Arsip

Posts Tagged ‘modifikasi’

Mission Acomplished: Engine Guard Rampung!!!

Agustus 27, 2009 19 komentar
Engine Guard Complete!!!

Engine Guard Complete!!!

Tadi pagi setelah dibawa ke bengkel langsung dikerjakan. Bahan engine guard buat Tiger langsung diukur ke rangka. Ternyata engine guard Tiger ukurannya terlalu besar sampai ke bawah sedangkan Apache sudah punya dudukan buat engine guard jadi mau tidak mau harus dipotong.

Bagian samping engine guard dipotong sekian cm dan lengkungan besi bagian bawah dipotong untuk menyesuaikan. Pemotongan harus presisi karena setelahnya langsung dilas. Sebelumnya dibuatkan pegangan sendiri supaya bisa dipasang ke dudukan engine guard di downtube. Baca selanjutnya…

Iklan

Motor-Motor Special Edition

Januari 6, 2009 12 komentar

Honda Blade yang baru-baru ini diluncurkan memiliki tujuh pilihan warna dan satu di antaranya adalah Edisi Spesial Repsol Honda. Warna ini sudah familiar bagi pemilik (atau calon pemilik) Honda CBR 150 atau Honda Sonic. Walah satu pilihan warna yang ditawarkan adalah Repsol Honda ala tim Motogp. Sayang pilihan warna ini sudah dihentikan.

Atau kita ingat sebelumnya Suzuki sudah melakukannya lewat seri Night Ridernya (dilanjutkan dengan Night Rider II). Skywave, Spin, Smash, dan Shogun dikelir dominan hitam, bukan hitam ala motor-motor jadul, kesan eksklusiflah yang nampak. Suzuki mengatakan bahwa seri Night Rider ini bukan limited edition, melainkan special edition, jadi tidak ada pembatasan jumlah produksi. Baca selanjutnya…

Trend Pelek CW di Pabrikan

Juni 30, 2008 19 komentar

Apa yang sama dari Yamaha V-Ixion, Mio Soul, Honda CS-1, BeAT, Suzuki Satria FU, Skywave, Thunder 125,Kawasaki Athlete, Ninja 250R, Bajaj Pulsar dan XCD? Sama-sama motor? Benar, namun tidak menjawab pertanyaan dengan baik. Bila anda jeli memerhatikan kaki-kainya, anda akan menemukan kesamaan bahwa pabrikannya hanya memberikan satu pilihan pelek yaitu pelek CW (casting wheel-pelek palang).

Tidak aneh memang jika kita jeli melihat trend saat ini. Bisa dilihat dari contoh yang agak jelas, Honda Vario yang dimana  menurut pengamatan, unit berpelek standar justru lebih jarang ketimbang versi pelek racing. Padahal untuk menebus satu Vario versi CW, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam (lebih mahal 1 juta daripada versi SW-standard wheel).

Yap dengan trend seperti itu beberapa produk pabrikan yang dianggap cocok menggunakan pelek palang hanya diproduksi versi CW-nya. Sederhananya kalau satu versi cukup, buat apa buat banyak-banyak. Dengan menambah flagship dengan versi SW, berarti kapasitas produksi pelek standar harus ditambah, bila tidak bisa dicukupi, runyam. Ingat kasus Honda Vario, dimana pabrikan tidak bisa memenuhi permintaan akan Vario CW sehingga konsumen harus rela menebus versi SW (meskipun dengan pilihan warna dan striping yang sama dengan versi CW). Itu di pelek palang, kalau pelek standarnya yang kehabisan? tambah rumit urusannya.

Beberapa produk juga tidak pantas untuk ditempeli pelek standar. Apa anda rela tampang keren Ninja 250R dirusak oleh ruji-ruji pelek standar (tidak nyambung ya toh)? Secara, motor sport berfairing dengan pelek standar sudah hilang sejak zaman NSR standar dan RGR menghilang. Baca selanjutnya…

Modifikasi yang Bikin Susah (penutup)

April 25, 2008 1 komentar

Akhirnya sampai sudah di bagian penutup. Tidak banyak yang ingin saya tulis kali ini karena semua contoh dan dampak sudah saya tulis di artikel-artikel sebelumnya. Kali ini saya hanya menarik kesimpulan dari ketiga artikel sebelum ini.

Yang pertama adalah, modifikasi bukanlah sesuatu yang harus mengorbankan fungsi. Justru harus memiliki fungsi tambahan entah dari dari sisi estetika dan juga dari sisi fungsional dan operasional. Maksudnya motor selain setelah dimodifikasi harus memiliki nilai estetika yang lebih (misal, lebih nyaman dipandang) juga harus memiliki fungsi tambahan dari motor tersebut (misal untuk menarik perhatian wanita 😀 ). Maka salah besar ketika sebuah modifikasi malah mengurangi nilai keduanya. Kalau begitu prinsip dan guna dari modifikasi malah tidak ada.

Kedua adalah soal keamanan. Hal ini sangat penting, dimana kendaraan yang anda gunakan tentunya memiliki jaminan keamanan, bukannya berpotensi mencelakakan anda. Baca selanjutnya…

Modifikasi yang Bikin Susah (bag 3)

April 23, 2008 1 komentar

Kali ini saya akan memberikan dampak-dampak dari modifikasi yang bikin susah. Ternyata dampak yang ditimbulkan dari modifikasi semacam ini bukan hanya kepada diri sendiri namun juga kepada motor, pemakai jalan yang lain sampai pada kantong kita. Jadi baca baik-baik siapa tahu dampak-dampak tersebut sedang terjadi pada diri anda dan pada tunggangan anda. Kalau sudah begini, ya kembali pada diri anda semua, mau merubah motor anda mengikuti kaidah atau tetap bersikukuh menggunakan modifikasi yang sudah anda terapkan. Semua yang saya tuliskan lagi-lagi masih berupa sebagian kecil saja. Keterbatasan tempat dan waktu membuat saya membatasi tulisan. Bila ada yang ingin menambahkan silahkan mengisi kolom komentar. Baca selanjutnya…

Modifikasi yang Bikin Susah (bag 2)

April 22, 2008 29 komentar

gambar dari ototrend.com

Kali ini saya akan memberikan cotoh-contoh (ingat contoh, karena itu saya butuh tambahan dari anda) modifikasi dan variasi yang merepotkan baik pengguna motor maupun pengguna jalan yang lain. Kali ini artikel disertai dengan alasan-alasan yang mendasari mengapa ubahan tersebut malah merepotkan. Beberapa ubahan mungkin sudah tidak tren, beberapa sedang ngetren. Terlepas dari itu semua setidaknya saya ingin menyediakan contoh-contoh. Baca selanjutnya…

Modifikasi yang Bikin Susah (pendahuluan)

April 21, 2008 4 komentar

A: Eh, pinjem motor dong!

B: Motor lo kenapa emangnya?

A: Nggak enaklah jalan jauh pake tuh motor, motor gua mah cuma dipake ke warung doang…

Usut punya usut ternyata motor A sudah mengalami modifikasi ekstrem pada kaki-kakinya. Mengalami penceperan hingga jarak ke tanah hanya tinggal sekitar 5cm saja. Maka dari itu A ogah menggunakan motornya sendiri untuk perjalanan yang agak jauh, tidak enak dipakai. Baca selanjutnya…