Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Motor, Refleksi dan Berpikir, Sport > MotoGp 250cc 2-tak vs 600cc 4-tak

MotoGp 250cc 2-tak vs 600cc 4-tak

Image Hosted by ImageShack.us

Tahun 2011 nanti kelas MotoGp 250cc 2-tak akan diganti dengan 60cc 4-tak. Ah itu isu lama tapi “masalah” muncul ketika raja MotoGp kelas raja berujar “600cc 4-tak tak cocok dengan pengembangan pembalap muda”. Memang sih ini hanya satu statement dari satu pembalap pula. Tetapi menarik untuk disimak karena sepertinya ada beberapa hal yang bisa kita ambil poinnya.

Banyak pihak yang berpendapat bahwa pembalap kelas raja yang jenjang karirnya dimulai dari kelas 125cc lalu 250cc Motogp lebih sukses daripada para pembesut motor prototipe yang berasal dari Superbike dan sejenisnya. Ambilah contoh beberapa pembalap yang dianggap sebagai the rising star, misalnya Dani Pedrosa dan Jorga Lorenzo. Meski masih hijau keduanya dianggap sebagai pembalap yang punya nama. Lorenzo malah dinobatkan oleh beberapa orang sebagai penerus Rossi. Tidak bermaksud memojokkan nama-nama yang lain tapi kalau kita lihat nama-nama seperti Chris Vermeulen dan James Toseland masih bisa dibilang “kalah nama”, keduanya dari Superbike.

Ok, satu kesimpulan “picik” bisa kita ambil bahwa yang namanya 250cc 2-tak lebih cocok untuk membina pembalap muda sebelum memulai karir di kelas raja. Rossi sendiri menegaskan hal tersebut dalam pernyataannya tadi. Lalu bagaimana tinjauan dari segi lainnya?

Kalau dilihat dari sisi pengembangan teknologi motor harian (yang notabene menjadi hal yang penting dalam motogp, dari sisi aplikasi teknologi), 250cc 2-tak sudah tidak lagi relevan. Yah bisa dibilang sudah jarang ada line-up dengan spesifikasi 250cc 2-tak, pabrikan Jepang sendiri lebih fokus ke 600cc 4-tak. Itulah mengapa kelas 250cc 2-tak akan diganti dengan 600cc 4-tak. Kan tidak lucu kalau pabrikan terus mengeluarkan dana untuk timnya sementara mereka tidak bisa mengambil sisi aplikatif dari motor prototipe mereka.

Nah tabrakan antar kedua pemikiran ini menimbulkan pemikiran baru, mau dibawa kemana motogp? Sekedar tontonan yang entertain atau menjadi sarana pengembangan motor harian?

Jika memang balap prototipe 600cc 4-tak sudah dilempar ke publik dan munculah pembalap-pembalap jebolan kelas ini, apakah mereka bisa menandingi para senior yang mengeyam pendidikan 250cc 2-tak? Kalau bisa tidak masalah, lanjut, tapi kalau tidak (ambilah kasusnya seperti para jebolan Superbike). Motogp bisa-bisa dikuasai oleh pendekar tua, dan kita akan mengalami kelangkaan rising star. Atau yang lebih parah para pembalap terpecah dalam dua kubu, jebolan 2-tak dan jebolan 4-tak yang masing-masing memperebutkan perhatian pabrikan dalam mengembangkan motor mereka.

Yah kalau sudah begitu memang di kelas 600cc para pabrikan bisa mengambil teknologi-teknologi hasil riset tim mereka. Tapi di atas mereka akan mengalami yang namanya perang bintang. Bisa-bisa yah… pabrikan capek sendiri, dana dan tenaga habis, dan sisi entertaiment dari motogp tidak lagi ada dibalapan, wong yang menang cuma itu-itu saja. Hah, mungkin sisi hiburan berpindah ke ala infotaiment, para pembalap saling serang, tapi bukan di atas tunggangan mereka.

Yah kita juga tidak bisa berharap dengan tetap diadakannya 250cc 2-tak kita masih bisa melihat aksi-aksi menghibur dari para penunggang kuda besi prototipe. Masih jauh untuk melihat ke depan. Saya hanya mengira-ngira dan menerka-nerka apa yang akan terjadi kemudian dari sisi pandang saya. Jadi ini cuma sekedar ramalan amatir saja, tapi bukan hanya sekedar pepesan kosong.

nb:sebenarnya ada isu global warming juga, tapi saya tidak ingin membahasnya di sini, maaf…

Iklan
  1. September 28, 2008 pukul 3:26 pm

    wadhuh,..
    jadi ga enak, pertamina euuuy …! 😀

  2. Abon Sapi
    September 29, 2008 pukul 9:29 am

    tetep bisa bersainglah…..kalo gw tetep lebih setuju 4 tak……jenjangnya jadi bener2 jelas. lagian motogp 600cc 4tak, performanya gw yakin jauh diatas supersport 600cc yg berbasis streetbike

  3. xxl123
    September 29, 2008 pukul 11:02 am

    wah klo jadi 250cc di ganti 600cc YAMAHA R6 jadi semakin di depan aja…!! heheheheheheheeh bisa bisa sapu bersih semua kelas

  4. Abon Sapi
    September 29, 2008 pukul 1:25 pm

    sapu bersih semua kelas? kasiaaaannnn……pasti dihukum gara2 bolos

  5. September 30, 2008 pukul 12:20 pm

    Apa kabar Doni Tata Pradita ???

  6. gal120
    Oktober 1, 2008 pukul 8:33 am

    Kali aja Doni Tata langsung juara dunia pake 600cc 😉

  7. dini
    Oktober 6, 2008 pukul 10:16 am

    yaaaaaaaaaaah,kalo 250cc diganti dengan 600cc,ga rame donk. nanti ga ga yang cakep2 donk.

  8. dhiwan
    Januari 17, 2009 pukul 3:54 pm

    boleh juga tu kalo kelas 250cc diganti dengan 600cc 4tak,lagian mubajir tu uanga kalau di pake riset 2tak.
    dengan perubahan itu juga bisa nguntungin dini tata sebab denger2 oni tata udah main 600cc4tak itung2 udah pemanasan lebih dulu

  9. Antono
    September 9, 2011 pukul 10:41 pm

    Betul bgt motor 2tak harus di ganti jadi di 4tak 600cc. Motor 2tak skrg uda bukan jamanya bro. Liat aja tu pembalap asal sulawesi selatang liyas andika cuma jago motor 2tak di ajak main di 4tak tidak mau.Lebih senang di 2tak

  10. Rizal
    September 9, 2011 pukul 10:44 pm

    Sejujurnya sih 2tak itu lebih bagus dan lebih ber tenaga di banding dgn mtor 4tak.Cuma skrg musin motor 4tak jadi anak2 pada ikuti jaman.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: