Beranda > Informasi, Marketing, Motor, Motor Baru > Mengintip Calon Jagoan TVS di Kelas Skuter

Mengintip Calon Jagoan TVS di Kelas Skuter

Scooty Pep+

Setelah bermain dengan bebek dan sport, TVS mencoba peruntungan dengan mengincar celah skuter di Indonesia. Seperti yang dikutip dari sini, TVS berencana memasukkan skuter ke Indonesai 2-3 tahun yang akan datang. Seperti apa yang akan dimasukkan? Mari sebelumnya kita intip produk mereka di negeri Bollywood.

India tidak banyak memiliki line-up skuter, dominasi motor sport mengalahkan pamor skuter. Tapi kalau saya lihat skuter di sana dikhususkan untuk pengguna kaum hawa. Untuk TVS, mereka memiliki line-up skuter yang dinamakan Scooty.

Ada 3 tipe Scooty: Pep+, Streak, dan Teenz

Scooty Pep+

Motor ini sangat cewek, bentuknya membulat, tidak ada sudut-sudut runcing. Kapasitas mesinnya juga imut-imut dengan besar 90cc. Motor ini memang diperuntukkan untuk wanita yang tidak doyan ngebut dan penggunaannya sebatas di dalam kota (memang kodrat asli skuter begitu kok hehehe). Oh ya pilihan warna untuk Pep+ banyak sekali, total ada 99 macam.

Scooty Streak

Basisnya sama dengan Scooty Pep+ hanya saja Streak dibuat lebih sporty. Mesin masih sama dengan Pep+, target produk ini lebih ke wanita yang dinamis (meskipun hanya untuk ke pasar, hehehe).

Scooty Teenz

Saya tidak tahu dasar penggunaan kata “Teenz” di sini, apa memang motor ini khusus untuk anak muda atau karena mesinnya lebih kecil? Mesin yang digunakan bisa dibilang seadanya dengan kapasitas 60cc. Soal model rasanya lebih kaku ketimbang Pep+ dan Streak, sebuah downgrade mungkin? Oh ya Teenz juga memiliki varian mesin elektrik yang ramah lingkungan.

Efektifkah?

Semua line-up skuter TVS punya kiblat ke skuter-skuter Eropa yang gendut dan lingkar rodanya kecil. Masalahnya… pasar membuktikan tipe skuter seperti ini tidak begitu diminati oleh orang Indonesia. Juga penggunaan skuter di sini lebih dinamis ketimbang di India sana (mungkin), yang jelas ada orang yang bepergian di atas skuternya >100km per hari, jadi penggunaan mesin <100cc bisa dibilang kurang memadai.

Masih ada waktu

Kalau berpegang teguh pada 2-3 tahun lagi masih ada waktu buat TVS untuk mendevelop sendiri skuter khusus untuk Indonesia. Ya bikin bebek saja dijabanin, masa skuter ga bisa kan? Sebagai kiblat tentu saja skuter bebek ala Asia Tenggara.

Oke selamat berjuang deh TVS, semoga divisi RnD anda sukses, ngomong-ngomong kapan Flame keluar nih???

Scooty Streak

Scooty Teenz

nb: situs TVS Scooty

Iklan
  1. September 10, 2009 pukul 8:46 am

    wah kalo bentuknya zeperti ini ngak bakalan laku kayaknya tvsnya. tvs kayaknya harus berani beralih kiblat ke arah motor nippon. atau sekalian aza buat inovasi baru kayak rocks 125.

  2. Mr_lOng'S
    September 10, 2009 pukul 9:30 am

    Yupz S7
    klo pke ban kecil ky gtu psti krng di minati oleh konsumen di INA..

    truz mesin jga di upgrade jdi 125cc n ksh nama Baby Apache ki joko areng..
    He.He.He

  3. adiet
    September 10, 2009 pukul 10:42 am

    wah kalo modele kayak gt apa laku,?klo bannya aja segede itu pa co2k ma jalan indonesia?wong lobang2 dijalan aja lbh gede dari bannya,,ho2,,naek mio aja kayaknya udah kcl bgt bannya?tiap ada lobang,njeglug,,,hehe
    modelnya gitu jadi inget Qingqi hehee
    Cmiiw

  4. September 10, 2009 pukul 1:23 pm

    @all
    ya jangan sampai senasib dengan Kymco, sekarang malah ATPMnya dah tutup. Masih ada berapa tahun lagi lah jangan buru-buru, pelajari pasar dulu

    @Adiet
    modelnya familiar ya…

  5. Tulus Budi
    September 10, 2009 pukul 1:54 pm

    pasti TVS Indonesia membuat design baru….. ga mungkin ngambil dari yg di india, cause kiblat skutik mengarah ke Thailand di india hanya mongtor batangan….

  6. adiet
    September 10, 2009 pukul 5:38 pm

    hehe,,,orang indonesia sekarang kritis soal desain lho om,,coz dengan harga yang sama,,level yg sama,,pasti performa mesin ga begitu signifikan bedanya,,,

  7. sabdho guparman
    September 10, 2009 pukul 6:40 pm

    lain ladang lain belalang . . .
    kalau masalah skuter customer indonesia punya selera sendiri dan tidak berkiblat ke eropa, jadi kalau tvs maksa menurut saya lebih baik sempurnakan apachenya yang sudah mulai diterima di sini.
    memang “kue” skuter bikin ngiler semua atpm adalah kenyataan yang harus dipelajari juga se. . . . . ( halah sok ngerti ae . . . . )

    keep brotherhood,

    salam,

  8. September 10, 2009 pukul 7:50 pm

    @Tulus Budi dan Sabdho
    ya kalau melihat TVS yang bahkan membuat produk khusus Indonesia (Rockz dan Neo) sepertinya skuter mereka akan berkiblat pada skuter bebek pada umumnya.

    @Adiet
    kalau kita lihat soal model juga, apa yang bisa diterima di sini cenderung konvensional juga ya bro? Kita lihat Absolute Revo dan Blade…

    • September 11, 2009 pukul 7:49 am

      modelnya konvensional karena terlalu lama pabrikan skutik merk jepang berkiblat ke thailand, padahal skutik merk jepang yg beredar di vietnam dan singapura misalnya macem2 modelnya

  9. adiet
    September 11, 2009 pukul 3:34 am

    ho oh bro,,,tipikal orang indonesia yg g neko2,,hehe,,
    klo ada yg bli ato g si tetep ada,,tp pa sbanding ma biaya prod???heee
    matic wlopun porsinya gede tapi susah lho ikut masuk ke pasar,,hoho,soalnya “daur hidup produknya” pendek,,

  10. September 11, 2009 pukul 7:47 am

    mudah2an desain skuternya spt kymco, yg mengutamakan kemudahan, isi bensin gak usah buka jok, tangki bensin minimal 5lt, bagasi besar spt kymco TrendSR, ada tachometer(RPM), lampu udah H4 kaya mobil, mesin 125cc, baru gw minat,
    skutik merk jepang design thailand, fitur kenyamanannya minim, malah ditambahi vibrator, kok gak ada yg sehalus kymco ya,
    payah…

  11. September 11, 2009 pukul 8:24 am

    @Bennyps
    Sebenarnya fakta membuktikan model-model skuter eropa tidak begitu diterima di sini. Dari sisi kenyamanan juga banyak orang bilang kalau lingkar roda kecil menyusahkan di jalan Indonesia (banyak lubang), otomatis mindset orang sudah terbentuk. Makanya pabrikan tidak mau ambil resiko tidak laku (lah wong tujuan utamanya ambil margin)…

    @Adiet
    Yap, dan kembali tergantung pabrikan lagi, mau ga nekat produksi produk yang “neko-neko”?

  12. Tulus Budi
    September 11, 2009 pukul 8:53 am

    yahhhh sapa tau TVS indonesia malah bikin bebek ber-CV Matic mendahului Honda Jepun khan mangstabsss tuhhhh….. (tapi masalahnya CV Matic dah di-patenkan ama Honda Jepun….), ato malah dual Clutch di TVS Apache ?????, nahhhhh itu baru inovasi……

  13. yahonsuwakanja
    September 11, 2009 pukul 9:32 am

    wah…dikirain motor listrik…imut banget…

  14. artikelislami
    September 11, 2009 pukul 11:07 am

    Ga minat ah…

  15. September 11, 2009 pukul 11:10 am

    kekna mini banget yah modelnya

  16. Laksito
    September 14, 2009 pukul 5:32 am

    Nuwun sewu,

    elek ….

  17. September 14, 2009 pukul 6:21 am

    @all
    wah modelnya memang susah diterima…halo TVS, batalkan saja Scooty-nya…

  18. September 14, 2009 pukul 1:48 pm

    mirip betrix (bebek eletcrix) om…

  19. Riko supriyanto
    September 15, 2009 pukul 3:51 pm

    kalo mau main skutik TVS jgn bulet2 masukin model yg di INDIA disini harus minimal velg 14″ dan ramping, speedo jgn lupa harus digital,dan cc 125-150 kalo perlu radiator..siapa berani bikin,

  20. September 15, 2009 pukul 9:12 pm

    kalo ini mah corongnya pabrikan mana ya?wekekekekeekekekkek…
    salam kenal bro..

  21. adiet
    September 15, 2009 pukul 10:16 pm

    om giri,,haio senenge nyorong2ke,,hee

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: