Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Motor, Refleksi dan Berpikir > Sejauh mana kita menerima kehadiran teknologi injeksi?

Sejauh mana kita menerima kehadiran teknologi injeksi?

Sejak SupraX125 PGM-Fi (supra injeksi alias susi) diluncurkan itulah saatnya kita mengenal teknologi injeksi dalam motor-motor lokal kita. Meski sebelumnya kita telah mengenal injeksi dari mobil dan motor-motor besar, soal motor kecil konsumsi rakyat banyak kita tak mengenal banyak soal motor injeksi. Misi Honda saat itu jelas mengenalkan teknologi masa depan ini ke khalayak umum, selain gengsi tentunya (gue yang pertama). Bertahun-tahun sudah kita lewati, setahun yang lalu V-Ixion menggebrak dengan teknologi tingginya, radiator, monosok, deltabox, dan injeksi. Saat masa awal peluncurannya V-Ixion digadang-gadang sebagai motor berteknologi tinggi dengan “pangkat” berinjeksi. Namun kita perlu bertanya sekarang apakah kita sudah menerima teknologi tinggi nan canggih ini sekarang?

Nyatanya motor-motor berpangkat canggih ini masih seret penjualnnya, khususnya pada Supra injeksi. Salah satu alasannya adalah tingginya harga yang dipatok (khas Honda). Meski sudah diturunkan hingga menyentuh angka Rp. 15-jutaan, Supra injeksi masih jarang lalu-lalang di jalan. Faktor lain yang membuatnya seret adalah betapa tempelan teknologi injeksi tidak memberikan kontribusi yang jelas dan signifikan dalam performa dan konsumsi bahan bakarnya (diklaim hanya lebih irit 6%). Dalam test ride Motor Plus (saya lupa edisi berapa) dijelaskan bahwa akselerasinya lebih smooth dibandingkan dengan yang karburator. Entah kata “smooth” ini merujuk pada “lambat” atau memang halus dan tak menyentak meski responsif, permainan kata memang penting agar tidak membuat “pihak yang berkaitan” tidak tersinggung.

Lebih baik nasib V-Ixion, meski penjualannya diganggu oleh kasus inden panjang dan permainan dealer, V-Ixion masih bisa dikatakan motor idola bagi sebagian masyarakat. Terlepas dari kefanatikan akan sebuah merek, V-Ixion adalah sebuah produk yang bagus, selebihnya bisa dibaca di sini. Tapi apakah hanya karena injeksi maka V-Ixion laku? Kita lihat lagi.

Ada semacam paradigma dalam masyarakat yang menganggap injeksi sebagai sesuatu yang repot untuk dirawat dan menyulitkan bila rusak. Jelas, tidak semua bengkel bisa memerbaiki injeksi bila mengalami trouble. Dan lagi semua itu ditambah dengan fakta Supra injeksi memiliki performa yang tidak sesuai dengan harganya. Memang pada dasarnya teknologi injeksi bisa di setting sesuai keadaan dan mungkin kali ini Honda menyeting sistem injeksi di Supra agar irit.

Ah hampir lupa, bagaimana dengan V-Ixion? Yap, motor ini menyandang injeksi, tapi dia luput dari “nasib motor canggih ala Supra injeksi” karena memang performanya cukup memuaskan dan lagi selain injeksi masih ada tempelan fitur-fitur, bonus dari Yamaha. Dengan kata lain, mungkin (catat!!hanya kemungkinan) V-Ixion mendapat nasib bagus karena memang memiliki fitur canggih yang bisa memikat orang dengan baik.

Apakah lalu orang berpikir “lebih baik membeli motor dengan teknologi canggih-tapi-lawas (ambilah monosok, radiator, dll) daripada teknologi canggih dari era baru namun tidak jelas efeknya”. Tidak ada data yang menjelaskan dengan persis dan gamblang namun melihat kesuksesan MX dan FU yang meninggalkan Supra injeksi jauh di belakang kita melihat sebuah pola yang jelas.

Namun pada akhirnya memang kita harus bisa menerima teknologi ini, cepat atau lambat. Mobil saja sudah mengaplikasikan teknologi ini sejak lama, dan yang masuk di Indonesiapun kini sangat banyak, bagaimana dengan motor? Memang bagi orang-orang yang “paranoid” dengan perubahan keberadaan injeksi belum bisa diterima, namun bagi kita yang bisa berpikir cerdas dan kritis bolehlah kita meninjau ulang teknologi baru ini. Tentang perawatan, bengkel, suku cadang, itu menjadi PR bagi para pemegang merek, apakah mau mendidik pasar plus meningkatkan sarana purna jual yang baik bagi motor canggih macam ini? Tak perlu takut akan perubahan karena selama kita tahu ada sisi positifnya bolehlah kita jalan terus…

Iklan
  1. ben
    Mei 23, 2008 pukul 6:00 pm

    sebenarnya masyarakat kita masih butuh transportasi dan teknologi belum menjadi prioritas, karenanya masih butuh waktu dan pembelajaran lagi … mungkin beberapa tahun lagi lah baru bisa memasyarakat….

  2. Donkey_Kong
    Mei 27, 2008 pukul 1:50 pm

    sebenarnya cie…
    masyarakat mau aja nerima motor apa aja.
    asalkan dengan syarat:

    1. Sekeren dan segagah Motor Sport
    2. Semudah pengoperasian motor Matic
    3. Seirit Motor Bebek
    4. dan semurah Motor Cina.
    5. dan Awet seperti motor perang.

    Simple kan…. nah apakah teknologi yang di usung memakai teknologi injeksi mah biasanya tidak di pedulikan oleh konsumen di indonesia.

    Sekarang apakah para produsen di Indonesia seperti AHM atau YMKI bisa membuat yang seperti ini…????

    betul ga bro !!!

    -A-

  3. Mei 28, 2008 pukul 11:08 pm

    Sebetulnya pakai injeksi lebih karena terpaksa, dibandingkan mau memperkenalkan teknologi tinggi.

    Tujuannya agar kadar emisi gas buang lebih rendah.
    Akan tiba saatnya ongkos produksi Injeksi akan lebih murah dibanding membuat karburator.

    Dan ini bukan pilihan tetapi kewajiban motor anda harus pakai sistem injeksi elektronik.

    salam,
    bengkelsepedamotor

  4. Mei 30, 2008 pukul 12:02 pm

    injeksi?? keren UPTODATE tapi ya kendalanya mengenai perawatan gimana kalau macet di tengah jalan?? bengkelnya susah nggak ya?? kan jadi ribet tu.. Padahal di satu kota aja belum tentu ada 1 atau 2 bengkel yang bisa mengani kerusakan..
    WAH JADI RUGI DEH……

  5. Mei 31, 2008 pukul 4:51 am

    teknologi injeksi? weh baru denger saya πŸ˜€

  6. September 12, 2008 pukul 11:22 pm

    saya sih suka banget ma kehadiran supra injeksi”””””””””””””’

  7. November 12, 2008 pukul 5:22 am

    Injeksi ok tp asing bro

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: