Arsip

Archive for the ‘Safety Riding’ Category

Lika-Liku Kemacetan Jakarta (guilty pleasure – 2)

Januari 8, 2011 8 komentar

Nikmat membawa sengsara berikutnya adalah “ambil jatah orang lain”

Masih seputar improvisasi di jalanan. Kali ini kita lihat pengendara Jakarta yang menyerobot jatah orang lain mulai dari trotoar dan jalur busway.

Be a pedestrian, lewat trotoar

Pengendara motor di Indonesia mungkin adalah pengendara motor dengan refleks dan koordinasi gerak terbaik sedunia. Dengan waktu berpikir sepersekian detik, begitu melihat kemacetan di depan, yang terpikir adalah bagaimana untuk mengakali supaya masih bisa maju ( 🙂 ). Baca selengkapnya…

Lika-Liku Kemacetan Jakarta (guilty pleasure – 1)

Januari 7, 2011 8 komentar

Di depan traffic light

Kenikmatan yang membawa rasa bersalah, atau kesalahan yang membawa kenikmatan?

Pertama-tama adalah traffic light yang kerap jadi hujatan (aarrgghhh merah lagi!!!). Anak SD juga tahu kalau lampu merah artinya berhenti, lampu kuning hati-hati, dan lampu hijau jalan. Tapi hebatnya orang Jakarta dalam berimprovisasi membuat ruang baru aturan rimba di jalan ibukota. Baca selengkapnya…

Lika-Liku Kemacetan Jakarta (prolog)

Januari 7, 2011 9 komentar

Macet - ngunci

Jakarta adalah macet, macet adalah Jakarta.

Keduanya adalah kawan lama sejak dulu. Weekend di Jakarta yang kita bilang sebagai Jakarta yang tidak macet-pun masih dianggap semerawut oleh teman saya dari luar kota. Tercatat Jakarta bisa lengang kalau libur lebaran, itupun hanya sekedar memindahkan penduduk (dan macetnya) keluar kota.

Karena identik dengan macet, penduduk Jakarta juga jadi familiar dengan semerawutnya Jakarta. Lantas ini semua menjadi budaya, budaya macet. Karena tiap hari disuguhi kendaraan yang berdempet-dempet berebut tempat di jalan, kemacetan jadi mengendap di pembuluh darah penduduknya. Berangkat pagi dengan kemacetan begitu juga dengan pulang. Uji kesabaran sudah menjadi makanan sehari-hari, jadi jangan heran kalau orang bule bilang kita orang sabar-sabar.

Tapi mari kita lihat detil-detil kemacetan yang kadang-kadang luput dari mata, dari kacamata biker yang beberapa kali menyenggol spion mobil di sebelahnya…

Belok Kiri Langsung…TILANG!!!

Oktober 22, 2009 20 komentar

Ah masih ingat dulu pernah tanya-jawab dengan pak pulisi polisi tentang ketentuan belok kiri langsung. Katanya belok kiri di seluruh Indonesia boleh langsung kecuali ada tanda ikuti lampu lalu lintas. Dan memang sih selama ini di jalanan, lajur kiri adalah lajur keramat, kalau di perempatan ndak boleh ditempati kecuali yang mau belok, nekat? Siap-siap aja diklakson dari belakang (atau malah diseruduk).

Sekarang tidak lagi… Baca selengkapnya…

Lajur Khusus Motor di Tol, Gimana Menurut Anda?

Juni 23, 2009 8 komentar

Ini adalah isu yang cukup hangat di kalangan bikers sendiri terkait dengan boleh tidaknya motor masuk di jalan tol. Sebenarnya ini isu yang cukup sering naik turun berhembus. Kalangan bikers sendiri ada yang mendukung salah satunya adalah komunitas Harley Davidson-HDCI (sini). Selanjutnya kita harus lihat keterangan di bawah ini tentang PP No.44 tahun 2009: Baca selengkapnya…

Memberi Petunjuk Jalan (bag. Ancer-Ancer)

Februari 16, 2009 3 komentar

Kalau sudah ketemu warung makan belok kanan, rumahku yang pagarnya dicat kuning

Sering pergi mengalami yang seperti ini? OK, kalau kita tidak tahu jalan ke satu tempat, kita cukup menelepon yang empunya tempat dan meminta yang namanya “ancer-ancer”-atau petunjuk jalan.

Tapi kita sering mengalami ancer-ancer yang diberikan kurang jelas atau mencolok, sulit diingat bila kita hendak pergi ke sana lagi, dan semacamnya. Nah lalu bagaimana tips soal berancer-ancer ini? Monggo… Baca selengkapnya…

Dan Fakta Bicara (Soal Jalur Khusus Motor)

Desember 19, 2008 4 komentar

Dan setelah saya membuat polling soal keberadaan jalur khusus motor (meskipun hanya sedikit yang mengisi) setidaknya ada gambaran mengenai pendapat orang-orang mengenai jalur khusus motor dan hasilnya:

Dari total pengisi polong polling dua kubu yang sama kuatnya adalah yang sutuju dengan penggunaan separator dan yang satu lagi merasa tidak perlu dengan jalur khusus motor(sama-sama 5 orang yang mengisi).

Memang tidak banyak tetapi paling tidak ada gambaran kalau memang masih ada orang yang setuju dengan penggunaan separator (ala busway mungkin) dan di sisi lain ada juga yang merasa jalur khusus motor tidak perlu sama sekali. Dua pendapat ini saling bertolak belakang (melihat kasus busway) dan sepertinya kalau dilihat lebih jauh lagi bisa bikin bingung. Baca selengkapnya…

Belum Hilang Konsentrasi Sebelum Berkendara

November 12, 2008 18 komentar

Pernah saya mengalami saat setelah keluar dari warnet demi merampungkan misi di blog ini saya langsung menaiki motor saya. Sebelumnya saya sudah nongkrong di depan layar komputer warnet tersebut selama satu setengah jam. Nah dalam perjalanan saya seakan masih ling-lung dengan keadaan sekitar. Untung saja saat itu jalanan sedang sepi, alhasil saya masih diberi kesempatan untuk sampai di tujuan dengan selamat.

Pernah mengalami hal yang sama? Setelah melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi, anda beralih ke kegiatan lain dan anda kesulitan untuk berkonsentrasi pada kegiatan tersebut? Saya tidak berhasil mendapatkan refrensi di internet mengenai hal ini, namun mari saya bahas, meski terbatas…

Saat kita melakukan suatu kegiatan, otak kita akan bekerja dan fokus pada kegiatan tersebut. Fokus yang tinggi pada otak tentunya perlu pada kegiatan tersebut. Namun masalahnya adalah ketika kemudian kita beralih pada kegiatan yang lain, kita kehilangan konsenstrasi. Baca selengkapnya…

Menurut Anda Berapa Batas Minimal Menjadi Boncenger

Oktober 30, 2008 8 komentar

Image Hosted by ImageShack.usTerkadang saya melihat satu keluarga dibawa semua dalam satu motor. Sang bapak pegang kendali, dibelakang ada istrinya plus satu orang anak di antara sang bapak dan ibu, biasanya lagi ada yang ditaruh di depan sang bapak. Saya jadi bingung anak sekecil itu kok sudah ditempatkan di area yang berbahaya seperti jalanan di Indonesia ini. Jadi menurut anda berapakah umur minimal bagi seorang anak untuk menjadi boncenger?

Anak kecil pada umumnya memiliki refleks yang baik terhadap kondisi jalan raya. Namun mereka dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan seseorang untuk benar-benar fokus pada jalan di depannya. Meskipun yang menjadi pengendali bukan dia (jelas) namun tetap sebagai pembonceng harus tetap memiliki kesadaran akan keadaan jalan. Baca selengkapnya…

Tabloid Tanpa Kesadaran Riding Education

Agustus 1, 2008 14 komentar
Terpaksa tidak saya sertakan sumbernya karena masalah etika

Terpaksa tidak saya sertakan sumbernya karena masalah etika

Saya terhenyak saat melihat gambar ini. Seorang pembalap liar mengendarai motornya dengan gaya khas pebali. Selintas memang biasa, mungkin anda mengira ini gambar dari sebuah berita mengenai kasus balap liar, namun salah ini adalah gambar dari ulasan di sebuah tabloid tentang korekan balap liar. Dan seperti tanpa rasa bersalah, tabloid tersebut menjelaskan dengan gamblang tune-up yang dilakukan tanpa ada ulasan sedikitpun mengenai “kesalahan” dalam gambar.

Miris bukan? Sebuah media massa yang kemudian menjadi alat penghubung antara kejadian dengan masyarakat tidak mampu mengedukasi masyarakat, selayaknya sebuah media massa. Dan lagi bukan hanya satu artikel saja dalam satu edisi. Namun ada sekitar dua artikel yang memiliki nada yang serupa. Baca selengkapnya…