Beranda > Informasi, jalan-jalan, Motor > Turing Jakarta-Jogja-Ngawi-Jogja Desember 2009

Turing Jakarta-Jogja-Ngawi-Jogja Desember 2009

Di akhir tahun ini saya turing lagi Jakarta-Jogja-Ngawi, kali ini ditemani Ki Joko Ireng.

Jakarta-Jogja

Bersama dengan dua teman (satu Pulsar satu RX King) kami start dari Cikarang tanggal 19 Desember jam 4 pagi(sebenarnya bukan Jakarta sih tapi kan ndak jauh-jauh amat dari Jakarta). Berbeda dengan tengah tahun lalu kali ini kami melewati jalur generik (baca: Pantura), perhitungannya jalur tengah yang bergunung-gunung akan menyulitkan di musim hujan seperti ini.

Tidak istimewa sih, berbeda dengan jalur tengah yang melewati Nagrek-Malangbong serta Banjar ke Timur yang cukup menantang karena berbukit-bukit, Pantura dikenal dengan jalur lempengnya. Ah tapi karena lempeng juga jarum speedometer bisa stabil di 90-100kpj. Jalur tidak padat termasuk di titik rawan macet termasuk di Cirebon.

Istirahat sebentar untuk makan di Tegal rasa-rasanya perjalanan ini jadi membosankan, berbeda dengan di jalur tengah dulu. Ah selepas Pekalongan memasuki Weleri baru ada sedikit hiburan, jalurnya mulai belok-belok.

Track selanjutnya adalah Weleri-Temanggung-Jogja. Jalur ini dikenal sebagai jalur truk kayu dan berkelok-kelok disarankan untuk tidak dilewati saat malam. Untungnya cuaca cerah sepanjang jalan menular ke jalur ini, tidak banyak halangan hanya banyak tikungan blind-spot yang perlu kehati-hatian ekstra.

Cukup 11 jam untuk menaklukan Cikarang-Jogja…

Jogja-Ngawi-Jogja

Saya menginap beberapa hari di Jogja sebelum melanjutkan perjalanan ke Ngawi pada tanggal 23 Desember dalam rangka merayakan Natal bersama sanak famili di sana. Tidak banyak yang menarik sih, toh perjalanan cuma butuh waktu 4 jam. Tapi yang mengasyikan adalah melewati Magetan-Sarangan-Tawangmangu.

Sewaktu kecil jalur Sarangan termasuk mengerikan, tetapi setelah menjajal sendiri ternyata tidak ngeri-ngeri amat. Yang lebih mantap tentu Sarangan-Tawangmangu. Jalannya mulus dan menantang hanya beberapa km dari Sarangan yang butuh perhatian karena aspal yang berjerawat.

Oh ya jangan lupa untuk berhenti dulu di Cemorosewu yang punya lansekap bagus, hanya hati-hati saja saat kabut turun, pandangan mata bisa-bisa hanya tersisa 15m saja.

Tapi kesialan akhirnya melanda, dari Tawangmangu hujan deras melanda, memaksa saya untuk berhenti. Begitu agak reda saya baru mulai jalan lagi. Namun hujan ternyata terus berlanjut dan terus bertambah deras sampai Solo…berlanjut hingga Jogja. Cukup untuk membuat saya bersin-bersin saat menulis postingan ini….

Iklan
  1. cotto
    Desember 28, 2009 pukul 9:12 am

    Pagi bro… selama di jalan ada masalah gak utk ke 3 motor tsb… trus berapa KM & BBM yg dilahap…? rencananya akhir tahun ini saya jg mau touring

  2. Desember 28, 2009 pukul 7:38 pm

    temanggung?tawangmangu kali bro

  3. MR
    Desember 29, 2009 pukul 5:21 am

    kalo Weleri-Temanggung-Jogja bener tuh
    tapi kalo Magetan-Sarangan-Temanggung…………kayaknya yang bener Magetan-Sarangan-Tawangmagu

    • Desember 29, 2009 pukul 4:54 pm

      ups sorry mas… saya betulin…

  4. Desember 29, 2009 pukul 12:53 pm

    Ho o..sampeyan klentu.temanggung niku cerak wonosobo to..pas grebekan teroris niku le..

  5. yudibatang
    Desember 29, 2009 pukul 10:59 pm

    Sekedar info untuk para biker pecinta touring… Pengalaman ini saya alami sewaktu sehabis menghadiri acara JAMNAS YAMAHA VIXION CLUB DIRagunan 18-20 Des lalu. kami dari YVC batang jawa tengah(4 motor) berangkat dari jakarta jam 4 sore,dikarenakan banyak berhenti dan hujan, rombongan kami sampai diderah Indramayu sekitar jam 12 malam. rombongan kami berhenti diPom bensin didaerah ntara Indramayu – Cirebon. dikarenakan motor saya ada sedikit trouble,sy mencoba mengetes motor sendiri (rombongan masih dipom bensin) dan berhenti dipinggir jalan sambil mengecek kondisi motor. tiba2 ada pengendara sepedamotor berboncengan (memakai motor bebek, memakai baju biasa dan sandal jepit,yang mbonceng memegang sesuatu yg disembunyikan dibalik baju diperutnya)berhenti disamping saya, dan menanyakan pertanyaan yang tidak masuk akal. ” mas..mas..kalau mau kepekalongan kearah mana ya?”..saya jawab : lurus saja pak, kalau bingung, mending bareng saya, karena rombongan saya juga menuju arah yang sama”. Siboncenger sudah mau turun dan mengeluarkan “sesuatu” dari balik bajunya. Untung rombongan saya yg dibelakang pas sampai ditempat saya berhenti. Tanpa babibu sipengendara bebek langsuk ngacir pergi. Saya baru menyadari kalau sipengendara bebek adalah orang yang berniat jahat. Untuk biker yang mau touring melewati jalur Indramayu – Cirebon (dimalam hari), lebih baik jangan sendirian, minimal 2 motor. Semoga Info ini bisa membuat para biker yg melewati jalur itu lebih waspada… Salam bikers..

  6. Desember 31, 2009 pukul 9:10 pm

    Ngawi… jadi ingat sama kampung halaman saya…. kota ngawi…. dari tawangmangu ke ngawi lewat jalur mana bro???? lewat magetan panekan kendal jogorogo langsung ngawi ato jalur laen????

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: