Beranda > econo riding, Informasi, Motor > Econo Riding, berkendara hemat bensin

Econo Riding, berkendara hemat bensin

Menengok tulisan saya yang dibelakang di sana ditulis sedikit mengenai cara menghemat bensin. Yap di sini saya ingin menulis sedikit mengenai cara-cara berkendara hemat bensin alias Econo Riding. Tentunya tulisan ini masih membutuhkan masukkan sebab tidak semua tips dapat di masukkan di sini-keterbatasan waktu, tempat, dan tangan tentunya.

Ah perlu diingat  Econo Riding tidak akan hanya bicara soal kantong anda, selain itu berpengaruh juga terhadap lingkungan sekitar, kesehata motor anda, dan keselamatan. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya Econo Riding adalah semacam “panduan” (saya tidak berhasil menemukan padanan kata yang jelas) berkendara yang baik, tidak hanya soal hemat bensin.

OK, yang pertama soal putaran mesin. Banyak dari kita yang menggunakan putaran mesin tinggi pada motornya sekedar untuk mengail tenaga puncak. Well, ingat saudara, anda tidak sedang berada di sirkuit, anda  berkendara di jalan umum yang sebenarnya di sana dilarang ngebut-ngebut. Lalu apa hubungannya dengan Econo Riding? Tentunya dengan pemakaian putaran mesin tinggi dibutuhkan bahan bakar yang lebih banyak pula, itu artinya boros dan tidak ramah lingkungan.

Menurut yang saya baca di Motorplus, putaran mesin ideal untuk Econo Riding ada di 3000-3500 rpm. Bersyukurlah anda yang motornya dilengkapi dengan tachometer, anda bisa memantau putaran mesin dengan lebih tepat. Bagi pengguna motor tanpa penunjuk rpm? Silahkan melatih feeling anda, tenang seiring proses anda akan bisa menemukan putaran mesin yang ideal.

Masih dari Motorplus, di sana juga disebutkan bahwa peutaran mesin harus diusahakan konstan. Jangan sering buka-tutup gas, ngebut-pelan-ngebut lagi. Bagi anda yang ingin menyalip kendaraan di depan, gunakan bukaan gas yang halus jangan menyentak-nyentak. Mengapa demikian? Karena dengan sering menaikkan rpm secara mendadak membutuhkan tenaga yang besar daripada mengurut gas, alhasil konsumsi bensin lebih boros.

Disebutkan juga anda akan lebih berkonsentrasi dengan rpm konstan, porsi konsentrasi untuk merespon pandangan di depan akan lebih besar daripada anda membaginya untuk buka-tutup rpm dengan gaya sradak-sruduk tidak karuan.

Sekarang soal pengereman, pengeremanpun berpengaruh terhadap Econo Riding. Lalu bagaimana? Usahakan melakukan pengereman roda depan-belakang. Bilamana anda hanya menggunakan pengereman roda belakang, roda belakang sebagai penyalur tenaga akan menerima beban, begitu juga mesin yang terhubung dengan roda belakang. Lalu butuh tenaga yan lebih besar untuk bergera lagi. Plus, anda bisa tergelincir bila hanya menggunakan pengereman roda belakang.

Itu saj untuk kali ini, saya berterimakasih kepada Motorplus yang informasinya saya curi (?), tetapi jangan khawatir artikel ini bukan jiplakan ala plagiator…

  1. Mei 25, 2008 pukul 11:54 am

    Salam
    Info bagus nie, ntar gw kasih tahu my brother deh soalnya dia juga gila motor dan paling suka gebut🙂 trims ya

  2. kingqueen
    Mei 25, 2008 pukul 1:26 pm

    Hallo Bung Fander, liburan kapan, mo booking tiket surabaya malang nih….biar entar nggak mahal kenanya. Pulang Jkt tgl brp?

  3. Esa
    Mei 26, 2008 pukul 1:12 pm

    thnx ya..
    masih new rider, jd msh blm tau yg ky gitu:mrgreen:

  4. didi
    Mei 26, 2008 pukul 2:29 pm

    mas, gimana tentang engine break…?
    katanya pengaruh sama konsumsi BBM juga…?

  5. Mei 26, 2008 pukul 2:38 pm

    @mas didi
    Sejauh yang saya tahu engine brake memang menambah boros karena putaran mesin dipaksa menjadi tinggi, selain itu mesin akan menerima banyak beban. Teknik ini memang lebih cocok digunakan saat balapan, terima kasih masukkannya

  6. Mei 26, 2008 pukul 10:07 pm

    @ Fanderlart

    engine brake berlebihan pun berbahaya, karena ban belakang akan kehilangan traksi saat melakukan engine brake! karena itulah penggunaan Slipery Clutch begitu populer dikalangan pembalap

  7. Mei 27, 2008 pukul 4:43 pm

    @ RETORIKA
    Makasih mas infonya

  8. Juni 22, 2008 pukul 4:23 am

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Horniness!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: