di sini saya jadi malu sendiri akan sikap saya akan seseorang, ternyata yang namanya berprasangka buruk tak selalu benar, malah bisa membuat stress. Begini ceritanya…

Suatu sore hari Sabtu saya jalan-jalan naik motor saya tercinta. Tak terasa matahari sudah tenggelam separuh, perut saya berbunyi minta diisi. Setang motor saya belokkan ke satu warung makan yang sudah sering saya kunjungi kalau malam minggu. Tempat itu memang ramai, selalu ramai bahkan, tidak pernah saya mendapatkan tempat parkir dengan mudah, pasti harus nyempil-nyempil.

Kali ini saya terpaksa memarkir motor dengan sulit, posisi setang tidak bisa saya tekuk ke kiri. Alhasil saya tidak bisa mengunci setang. Was-waslah saya, bagaimana bila tunggangan saya yang tercinta ini diambil orang, dibawa lari, dan… anda tahu sendiri. Nah jujur saja saya ragu-ragu, apakah saya makan di tempat lain atau saya teruskan? Ah berhubung saya sudah parkir di situ kok rasanya tidak enak bila saya tiba-tiba pergi ke tempat lain, kesannya kok membuang rejeki orang… Baca selanjutnya…

Artikel PRJ, YAMAHA

Juli 6, 2008 1 komentar

Kebetulan ini stand pertama yang saya kunjungi. Ingat, kebetulan, jadi tidak ada tendensi apa-apa! Saat saya datang stand masih sepi jadi ya rekan saya bisa bebas ambil gambar tanpa terhalang pengunjung lain. Produk yang langsung saya serbu adalah New Mio, jeprat-jepret take pictures istilah londone. Hmm, ternyata yang sangat nyantol di mata saya adalah bagian bokong New Mio ternyata masih sama dengan yang lawas tanpa perubahan di sektor detil sekalipun. Hehe, sepertinya para pabrikan seperti lupa akan sektor ini ya? (jadi ingat New Supra X125) Baca selanjutnya…