Beranda > brotherhood, Informasi, Marketing, Motor > Proyek Rossi Yamaha Sukses, Honda?

Proyek Rossi Yamaha Sukses, Honda?

Rossi memang punya sihir tersendiri untuk menarik banyak orang, ini dimanfaatkan Yamaha untuk menggaet konsumen lewat proyek imejnya. Kita tahu belakangan ini Yamaha sibuk dengan mengembangkan imejnya, mulai dari advertising yang berani sampai memasang Valentino Rossi berdampingan dengan Komeng.

Cukup sukses, buktinya tahun lalu Yamaha beberapa kali menjadi market leader dan April kemarin berhasil membukukan penjualan tertinggi. Kalau melihat beberapa tahun yang lalu Yamaha yang sekarang sudah jauh lebih perkasa, meninggalkan jauh Suzuki yang dulu membayanginya.

Honda jelas keringat dingin melihat pesaingnya, sampai mengeluarkan statemen yang cukup arogan: “Ya, paling mereka hanya akan bertahan sebulan karena bulan depan sih kita yang akan menang lagi.” (sumber: detik.oto). Kelihatan arogan tapi sebenarnya tersembunyi ketakutan.

Sudah bukan cerita baru kalau Honda kurang memanfaatkan momen MotoGp untuk promosi. Kemenangan Nicky Hayden 2 tahun lalu cuma sebatas dipasangi iklan di media cetak, lalu bless…hilang. Tidak ada penggarapan yang sempurna.

Memang kemenangan Nicky Hayden dilihat sebelah mata oleh para pengamat, juga sekarang dia sudah hengkang dari Honda. Tapi sekarang Honda masih punya Dani Pedrosa bukan.

Dilihat dari catatannya Pedrosa memang masih hijau ketimbang Rossi, track recordnya juga tidak segemilang Rossi-Stoner. Tapi paling tidak dialah pembalap paling potensial yang bisa digarap oleh Honda. Ambil saja kesetiaannya memulai karir di MotoGp lewat Honda sampai sekarang. Dan sebagai pembalap yang imut-imut pasti banyak cewek yang suka-ah tidak ilmiah. Tapi yang jelas masih banyak potensi yang belum tergarap.

Jadi ikuti saja perkembangannya, tidak usah muluk-muluk soal juara dunia, soal “kekerenannya” sajalah, siapa tahu banyak yang kepincut beli Honda karena kerennya Pedrosa…

nb: no offense buat penggemar Pedrosa…piss bro

  1. tores
    Mei 7, 2009 pukul 6:37 pm

    Kagak kreatif kalo ahm cm ngikut ymki dgn dtgin pemblap moto gp, emang sing yamaha gencar bget ngiklanin produknya dibnding honda tp mmg saat ni yamaha lg oke dlm balap entah motogp, bahkan di wbsk dgn ben spis yamaha mampu b’saing dgn ****ti dan tentu saja ikut mendongkrak image yamaha

  2. SkywaveR
    Mei 7, 2009 pukul 10:42 pm

    Yang penting..
    honda jgn
    ‘jual mahal’.
    jgn lebih menganak emaskan bangsa thai, kita jg harus diperlakukan sama.
    Motor baru di sono jg hrs ada di mari.
    CBR, Airblade itu aja yg kuminta..😦

  3. Andi Rokhman
    Mei 7, 2009 pukul 11:20 pm

    blade yg repsol edition kurang laku ya?
    masalahnya honda ga punya motor sport . kalaupun ada tu motorsport tanggung dan cruiser . keluarin lini CBR150 atau CBR125 . baru iklanin ama pedrosa🙂 .
    yamaha untungnya pny motorsport tapi naked dan bebek non-konvensional yg pny aura balap😀

  4. Andi Rokhman
    Mei 7, 2009 pukul 11:24 pm

    dan masalahnya lagi konsumen honda di indo bukanlah orang yg suka ngebut . yg penting motornya bagus, nyaman, aman, ga rewel, suku cadang melimpah, desain minimalis yang cocok kalau dikendarai keluarga, ga mbayangin ibu-ibu kepasar naik ninja😀 . ya begitulah . ide bagus kalo airblade masuk . kan skutik yang bnyk fitur dan nyaman . udah itu aja ga usa neko-neko .

  5. Toto
    Mei 8, 2009 pukul 4:25 am

    itulah tujuan “Yamaha semakin didepan”……..

  6. Mei 8, 2009 pukul 7:37 am

    Rossi ngiklanin Jupi MX tapi yg tambah laris Mio,😀
    Mana motor2 barunya YMKI masa cuman Vega ZR aja, capek deh!
    Katanya blog sebelah, stok di diler Honda kurang sehat, makanya dikurangi.

  7. Aa_Game
    Mei 8, 2009 pukul 8:14 am

    Mustinya YMKI melengkapi promonya dengan membuat grafis edisi FIAT Yamaha MotoGP, terserah d pasang dmana. Entah MX ato seri yang lainnya

    • Mei 8, 2009 pukul 4:39 pm

      Sepertinya udah tuh… MX striping Rossi, apparel edisi Lorenso dll.

  8. Lord Ubay
    Mei 8, 2009 pukul 11:15 am

    bukannya AHM ngeluarin produk repsol edition dengan tujuan seperti itu?

    • Mei 8, 2009 pukul 11:48 am

      Agak beda mas, soalnya tidak dibarengi penonjolan “sosok ikon”, ya tadi itu si Pedrosa…

      • 848
        Mei 9, 2009 pukul 7:34 pm

        Masalahnya peng “ikonan” Pedrosa sendiri memiliki sedikit banyak kendala.

        Salah satunya Pedrosa belum menjadi kampiun motogp dan nggak punya ciri khas. saat hayden juara 2006 ciri khas yang di dapat justru kontra produktif yaitu : alon rider.

        Permasalahan fundamental yang dialami honda tentang peng ikonan juga terbentur faktor eksternal. Oke kita tidak bicara Rossi yg memang sudah seperti Zidane di bola atau Schummi di F1. Kita bandingkan dia dengan Stoner dan Lorenzo yang seangkatan,

        Stoner-Ducati memiliki ikatan yg sangat kuat, sehingga ketika mengingat stoner otomatis nama ducati juga terbawa. Terlebih setelah menjadi kampiun dan mampu memenangi head-to-head dengan Rossi. Penjualan Ducati tidak saja eropa-amerika-australia, di indonesia pun penjualan ducati naik hampir 50% !

        Lorenzo kendati baru di yamaha, gaya membalap baik positif ataupun saat ia jumpalitan mampu mengikat hati penonton. Akibatnya ikatan Lorenzo-Yamaha saat ini berada di depan ikatan Pedrosa-Honda.

        Kendati memiliki segudang prestasi, Honda sendiri tidak memiliki figur utama bahkan di Tangan Mick Doohan sekalipun. Rasanya sulit menjadikan pembalap Honda sebagai sebuah Icon. Setidaknya untuk saat ini

  9. Mei 8, 2009 pukul 4:43 pm

    Jaman teknologi ya logikanya produk berteknologi tinggilah yang menang. Masyarakat kita jg udah mampu menilai…lebih dari sekedar market share mnurutku, so selama persaingan dua raksasa vendor motor berlangsung fair dan ‘merekrut’ orang Indonesia asli why not gitu loh?

  10. Onthel
    Mei 9, 2009 pukul 8:32 am

    honda gak akan bakal sesukses ymh kalau nonjolin ikon pedrosa.
    setidaknya bukan saat ini.
    kalau mau kayak jaman dulu, waktu si doel anak sekolahan lg ngetop trus kemana2 pake honda win, sekalian si doel jadi model iklan honda jg.

    sekarang hrs liat bintang dan acara yg potensial di tipi, kira2 mana yg segment nya masuk sama honda, agak konservatif tapi jg sesuai dg jaman. masukin deh tu motor dalam acara jg, dipake puter2 ke kantor atau terserah jalan cerita, pasti konsumen bakal terinspirasi.

  11. Mei 12, 2009 pukul 7:35 am

    Perlu dicoba tuh Honda bawa Pedrosa, tapi jangan nonjolin performa ato prestasinya dì motogp.,
    Bener kata bro Fanderlaart, mending manfaatin ketampanan Pedrosa yang ndak perlu diragukan lagi.,
    Gw aja pasang poster Pedrosa di toko gw, banyak pembeli yang nanyain kok.,
    Tu kan berarti sosok Pedrosa udah punya tempat tersendiri di mata masyarakat (pdhl tempat gw kampung)

    Coba aja Pedrosa disuruh ngiklanin maticnya Honda, Beat ato Vario ato matic barunya ntar..dijamin deh, bakal ngedongkrak penjualan.,
    Tapi ya kalo bocahe mau, susah laaah, pembalap kok disuruh jadi bintang iklan.,

    @4.andi rohman
    Mungkin yang bener ‘konsumen honda’ bukan ‘konsumen Indonesia’ yang ga suka ngebut..

  12. 4dw4rds
    Mei 12, 2009 pukul 2:47 pm

    klo gag salah yg bikin rossi hengkang dr honda krn statement: “Honda juara bukan krn pembalap yg hebat, tp krn motornya yg kenceng ?” kan yg didewakan motorya… klo tiba2 ngangkat pembalap GP buat iklan apa bukan brarti… njilat ludah ndiri ya.. hehe.. akhirnya mnt tlg pembalapnya jg..

    tp sbnrnya ga perlu repot2 dg iklan, asalkan honda ga pelit2 buat nelurin motor yg diimpikan masyarakat indonesia, seperti motor sport 250 cc yg keren modelnya, biar minim iklan kyk kawasaki toh pasti akan kembali jawara krn nama honda udah begitu tertanam di hati sbnrnya. so jgn sakitin hati rider dg model yg gitu2 aja…

  13. xb12
    Mei 12, 2009 pukul 6:38 pm

    masi ga yakin mas, pengaruh prestasi motogp atau ikonnya terhadap penjualan..

    ada yg punya data penjualan ducati waktu stoner juara? kenaikannya signifikan ga?

    trus waktu rossi ngiklanin mx sendirian, penjualan yamaha meningkat signifikan?
    waktu rossi duet dgn komeng di iklan mx, penjualan yamaha naik?

    ga ada peningkatan tuh.. yamaha stabil jualannya..
    penjualan di april bukan krn yamaha naik, tapi honda yg terjun bebas..
    monggo dicek data aisi jan-apr 2009..

    saia masi percaya ikon2 lokal.. dulu rano karno-mandra (honda), komeng-dedi mizwar (yamaha) dan basuki-mamiek (suzuki)..

  14. Nick 69
    Mei 14, 2009 pukul 3:14 pm

    Untuk honda bw pedrosa kekna bs merubah penjualan,
    Ya spt yg dikatakan bro fander n adicuzze,
    Tp bagaimana mungkin,
    Suport dana ip aja kaga,,
    (Hanya suport mental n doa doank)
    Palagi boyong daped
    Cepe deeh

  15. anto
    Mei 23, 2009 pukul 11:19 pm

    Seharusnya AHM pny strategy yg lebih bagus…mereka bisa kok harusnya….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: