Beranda > brotherhood, Hasil Pemikiran, Informasi, Marketing, Motor, Refleksi dan Berpikir > Apa Yang Anda Butuhkan Dari Sebuah Motor???

Apa Yang Anda Butuhkan Dari Sebuah Motor???

Image Hosted by ImageShack.us
Seringkali saya membaca komentar yang mengatkan bahwa motor ini kurang kencang lah, motor ini tidak keren lah, dan lain-lain. Uniknya adalah seringkali komentar satu dan komentar-komentar lain yang ada di bawahnya kontradiktif. Daripada ngurusin orang berantem saya lebih suka melihat makna dibaliknya, ada apa kok bisa berlainan?

Sepertinya ini kembali ke pertanyaan yang sangat sederhana; untuk apa anda membeli motor? Apa tujuannya? Apa kepentingannya? Pertanyaan-pertanyaan ini bukannya sangat mendasar bagi kita saat kita hendak meminang sebuah motor?

Kembali pada diri kita masing-masing, jelaslah kita memiliki alasan tersendiri saat kita membeli motor. Ada yang menggunakannya sebagai sarana usaha, ada yang menungganginya sekedar ke pasar dan mengantar anak ke sekolah, ada yang digunakan berjam-jam berkilo-kilo untuk pelampiasan hobi, ada yang membelinya dan langsung dimodif habis-habisan.

Banyak sekali motif bagi seseorang untuk membeli motor, tidak sama satu dengan yang lain. Bahkan mesikpun motifnya sama pasti ada alasan-alasan yang sangat pribadi dalam memilih motor; salah satunya adalah selera. Kenapa sangat pribadi, ya jelas selera adalah suatu hal yang tidak “fungsional”, terlalu sulit untuk dihitung secara ekonomi dan logika. Terlalu pribadi untuk diperdebatkan.

Maka dari itu kalau dilihat-lihat lagi, dilihat dari pilihan motor yang ada, jelas ada yang sesuai dengan pertimbangan kita dan ada yang tidak cocok. Kalau kita hobi turing lalu membeli skutik kok rasanya agak aneh, lalu menggunakan Ducati untuk antar pesanan rumah makan, kan tidak lucu. Inilah hasil pemikiran setiap orang, selalu berusaha mencari yang paling cocok.

Maka dari itu tidak usahlah kita berantem sekedar karena pilihan motor kita tidak cocok dengan orang lain. Soal satu motor itu worthed atau tidak ya anggap saja kembali ke soal selera, selera itukan sangat pribadi, tidak usah kita ganggu gugatlah keberadaannya. Kecuali memang anda niatannya promosi…

Iklan
  1. Oktober 20, 2008 pukul 11:27 pm

    Tidak hanya sekedar masalah “selera” saja, ada juga yang memang “hobi”, dosen ane punya 15 motor, MOGE kabeh, dan emang sehari-hari buat transportasi beliau.

    Nah berarti memang soal selera dong? Seleranya memang motor gede, terkait dengan macam-macam hal juga sih: gengsi, status, dll

  2. sinic
    Oktober 21, 2008 pukul 10:25 am

    Podium gak ya? Baca dulu aahhh….

  3. sinic
    Oktober 21, 2008 pukul 10:28 am

    Klo punya duit lebih mah, pasti pengen beli mobil dong. Tapi klo untuk kerja, lebih enak pake motor. Mobil mah dipake klo weekend aja, bareng keluarga.

  4. mig 29
    Oktober 21, 2008 pukul 10:36 am

    @3
    gak juga, ada juga memang hobi pke motor dan biker sejati. jadi punya duit tapi gak mau beli mobil, motor dah jadi life style gitu..!

  5. real_injektion
    Oktober 21, 2008 pukul 11:06 am

    Memang sangat erat sekali orang beli motor sesuai dengan selera dan kebutuhannya, tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa IMAGE atau BRAND suatu produk sangat menentukan. ada karena kepanatikannya terhadap suatu merk tertentu. dll tul gak….

  6. sinic
    Oktober 22, 2008 pukul 11:01 am

    @4
    Emang bener juga kata loe, bro. Tapi klo punya duit lebih, umumnya orang indonesia lebih memilih mobil (setelah punya motor, tentunya). Apalagi klo udah punya keluarga, biar bisa ngangkut orang banyak.

  7. Bikers
    Oktober 23, 2008 pukul 9:23 am

    Motor buat gua sarana transportasi, pendapat kalo punya duit beli mobil g rasa ga juga,ada tmn g total2 tabungannya 800jt-1M, (diluar rumah yg harganya 2M-an) mobilnya katana th 95, buat kerja dia andalin MX 07, buat hoby dia ada scorpio modif. Mobil dia pake kalo jemput ceweknya pas ujan. Dia blg mtr bagian hidup nya,tp dia jg msh pk logika,jd ga mau beli motor2 mewah (income dia th 2007 terakhir g dgr 30jt/bln). Sementara ada tmn g,dia gengsi naik mtr,dgn income terbatas,dia kredit honda City VTEC Baru,dia blg pk mtr ga enak,panas,risiko,dll. Dari 2 contoh diatas,g salut ama tmn g yg pk MX,kdg org kantor dia bingung, Senior GM pk MX? Yg lucu,kalau dia mo ketemu partner bisnis perusahaannya di hotel2 untuk lunch,dia naek taksi,dia blg hotel2 bintang belagu,motor dianak tirikan..Ha5 sekali lg,gak semua org punya uang demen pk mobil, VIVA BIKERS!

    tergantung sikon dari satu kasus juga sih bro

  8. Oktober 28, 2008 pukul 9:56 am

    betul, penggunaan motor itu zezuai dengan kebutuhan dan zelera. kalo mau ke kantor dan kerja sampingan lae togar lebih ngandalin zupra x125r kalo touring/jalan2xbareng teman ke luar kota ya pasti sport atau sport touring, seperti cbr 150 lae togar. tapi kalo mau nyantai hari minggu ya spin 125.

  9. MX135LC
    Oktober 28, 2008 pukul 10:08 am

    Tuhh Senior GM aja naek MX…!! Emang cepat dan dapat diandalkan…!! VIVA YAMAHA MX…!!

    Ada ga ya motor kaya mobil Honda Jazz baru (1500cc tp powernya paling gede 120dk yg laennya sesama 1500cc cuma 110dk tp Jazz malah irit banget…!! Irit dan kencang…!!) Itu baru kendaraan idaman sejati…!!

    Yang ada sampe skrg ya motor kenceng dan power gede tp boros ato power loyo dan lemot tp irit……..

  10. Oktober 30, 2008 pukul 2:56 am

    Sebenarnya, apa sih yang membuat kita tertarik, atau paling tidak, memperhatikan barang sesaat kepada motor yang ada di jalan raya?
    Apakah itu merk, jenis, variasi, lagi ngebut, pelan, dll?
    Selama ini reaksi spontanku terhadap koloni motor di jalan raya, yang bisa menarik perhatian, hanyalah jika motor tersebut lagi mogok. Lainnya tidak. Dalam hati sedikit banyak pasti ada komentar : ih, motor baru kok mogok, pantas motor sudah tua begitu, atau ternyata jenis motor ini mogokan to… dll.
    Untuk motor yang ngebut di sela2 padatnya jalan, fokus utama adalah ke bikernya, bukan motornya. Toh, semua motor baru juga bisa ngebut untuk ukuran lalin jalan raya.
    Jadi jika di forum2 banyak sekali terjadi perdebatan dengan fanatisme merk, di jalan raya hal itu tidak nampak sama sekali.
    Apakah seorang biker MX jika serempetan/bermasalah sesama MX pasti bisa terselesaikan dgn damai? Belum tentu. sori OOT.
    Maksudku, fanatisme merk yang sering ditunjukkan di forum masih terbatas di lingkup ego masing2, belum beranjak keluar ke arah yang lebih positif di lingkungan luarnya.
    Jadi, apa yang dibutuhkan dari sebuah motor masih tidak jauh2 dari sarana dasar transportasi saja. Untuk gengsi? No way, selama jenis motor itu banyak berkeliaran di jalan.

    Makanya pandangan fanatis dari bikers seperti itulah yang harus bisa diubah…

  11. Laksito
    September 2, 2009 pukul 11:49 pm

    Mas Fanderlart, Nuwun sewu, nggih, bade mem-forward artikel dteng mriki saking Rakyat Merdeka.
    Mohon izin, Mas Fandelart ….

    Rakyat Merdeka, Senin, 31 Agustus 2009

    Pabrikan Besar Tak Boleh Hambat Motor Nasional

    Pabrikan besar tidak boleh menghambat berkembangnya industri nasional dg manghambat masuk produk-produknya k pasar. hal itu dikemukakan Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha ( KPPU ) Benny Pasaribu.
    “Prinsipnya tidak boleh menghalangi masuknya produk nasional k dlm pasar,” kt Benny Pasaribu d Jakarta barubaru ini.
    Menurut Benny, terkait ancaman yg dilontarkan ATPM Jepang ‘tuk mmperkarakan desain motor yg telah dipatenkan, persoalan itu mesti didalami lebih lanjut.
    “Kalau soal paten, itu lain. Namun mesti didalami motif produsen besar itu, apakah memang mereka sengaja menghambat produk nasional masuk k pasar?”, tandasnya.
    Seperti telah diketahui, setelah berselang hampir 30 th, Mega Andalan Kalasan ( MAK ) yg berlokasi d Sleman, Jogjakarta, berhasil mmproduksi spda motor nasional dg capaian 70% komponen yg diproduksi d Tanah Air. Spda motor ug diproduksi itu, antara lain MAK 100 cc dan MAK 125 cc.
    “Tahapan ini kita mulai dg proses panjang transformasi industri berbasis mekanik, engineering, & manufaktur yg dikuasai sebelumnya,” kt Chairman PT Mega Andalan Kalasan ( MAK ) Buntoro.
    Bangkitnya optimisme industri spda motor nasional melalui MAK sbg ikon, memang tidak hadir dg tibatiba. Jauh sblum itu, MAK mengawali lewat pengalaman panjang d bidang industri mekanik dg mmproduksi sekitar 120 varian alatalat kesehatan.
    “Dengan dasar kompetensi berbasis teknologi & manufaktur d bid alat kesehatan itulah, kami mmberanikan diri sejak 4 th lalu masuk industri spda motor,” ujar Buntoro.
    Buntoro meyakini MAK akan tetap bertahan kendati mhadapi serbuan dari pabrikan besar. “Apalg kami tidak ingin mengambil pangsa pasar spda motor Jepang,” ktnya.
    Ditanya ihwal hancurnya 2 industri otomotif yg sebelumnya berdiri, seperti Nissan Sena & Kanzen, Buntoro mengatakan bhwa MAK mengawali produksi bukan dari industri perakitan atau trader. Namun berangkat dari basis industri mekanik yg kemudian ditingkatkan masuk k industri otomotif.
    “Jd kami mmiliki daya tahan dg dukungan industri mekanik. Apalg kami mmunyai dukungan kuat dari berbagai industri turunannya yg nanti akan mmbentuk pohon industri d Tanah Air,” terangnya.
    Saat ini, menurut Buntoro, MAK mmproduksi 25% CKD ( completely knock down ) atau terurai. Ditambah lg sinergi kekuatan industri nasional yg mmproduksi berbagai komponen lokal 45% dlm bentuk komponen standar, seperti ban, roda, shock absorber, accu, sadel, rantai, &ll yg sudah ada d Indonesia. Keseluruhannya, komponen lokal dibuat mencapai 70% pd proses CKD.
    “Tapi yg hendak disampaikan oleh kami sangat serius, yakni mengembangkan industri spda motor nasional.” Dengan apaapa yg dikembangkan serta dihimpun dari industri nasional. Tinggal engine-nya yg belum dibuat,” ujarnya.
    Buntoro pun meyakini Indonesia mmunyai modal besar mmajukan indutri otomotif. Dg populasi 230 jt lebih jiwa yg menyerap 5 jt unit spda motor per tahun, perputaran uangnya sekitar 40 trilyun rupiah.
    ” Kami tidak bercitacita muluk, kok. Bisa ngambil 10% bisnisnya saja atau setara 4 trilyun rupiah dari pasar pasar yg ada, sudah bisa menyerap 40 ribu tenaga kerja yg bdampak mmbangkitkan gairah industri. Sehingga suatu ketika Indonesia mjadi negara industri,” katanya.

  12. Laksito
    September 2, 2009 pukul 11:52 pm

    Ning mari ta’ del0 foto spda motore, raine memper, sih, karo Supra ….
    ut0w0 shogun, th0, yo, iq?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: