Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Motor, Refleksi dan Berpikir > Kenaikan BBM, lalu bagaimana dengan motor kita?

Kenaikan BBM, lalu bagaimana dengan motor kita?

Yah saya bukan seorang ekonom, jadi maafkan saya bila tulisan saya kali ini tidak begitu berbobot namun demikian saya tetap akan mengulas dengan sepenuh hati dari dunia permotoran tentunya. Yah layaknya buah simalakama, kenaikan BBM memicu pro dan kontra. Di satu sisi subsidi pemerintah membuat anggaran belanja defisit di sisi lain rakyat kecil megap-megap tidak kuat karena pasti bahan-bahan pokok ikut-ikutan naik. Pemerintah bersikeras menaikan BBM demi melindungi anggaran belanja dan menurut mereka, jikalau mereka tidak menaikkan BBM secara pelan-pelan perekonomian Indonesia bisa hancu (katanya), rupiah melemah, ketidakpastian nasib para pelaku ekonomi dll.

Dan akhirnya pemerintah memilih jalan yang diyakininya, menaikkan BBM. Aha, pastilah efek domino akan segera terasa (bahkan sekarang sudah terasa). Harga-harga naik akibat ongkos produksi naik, alhasil banyak rakyat tak mampu memenuhi kebutuhannya. Kenaikkan harga BBM juga tak lupa ikut berimbas pada dunia permotoran, entah itu produksi, distribusi, tapi yang pasti ya “nasinya” motor juga ikut tambah sulit terbeli.

Jelas ongkos produksi motor naik, produksi motor kini tak lepas dari yang namanya bahan bakar minyak. Produsen mau tak mau harus menyesuaikan harga produk yang mereka jual, jikalau mereka masih ingin menimba untung yang tetap dan terhindar dari kerugian. Jadi berbahgialah anda yang sudah memiliki motor sebelum harganya dinaikkan oleh produsen. Satu hal yang pasti soal produksi motor adalah suku cadang. Para pengguna motor yang membutuhkannya bisa misuh-misuh (menugmpat) karena harga businya naik. Jelaskan?

Nah ini dia, motor jelas tak lepas dari yang namanya bahan bakar yang seakan menjadi penyambung nyawa bagi motor itu sendiri. Jelas anggaran kita untuk seliter bensin munggah (naik). Lagi-lagi kita akan mencak-mencak (stop-stop, kendalikan diri anda). Bagi yang bisa mengendarai motornya dengan pola pemaikaian irit (katakanlah jarang stop and go, lempeng terus, pemaikaian RPM yang tidak tinggi, dll) bersyukurlah, bagi yang belum bisa silahkan berlatih, artikelnya menyusul. Namun bagi pemakai motor yang sudah dari sananya haus bensin, berdoalah saudara-saudara karena memang sudah jadi suratan takdir (?)

Ah bukan itu maksud saya. Jelas bagi para bikers yang menggunakan motor sebagai alat transportasi sehari-hari, yang namanya motor pasti tidak lepas dari kita. Tetaplah kita menggunakan motor, namun dengan pembatasan. Tak perlu kita naik motor untuk pergi ke warung dekat kantor sekedar untuk makan siang, kalau bisa bawa makan siang sendiri. Di rumah, bila ingin ke warung untuk beli rokok atau apalah cukup berjalan kaki atau menggunakan sepeda jika ada. Intinya penggunaan motor kita harus dibatasi, tentunya masih dalam batas kewajaran, tak perlu kita memaksakan diri menggenjot sepeda dari Tangerang sampai Bekasi karena menghemat bensin (namun jika anda mau boleh saja, asalkan tahan dan bisa bangun pagi).

Ah itu saja yang bisa sampaikan, pada dasarnya saya sangat malas menulis yang begini, tapi apa boleh buat ini hal  sangat sensitif dengan dunia permotoran. Tidak perlu ragu menghadapi kenaikan BBM, hantam, hancurkan, jangan ragu lagi (kok jadi anarkis?)

Iklan
  1. kenes
    Mei 24, 2008 pukul 4:20 pm

    Betul bung, yang penting musti irit…. kita sudah lama dimanja dengan subsidi…. padahal yang paling menikmati subsidi BBM ini adalah orang kelas menengah, keatas…. mulai sekarang belajar irit karna orang-orang yang berada di negara maju sana tuh …. sangat terkenal dengan hidup hemat…. nah kita yang di negara miskin sudah selayaknya untuk mencoba hidup hemat!!!

  2. Mei 24, 2008 pukul 9:00 pm

    Salam
    ya pandai2lah saja menggunakan kendaraan sesuai dengan keperluannya, ya ga sie 🙂
    Btw trims ya sudah mampir di gubuk saya, salam kenal aja.

  3. Mei 28, 2008 pukul 10:52 pm

    saatnya menjadi SMART dalam memilih dan berkendara…cari kendaraan yang irit dan efisien. orang indonesia terlalu mendewakan merk, cc gede, model…..
    btw no.2 nenyok…emang gubuknya yg mana? jadi penasaran

  4. mutz
    Juni 5, 2008 pukul 10:15 pm

    betul tuh zain..kudu smart dlm milih dan berkendara..
    kyknya skrng honda boleh bangga dngan tag line “hemat”nya..
    biar kata pernah disindir kompetitornya hematnya tu cuma 1 sendok teh..
    bayangin kalo sehari 1 sendok teh, sebulan jadi segimana..
    lumayan kaann………

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: