Beranda > econo riding, Informasi, Motor, Safety Riding > Lika-Liku Kemacetan Jakarta (guilty pleasure – 1)

Lika-Liku Kemacetan Jakarta (guilty pleasure – 1)

Di depan traffic light

Kenikmatan yang membawa rasa bersalah, atau kesalahan yang membawa kenikmatan?

Pertama-tama adalah traffic light yang kerap jadi hujatan (aarrgghhh merah lagi!!!). Anak SD juga tahu kalau lampu merah artinya berhenti, lampu kuning hati-hati, dan lampu hijau jalan. Tapi hebatnya orang Jakarta dalam berimprovisasi membuat ruang baru aturan rimba di jalan ibukota.

Pertama-tama adalah berhenti di depan garis. Selama saya ada di Jogja, tidak ada motor yang berhenti di depan garis putih di persimpangan. Terlepas dari polisi Jogja yang teliti soal motor (knalpot, spion, sein) tapi di persimpangan tanpa polisi warga Jogja terbiasa berhenti di belakang garis, rapih, bahkan menginjak garisnya saja tidak.

Di Jakarta, berhenti di belakang garis bukan perbuatan yang mulia terutama di persimpangan yang ramai. Mau coba? Dijamin suara klakson dari motor belakang anda akan berbunyi, menyuruh anda untuk maju ke depan, memberikan tempat untuk raturan motor di belakang untuk maju sekian meter.

Traffic Light Jogja

Di traffic light, motor akan merangsek maju ke depan, mengisi setiap sela yang masih bisa ditempati. Terkadang kita maju melewati traffic light sehingga kita tidak bisa membaca sinyal lampu. Satu-satunya cara untuk tahu apakah sudah hijau atau belum adalah menunggu klakson kendaraan belakang dengan interval 1 detik saja dari lampu hijau menyala.

Yang berikutnya adalah improvisasi lampu merah. Di Jakarta (terutama di beberapa persimpangan) lampu merah artinya kalau kendaraan dari arah lain belum maju sikaattt. Ini biasanya terjadi saat jeda lampu hijau ke merah dari arah lain. Praktek yang familiar buat saya ada di Srengseng Jakarta Barat, perempatan besar dengan volume kendaraan yang ramai.

Improvisasi traffic light membawa kenikmatan-membawa rasa bersalah juga. Terkadang kita bingung ingin jadi lurus atau mengikuti arus…

Iklan
  1. lae togar anak medan
    Januari 7, 2011 pukul 8:12 am

    petromax bah. lama zekali muncul bro.

  2. Januari 7, 2011 pukul 9:33 am

    Di persimpangan blok M – CSW para biker kadang disuruh maju ke depan ama pak polisi agar kendaraan yg akan belok ke kiri bisa lewat πŸ˜€ Jumlah kendaraan udah kelewat banyak, sedangkan infrastruktur tidak memadai.

    • Januari 7, 2011 pukul 9:38 am

      begitu juga dengan persimpangan Pancoran bung, masalah macet di Jakarta sama mawutnya dengan rambutnya Bob Marley

  3. Januari 7, 2011 pukul 10:33 am

    daerah kuningan , senayan , mampang ,sudirman , dan masih banyak lagi daerah2 yg laen klo udah sore pd mulai pulang jam kerja , aduh parah deeh , macet parah bro ?

  4. Januari 7, 2011 pukul 4:25 pm

    absen saja di warung yang udah lama gak buka

  5. nd
    Januari 7, 2011 pukul 9:46 pm

    welcome back bro fanderlart..

  6. gogo
    Januari 9, 2011 pukul 6:12 pm

    begitulah keadaaanny.. miris dah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: