Beranda > brotherhood, Informasi, Marketing, Motor > Ndobozz Soal Motor Nasional…(part 4-akhir) Ketika Motor Nasional Bukan Lagi Mimpi

Ndobozz Soal Motor Nasional…(part 4-akhir) Ketika Motor Nasional Bukan Lagi Mimpi

Yuk mari kita berandai-andai lagi masuk ke alam mimpi, seandainya memang motor nasional bukan lagi mimpi…

Wacana alih teknologi sudah diterapkan, pemerintah sudah support, para praktisi sudah berembuk, motor nasional sudah mbrojol, konsumen Indonesia dapat mainan baru. Lantas apa? Apa yang bisa kita lakukan dengan si motor nasional ini? Sebab tanpa konsumen segala proyek dobosan ini cuma jadi peserta penggembira pasar yang akhirnya kalah juga…terus?

Motor Jepang adalah tolok ukur motor produksi masal

Bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia, pabrikan lokal suatu negara yang bisa mengimbangi penjualan motor Jepang berarti bisa hidup, kalau masih kalah jauh? Berarti tunggu dulu niatan untuk ekspansi penjualan kemana-mana. Contoh yang baik lihat produksi motor lokal di India.

Di Indonesia? Tidak ada yang bisa mengalahkan penjualan the big four. Motor nasional yang digadang-gadang sejatinya tetap sulit bersaing di medan tempur seperti ini. Maklum kita terbiasa dimanja dengan produk-produk luar, sehingga embel-embel lokal jadi semacam nila setitik di susu sebelanga, buktinya banyak produsen enggan mengimbuhi barangnya dengan embel-embel produk lokal.

Pemerintah bisa saja memberikan insentif pajak, subsidi biaya parkir, serta banyak kemudahan lainnya dalam menjual motor nasional. Tetapi pada akhirnya ini semua kembali pada kita…

Cintailah produk-produk Indonesia…

Tonton Metro TV dan temukan kata-kata di atas di salah satu iklan yang sering wara-wiri. Pesannya jelas baik tetapi tampilan iklannya kurang baik (kalau tak mau dibilang buruk) barangkali untuk menghemat biaya…

Mencintai produk nasional ternyata bukan terletak pada seberapa besar valuenya, seberapa layak dia dibeli. Murni karena cintalah orang Australia membeli Holden yang terkenal boros, orang India selalu mendahulukan produk asal negaranya, itulah kenapa di India muncul Hero Honda dan Maruti (Suzuki). Semata-mata karena cinta saja…

Sederhana tapi sulit

Kalau kita bilang ternyata motor nasional ini buruk rupa, karena cinta kita bisa bilang kalau proses alih teknologi desain masih berproses. Kalau ternyata motor nasional ini kalah tarikan dengan motor Jepang, katakan pada diri sendiri kalau para ahli RnD sedang berjuang membuat mesin yang bagus. Kalau harganya lebih mahal ketimbang motor Jepang, katakan kalau apa yang saya kendarai adalah kebanggaan saya…

Bukan berarti kita buta dan tidak kritis, mencintai sebuah produk yang masih bayi berarti memberi kesempatan dia berkembang, memberi kesempatan untuk jatuh lantas berdiri lagi lalu berjalan dan berlari. Bayi yang merangkak dapat berjalan setelah dituntun. Kita semua yang menuntun…kita semua yang akhirnya melepasnya lalu membiarkan dia berlari supaya bisa menghadapi dunia…

Kita semua itu ya pemerintah, para praktisi, dan orang-orang yang membaca tulisan ini… jadi kapan kita mulai?

Dobosan selesai…

  1. IAn
    November 3, 2009 pukul 10:04 pm

    mo nambahin sedikit mas bro tentang nasionalisme terhadap produk nasional…

    kita dapat mencontoh masyarakat korea…
    jaman dulu mana ada dari kita yang percaya pada produk korea seperti SAMSUNG, HYUNDAI
    tapi sekarang produk tersebut sudah mulai bisa atau malah bisa mengimbangi produk JEPANG…

    hal ini di karenakan masyarakat KOREA sangat mencintai produknya sendiri atau boleh dibilang mereka sangat membenci produk JEPANG karena memiliki sejarah yang buruk dengan jepang (sepertinya kasus penjajahannya juga sama dengan INDONESIA, tp mungkin bangsa INDONESIA merupakan bangsa yang pemaaf) jadi masyarakat KOREA tetap mencintai produk sendiri walaupun kualitasnya masih di bawah produk jepang..

    tapi dengan adanya dukungan dari masyarakat produk-produk mereka dapat berkembang dan memiliki dana untuk terus melakukan RnD sehingga sekarang produk mereka sudah bisa disejajarkan dengan produk Jepang dalam hal kualitas…

    JAdi Cintailah produk dalam negri agar produk dalam negri bisa berkembang dan bisa disejajarkan dengan produk2 berkualitas dunia…

  2. November 4, 2009 pukul 8:09 am

    wah kena sendiri nie…….!!!!!
    saya pribadi masih belum bisa melakukan hal2 yg diats itu!!
    semoga motor nasional lebih maju lagi

  3. November 4, 2009 pukul 11:00 am

    INDONESIA TU IBARAT NONTON BOLA, YG MAIN 11 ORANG, YG NONTON SELAPANGAN. MASIH MENDING KALO GAK RUSUH. LIHAT BRITA HAMPIR TIAP HARI `MAHASISWA TAWURAN, MABUK`
    bahan nya improt semu gimane gak mualhal

  4. November 4, 2009 pukul 11:42 am

    gimana mau mencintai produk dalam negeri, wong produknya ngak kompetitif.

  5. embuh
    November 6, 2009 pukul 8:00 am

    ada harapan mas 2011 . akan ada mobil merk SM. mudah2an gada halangan jadi bisa segera dipasarkan

  6. anak kecil
    Desember 27, 2009 pukul 3:56 pm

    samnde… pasti ada harapan…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: