Free Your Life-Expression

Artikel ini ditulis sebagai apresiasi atas artikel yang dimuat di KOMPAS MInggu 7 September 2008

Perlawanan Vespa Gembel

Biar Gembel Asal Beriman

Life is free, seberapa sering anda mendengarnya? Dan darimana anda mendengar ungkapan ini? Seorang pemain band punk, seorang remaja dengan jiwa pemberontaknya, atau dari seorang tua yang bijaksana. Di sini kita diperlihatkan dengan sebuah bentuk kebebasan dalam sebuah kehidupa, kehidupan biker khususnya. Bukan para pengendara HD, bukan penggemar turing motor besar, hanya dari para penggemar vespa gembel.

Disebut gembel karena memang gembel, rombeng, acak-kadut tak karuan. Gaya motor seperti ini erat dengan gaya rat bike yang berasal dari Amerika dimana seorang biker menjalani hidupnya dengan sepeda motor tanpa tempat tinggal. Jadi wajar saja banyak peralatan hidup yang nemplok di motor, panci, kompor, dll, biasanya motor seperti ini kotor dan terkesan gembel. Diadaptasi dari gaya seperti itu, munculah vespa gembel.

Jangan melihat sesuatu dari tampangnya, judulnya, sampulnya. Seperti itulah pesan yang terkandung dalam kehidupan komunitas vespa gembel. Bukan sekedar melihat sisi luar, galilah sisi terdalam dari seseorang, jiwanya, pikiran, hatinya.

Seberapa jauh, seberapa banyak kita bisa menggali sisi terdalam dari orang yang kita kenal? Lihatlah aku, aku begitu jelek, aku gembel, aku hanyalah sebuah rongsokan dengan mesin ditempelkan padaku. Tapi betapa orang-orang yang mengendaraiku begitu bahagia, bebas dalam arti bebas dari pandangan akan “kulit luar” yang sering menipu. Mungkin itulah suara vespa-vespa mereka.

Betapa orang-orang seperti ini memiliki komunitas yang begitu kuat. Datang jauh-jauh lalu disuguhi, diizinkan tinggal, bahkan sampai setahunpun ada. Apa yang bisa membentuk mereka seperti itu? Kesamaan minat akan vespa gembel? Mungkin iya, tapi percayalah dari proses-proses yang mereka alami bersama, mereka bisa membentuk jiwa mereka soal kebersamaan yang kental. Mereka adalah orang-orang yang ditempa dengan perjalanan jauh tanpa banyak dana, berjuang mencari makan dengan mengamen saat turing, dan masih banyak lagi.

Sosok seorang ibu juga membangun komunitas ini. Sosok seorang Ade Karsinah (45) yang hadir sebagai pendamping bagi para muda pencari jati diri turut membentuk mental komunitas ini. Didasari atas naluri-sikapnya sebagai seorang ibu, dia mendampingi para biker vespa menuju dasar hidup yang lebih baik. Sekali lagi ini adalah sebuah bukti akan sebuah sampul seringkali tidak menunjukkan isi buku dengan baik.

Saya tidak akan membicarakan soal safety riding, ketentuan birokratis, dan semacamnya kali ini. Saya yakin anda semua bisa menilainya sendiri, dan memang harus demikian. Saya hanya memberikan semacam pandangan kali ini, akan sesuatu yang ada disekitar kita.

Iklan
  1. le_bogs
    September 10, 2008 pukul 12:27 pm

    Vespa gembel, pastinya nggak pake PERTAMAX.

  2. pengamat
    September 11, 2008 pukul 3:54 am

    hidup vespa …

  3. cid
    September 11, 2008 pukul 4:48 pm

    vespa is the best

  4. ariqil
    September 11, 2008 pukul 11:50 pm

    Lengkap memang komunitas vespa, tapi kalo cek harga vespa teranyar, paling murah sekitar 25 jutaan.

  5. ray
    September 18, 2008 pukul 11:52 am

    wah,,,sksli vespa ttp vespa…krna cnta pertamaku vespa..aplgi aku gembel jalanan……ni almat email gue…gembel_ray@yahoo.com
    slam scooterist magelang….

  6. rhyo
    Desember 19, 2010 pukul 2:39 am

    touring vespa sabang road to papua.tanggal 26
    tiap club bawa utusan…..

  7. ouzhiie
    Oktober 19, 2011 pukul 11:31 pm

    gua anak vespa gembel dari bandung.
    guua sanggat mencintaii vesppa gembell guua.
    hidupp scooterist.
    salam scooterits .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: