Beranda > Marketing, Motor > Mengapa Sport India Masih Pakai Rem Teromol???

Mengapa Sport India Masih Pakai Rem Teromol???

Masih ingat waktu Bajaj XCD keluar? Banyak yang menyayangkan motor sekeren ini masih pakai rem teromol di depannya, tambahan lagi pelek yang dipakai sudah Casting Wheel (CW). Weleh-weleh katanya orang jawa wagu, sudah pakai sepatu vantoufel kok pakai celana kolor hahaha, ga nyambung ya?

Oh ya kenapa ya? Kita lihat semua pabrikan di India punya line-up motor sport dengan rem teromol bagian depannya, juga sebagian sudah pakai CW. Asal tahu saja pabrikan Jepun di sini sudah meninggalkan rem teromol depan di sport sejak zaman Honda Win dan Suzuki A100 didiscontinue.

Yuk kita lihat motor-motor India yang jadi tersangka:

Bajaj XCD

Bajaj XCD

Hero Honda Splendor NXG

Hero Honda Splendor NXG

Honda Shine

Honda Shine

Suzuki Zeus

Suzuki Zeus

TVS Star City Sport

TVS Star City Sport

Yamaha Alba

Yamaha Alba

Jawabannya adalah India tidak kenal motor bebek? Loh kok?

Ya iya, di India pasar motor terbesar adalah motor sport atau mereka bilang “motorcycle”. Karena tidak ada bebek maka pabrikan India membuat motor sport murah meriah. Kebanyakan line-up motor sport dengan rem teromol di bagian depan berkapasitas 100-125 cc. Artinya bisa dibilang keberadaan motor sport macam ini adalah pengganti bebek layaknya di Asia Tenggara.

Lantas kenapa masih pakai rem teromol? Satu faktor yang bisa menjadi sebab adalah trend. Barangkali di sana masyarakat masih bisa menerima motor dengan rem depan teromol. Beda dengan di sini yang bebek saja sudah pakai rem belakang cakram.

Kedua masalah harga. Mengapa Bajaj bisa memproduksi XCD dengan harga sama dengan motor bebek? Ya salah satunya adalah minus rem cakram. Motor sport punya komponen yang lebih banyak daripada motor bebek, berarti biaya produksi lebih tinggi. Bajaj bisa saja memproduksi motor dengan rem cakram, asal bentuknya bebek. Tentunya ini perbandingan kasar karena motor di sana dijual lebih murah daripada di sini, barangkali harga bebek di sana cuma sekitar Rp 9 juta.

Iklan
Kategori:Marketing, Motor
  1. September 2, 2009 pukul 8:22 am

    lucu yakz motor zport gak pakek cuakrammm. wkwkwkkk

  2. sabdho guparman
    September 2, 2009 pukul 8:48 am

    lain ladang lain belalang.

    yang penting irit dan kejangkau ama masyarakat luas

    keep brotherhood,

    salam,

  3. nick69
    September 2, 2009 pukul 9:29 am

    Mungkin topspeed motorna cm 80kpj kali.
    wkwkw

  4. Laksito
    September 2, 2009 pukul 9:31 am

    Paket sosialis komunis

    hWakakak ….

  5. September 2, 2009 pukul 10:05 am

    @Lae Togar
    Imut-imut deh hahahaha

    @Sabdho
    Ya namanya juga motor “massal” sejenis deh sama Supra Fit

    @Nick69
    XCD sampe 90 kpj lho…

    @Laksito
    ga lah, kalo punya duit banyak kan langsung mboyong Pulsar atau Apache, hahahaha!!

  6. 212
    September 2, 2009 pukul 10:23 am

    ciri khas motor india rante pake tutup plus dikasih tralis besi biar yang mbonceng pake kain sari gak kesrempet

  7. September 2, 2009 pukul 10:30 am

    @212
    Untuk tipe yang high-end (Pulsar 220, Apache 180, Honda Karizma) sudah ga pake tutup rantai-full. Oh satu lagi, motor sport di sana kebanyakan sudah pakai engine guard. Untuk sari guard barangkali sudah jadi regulasi di sana…

  8. giZmo
    September 2, 2009 pukul 12:07 pm

    untuk motor sport ringan, apalagi yg di indonesia (yg harga terjangkau). Penggunaan rem cakram (IMHO) lebih baik hanya dr segi estetika. Secara performa, penggunaan rem cakram belakang pd motor -dengan distribusi berat ke depan-tidak berpengaruh signifikan. Justru kalau terlalu pakem, bs berbahaya karena berisiko motor terpelintir karena ban mengunci.

  9. giZmo
    September 2, 2009 pukul 12:11 pm

    maksudku rem cakram belakang..

  10. sabdho guparman
    September 2, 2009 pukul 1:17 pm

    kemarin ane ke dealer bajaj yang di jalan gunung sahari, xcd 125 yang edisi cakram depan udah ada tuh, cuma diameter disc nya kayaknya terlalu kecil ( menurutku seh . . .)

    BTW yang tvs 125 ( flame kalau gak salah namanya ) jadi masuk mari gak ya ?

    keep brotherhood,

    salam,

  11. rudi
    September 2, 2009 pukul 1:49 pm

    tambahan, kayaknya semua motor yang ada digambar atas memakai tudung lampu ya? kenapa ya?

  12. September 2, 2009 pukul 3:33 pm

    @Sabdho
    belum ada kabar bro, terakhir katanya TVS mau ngeluarin skuter, kalau Flame kayaknya belum

    @rudi
    di India memang lebih familiar yang tipe ini, lampu tanpa tudung jarang

    • diar
      September 4, 2009 pukul 7:56 am

      mas gimana kl gini, bikin motor tp nggak pake tudung, gantinya pake rem cakram ? hehe

  13. adiet
    September 3, 2009 pukul 10:21 am

    hohooooo…mungkin masyarakat di sana nrimo,,,,hehe
    mungkin “terserahlah,,yg penting motorcycle”
    hohooh

  14. Alon2 Asal Kelakon
    September 3, 2009 pukul 8:57 pm

    Kenapa nggak bikin bebek aja ya? Kan repot tuh kalo bawa belanjaan,semisal ibu2 yg belanja ke pasar..minimal hruz ada sopirnya (secara tangan nggak ada yg nganggur)..
    atau kalau mau ya naik kendaraan umum ya..
    Kalau skutik ada nggak Om disana? Kayak di Eropa n Amerika dong nggak punya bebek.. Hihi
    Lgean mtr India mboseni..modelnya gitu2 aja 🙂

  15. Laksito
    September 3, 2009 pukul 9:20 pm

    @ GiZmo

    “Justru kalau terlalu pakem, bs berbahaya karena berisiko motor terpelintir karena ban mengunci.”

    Makanya Apache 180 uda pasang ABS ….

  16. Laksito
    September 4, 2009 pukul 12:44 am

    Sugeng enjing, Mas Fanderlart ….

    Nuwun sewu, nggih, Mas Fanderlart, metu soko topik ….
    Mas Fanderlart, koncokonco TVS arep nggae baksos kanggo korban bencana gempa Tasik, ora? Terus ene’ sing ngoordinasi nggo buka rekening utowo pos bantuan? sopho, yo? ne’ eruh, Tulung umumke ndi’ kene, dongx ….

    Matur Nuwun, ya, Mas Fanderlart ….

  17. diar
    September 4, 2009 pukul 7:55 am

    kl kata saya sih ini utk menekan harga aja. secara kebanyakan orang India kan pendapatannya nggak terlalu tinggi jadi disesuaikanlah, lagi pula kl liat jalanan india juga sering macet jg jd nggak bakal sampe top speed sdh hrs ngerem lg…ya udah tromol ae.

  18. September 4, 2009 pukul 8:20 pm

    Kalo ga salah di India ada juga motor bebek deh.
    Pernah liat di film India soalnya.

    *googling-googling*

  19. adiet
    September 5, 2009 pukul 4:37 am

    negara yg ga ada motor bebeknya : mesake

  20. September 6, 2009 pukul 8:23 pm

    @All
    Maaf baru bisa buka internet sekarang, kemarin-kemarin sibuk terus pulang malam, jadi ga sempet…

    @Diar
    Hmm, motor di sana 90% bertudung lampu, yang ga pakai tudung itu versi “sangat-sangat murah”-nya dan cuma sedikit. Produsen barangkali tidak mau ambil resiko dengan menghilangkan tudung dan mengganti dengan cakram.

    @Laksito
    Waduh sorry mas baru bales, ini saya belum ketemu sama anak-anak TMC

    @Dewo
    mungkin dulu ada tapi sekarang semua pabrikan sudah tidak punya line-up bebek lagi. Oh ya kemarin sempet ketemu Bajaj lama di jalan, namanya Bajaj Caliber…

  21. adiet
    September 6, 2009 pukul 8:33 pm

    om fander,,bajaj caliber tu yg 115 cc,bentuknya kayak thunder 125 ntu?

  22. September 6, 2009 pukul 8:53 pm

    @adiet
    bener mas, kaget juga waktu lihat gitu…dapet dari mana ya itu orang? Apa sempat masuk sini dulu?

  23. Laksito
    September 6, 2009 pukul 11:06 pm

    @ Fanderlart

    0jo lali, Pa’, ndi’ kene lha’ okeh, sieh, w0ng Indihe. Lha kui sing dodol karpet, meubeul, emas, perhiasan …. Sing nembang ndangdutan mbien, s0ph0 kui? Ashraff …. bojone BunCiL ( BCL ) lha’ y0 ( separo ) Indihe …. hehehehe ….

  24. September 6, 2009 pukul 11:11 pm

    @Laksito

    ealah nek kae kan wonge sing import, ha iki lho montore…
    pernah lihat Pulsar yang masih pakai lampu belakang non-LED? Dulu di Lampung pernah ketemu…

  25. ksatria_kambing
    September 8, 2009 pukul 3:08 pm

    XCD 125 baru udah pake cakram harga tetap om, 13.5jt

  26. September 10, 2009 pukul 4:20 pm

    oh, itu karena India punya falsafah pahe, paket hemat, teknologi pun harus hemat..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: