Beranda > Informasi, Marketing, Motor > Bebek Entry Level-Keajaiban Sebuah Produk “Aneh”

Bebek Entry Level-Keajaiban Sebuah Produk “Aneh”

Artikel ini saya dedikasikan untuk Yamaha Vega ZR…

Mengingat beberapa waktu lalu, dimana Vega ZR masih mengawang-awang sampai keluarlah spy shot motor ini. Reaksi soal Vega ZR kebanyakan mengarah ke satu hal: tampang jelek. Tanpa mengabaikan ada unsur subjektifitas soal tampang, tapi mari kita lihat secara objektif.

Lampu sein diwarnai kuning, jadi teringat masa-masa tahun 2000-an awal. Waktu itu memang masih ngetrend, tapi motor sekarang sudah lama meninggalkan itu. Bahkan pendahulunya, Vega R masih terlihat lebih cakep dengan lampu sein bening plus mika pelapis tambahan. Bentuk lampu belakang Vega ZR juga tidak singkron dengan desain keseluruhan, seperti ditempel begitu saja, tambahan lagi panel informasi Vega ZR minus indikator presneling. Bahkan walaupun Vega R sudah basi tetapi masih terlihat manusiawi ketimbang Vega ZR.

Soal power, yah dengan selisih 5cc, Vega ZR punya power yang sama dengan Vega R: 8,8 hp. Bahkan ketika di tes di sini Vega R mengalahkan telak Vega ZR. Soal keiritan diklaim lebih irit, kalaupun benar beda antara 110-115cc sepertinya tidak jauh.

Masalahnya, penjualan Vega ZR tidak se-old school tampang dan performanya. Absolute Revo dari Honda memang bisa membukukan penjualan tertinggi sampai semester pertama, tapi posisi kedua ditempati Vega ZR dengan selisih 17% saja. Ini mengherankan, kalau kita lihat secara objektif Vega R lebih layak ditempatkan di sini.

Mengapa?

Soal advertising kita lihat Yamaha lumayan gencar dengan iklannya yang minus Komeng. Pesannya jelas lebih tangguh sekaligus lebih irit. Dan di Indonesia yang namanya iklan bisa menjadi kekuatan yang hebat. Dan apakah itu berarti advertising Vega ZR nyantol di masyarakat, bisa jadi.

Masalah harga juga, Vega R dan ZR sama-sama dibanderoli Rp 11,8 juta, lantas? Yah dengan harga yang sama kita bisa mendapat produk yang lebih baru, hebat kan?

Tapi bukannya produk barunya lebih jelek dari produk lama?

Ya balik lagi ke soal advertising lagi…

Tambahan lagi dilihat dari kasus Vega ZR ini Yamaha sudah mendapat fans fanatiknya. Apapun motornya yang penting Yamaha, jadi ingat Honda kan? Loyalitas konsumen kepada Yamaha sudah terbentuk, jadi lebih mudah juga Yamaha menyebarkan jala ke konsumen.

Jadi ingat Honda? Iya…tapi daripada Vega ZR saya lebih milih Vega R tuh…

  1. V-ultimateride
    September 9, 2009 pukul 8:14 am

    Yg penting si jadul zr gak minum pertamaxxx

  2. diar
    September 9, 2009 pukul 8:18 am

    jadi inget temen saya, dia beli Vega R terus dimodif. nggak berapa lama sang ayah beli motor juga dan mereknya………………Vega ZR…!!

  3. September 9, 2009 pukul 8:44 am

    wuih.setuju bro fander. kalo di kazih pilihan, lebih baik pilih vega r yang 110 alias zaman baholak daripada vega zr zekarang kayak motor zaman batu. sorry ya, memang kenyataan kok. saya lebih respect ke vega 110. vega zekarang, topspeednya pun tak ada, kurang responsif dan yang buat ilfilllll yaitu, body dan bentuknya kayak motor zaman batu.

  4. urban
    September 9, 2009 pukul 8:51 am

    “Soal power, yah dengan selisih 15cc, Vega ZR punya power yang sama dengan Vega R: 8,8 hp”.
    Koreksi, bro, selisihnya 5cc, bukan 15cc.

  5. September 9, 2009 pukul 9:04 am

    @Urban
    Ow makasih revisinya…

  6. September 9, 2009 pukul 9:06 am

    @Diar
    Bapak anak selera beda hehehe

    @Lae Togar
    Yamaha belum berani discontinue Vega R nih, apakah karena menyadari fakta Vega ZR kurang berkualitas???

  7. Mr_lOng'S
    September 9, 2009 pukul 9:33 am

    Sembilan gw ma bung Fanderlart
    Iya
    gw jga ngerasa gtu
    bukti ny bnyk tmn gw lbh memilih beli (beli dlm kondisi baru bukan second) Vega R di banding ZR
    perbandingan ny mngkn 7:3..
    Dan alasan ny sprti yg di atas2 gw ini blng..

  8. adiet
    September 9, 2009 pukul 10:04 am

    hoho,,,mungkin pengen meraup konsumen agak banyak dan berbeda di segmen yang sama

  9. toresz
    September 9, 2009 pukul 10:23 am

    Yamaha identik dgan sang juara valentino di moto gp, jadi biar naik vega zr asal yamaha dah serasa kaya M1 NYA rosi, motor jadul tp tetep laris

  10. masboy
    September 9, 2009 pukul 10:24 am

    buang aja, bosen ama bebeks.. perusak image roda 2, bagusan sepeda malahan..

    • September 10, 2009 pukul 7:22 am

      Ya udah beli sepeda aja sono..
      Asal njeplak kalo ngomong..

  11. dian
    September 9, 2009 pukul 12:30 pm

    yamaha beda bgt ama Honda pergerakannya. semakin lama semakin mundur. klimaxnya ya di Vixion. Kesininya semakin jadul aja. kemana Ruh yamaha yg dulu.
    Honda keliatan bgt semakin kesini semakin bagus. produk2nya pun semakin berkualitas dan semakin jor2an dalam berinovasi.

    kayaknya slogan Semakin diDepan lebih cocok buat Honda daripada Yamaha.

    • September 10, 2009 pukul 2:46 am

      seribu 3 seribu 3 ayo beli..ayo beli…

  12. September 9, 2009 pukul 1:03 pm

    @Mr_Long’s
    tapi sayangnya kebanyakan konsumen lebih memilih ZR daripada R..

    @Adiet
    Menurut ane sayang kalau Yamaha kurang fokus dalam line-upnya. Seandainya memang mau meraih konsumen yang berbeda saya ga menemui perbedaan mencolok antara R dan ZR mas…

  13. apdri
    September 9, 2009 pukul 2:09 pm

    vega ZR apa ada versi CW… yang sering keliatan versi velg jari2…

  14. September 9, 2009 pukul 2:57 pm

    @fanderlart
    kalo aye pilih Suzuki Smash.titik.
    gak ikutan buka bareng AHM di Senayan? bro E.Setio Dewo ikutan juga kok..

  15. 212
    September 9, 2009 pukul 4:00 pm

    @urban
    menurut situs resmi ymki zr 113,7cc dan vega r 110,3 selisih 3cc sih bukan 5 cc

  16. September 9, 2009 pukul 11:23 pm

    @Apdri
    Cuma versi SW bro

    @Girifumi
    ane ga dapet emailnya nih.. Sabtu diajakin ikut launching Gila Motor, ikut ga ya belakangan lagi sibuk nih (sok mode:on)

    @212
    Yah ane ngeliat dari umumnya aja, makasih tambahannya…

  17. September 10, 2009 pukul 1:09 am

    mungkin versi bagusnya disimpan untuk facelift Vega ZR nantinya kale….

  18. adiet
    September 10, 2009 pukul 10:34 am

    @om fander:ni pendapat ane lho mas,subyektif,,
    mngkn vega zr disasar untuk market yg elegan,n vega r yg agresif dengan harga yg entry level,kalo jupiter target marketnya beda,proyeksi yamaha jupiter tu kayaknya untuk masuk dikelas 125cc.coz yamaha yakin mesin jupie masih sanggup berlaga di klas itu walo beda 15 cc,,,lha wong harganya juga tepaut jauhkan?
    cmiiw

  19. dian
    September 10, 2009 pukul 12:38 pm

    yg beli Vega ZR org yg kemakan iklan.
    Motor katrok kok dibeli. Klo gw suruh pilih ya mending Vega R.

  20. September 10, 2009 pukul 1:28 pm

    @Adiet
    sebenarnya sampai sekarang saya bingung market positioning dari R dan ZR, karena kalau mau dibuat elegan kan harusnya cc-nya tetap 110, yang dinaikin justru Vega R karena mengincar sisi agresif (walaupun jatuhnya mesin 110 mengalahkan 115)…ah bingung saya, mungkin pendapat bro Adiet ada benarnya juga

    menurut bro apakah Yamaha terlalu bernafsu di pasar 110-115cc karena di sini mereka punya 3 line-up sekaligus, Honda yang pasar utamanya disana saja cuma 2

  21. adiet
    September 10, 2009 pukul 5:33 pm

    menurut ane si jupie bukan disasar buat entry level,walopun bukan juga produk premiere,jupie dipertahanin karena nama jupiter z udah jadi icon yamaha,,,emmm,yang pasti g cuma yamaha yg bernafsu om,,smua pabrikan mtr pasti bernafsu dsni,,orang pangsa pasar terbesar kok,,

  22. nick69
    September 13, 2009 pukul 6:14 am

    zr?
    Hmm tampang/wajah zr menurut gw udah bagus..
    Lbh keren dr jptz atau vegar..
    Tp selain itu hancur smua..
    Just imo..
    Disadvantages
    -footstep pipa ditekuk,look cheaper n garing
    -lampu belakang jelek bgt
    -spedo cheaper
    -ga ada panel gigi
    -sein kuning
    -thinner arm
    -topspeed + tarikan kurang😛
    It has much lack anyway
    think twice bfore you buy and regret it..
    Go for vegar or something good one has to be better
    think about it

  23. atemo pawiro
    September 16, 2009 pukul 9:09 pm

    klo menerutku, vega ZR diluncurin tuk mengantisipasi blade/abs.revo, keduanya model baru, makae keluar ZR yang jg baru.berhub, vega R masih diminati makae tetep dipertahankan..

  24. Aryo
    September 20, 2009 pukul 5:11 pm

    Pake Vega ZR gak pantes jadi anak gaul. Vega ZR motor tampilan jadul.

  25. Boyosujancuk
    September 25, 2009 pukul 8:42 pm

    Tren mode trus berputar contoh aj pakaian yg jdul thn dpn jd tren yg skrng tren thn dpn jd jadul,dr sini bsa simpulkn yamaha brusaha merubah tren mode motor kembali keklasik yg lbh artistik drp design kompetitornya yg cpt membosankn dg desgn robot yg kaku

  26. Oktober 4, 2009 pukul 4:18 pm

    Aneh jg sih ,pendapat orang macem2 tp ni motor makin banyak aja di jalan..

  27. bwy_2
    Oktober 5, 2009 pukul 10:51 am

    yamaha sekarang jalan di tempat bro….jupiter aj gak ganti2

  28. mario_devan
    Oktober 6, 2009 pukul 2:00 pm

    selera orang kn beda2…
    bgi orng punk bju punk itu gaul..
    tpi lum tentu bgi orng lain

    http://www.Yamaha-friends.com

  29. cungkring
    September 19, 2010 pukul 2:04 pm

    vega zr susah d modifikasi
    udah gtu terllu rpi susah d servisny

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: