Beranda > Informasi, Marketing, Motor, Motor Baru > Peta Strategi Honda Tahun 2008 Kelas Bebek 100-110cc

Peta Strategi Honda Tahun 2008 Kelas Bebek 100-110cc

Yap setelah ini kita akan kedatangan pendatang baru dari Honda di kelas bebek 110cc yaitu Honda CZ-i, entah di sini akan diberi nama apa. Yang jelas prediksi utama yang saya dapatkan adalah motor ini bukan dijadikan sebagai pengganti Honda Revo. Nah kalau begitu Honda akan punya 3 line-up di kelas bebek 100-110cc. Bingung, buat apa memasang produk banyak-banyak di kelas ini? Tak usah bingung, kelas ini memang sangat empuk untuk para pemain lama, sulit sekali produk di kelas ini tidak laku. Buktinya kelas ini mendominasi pasar motor di Indonesia.

Nah bagaimana strategi Honda dalam penempatan produknya? Kita bisa analsis dari masing-masing produk yang ditawarkan Honda. Mulai dari Honda Fit-X, Revo, sampai yang akan segera meluncur yaitu CZ-i (Revo 110?). Masing-masing memiliki karakter dan tempat tersendiri dalam kelas 110-110cc. Nah jadi? Mari kita lihat satu persatu:

  1. Honda Fit-X merupakan produk dengan “kasta” terendah dari seluruh jajaran produk Honda. Dengan harga Rp 10.600.000 OTR Jakarta, Fit-X menjadi motor dengan harga termurah dari seluruh produk yang ditawarkan di kelas ini. Nah tentunya sebanding dengan harganya, fitur yang diberikan juga sebanding lah. Tidak ada yang menonjol sebenarnya, penambahan rem cakram depan yang merupakan improvement dari pendahulunya, Fit-S, juga sudah lazim. Memang dengan model yang tergolong ketinggalan zaman dan kaku Fit-X tidak menarik untuk dilihat dan bisa membuat anak muda pemuja mode jadi terlihat cingkrang dengan gayanya. Tapi dengan segala kesederhanaannya, FIt-X memang menjadi motor yang sangat efektif menembus pasar low-end. Di pasar ini konsumen cenderung kurang melihat fitur, yang dilihat hanya harga plus nama. Nah Fit-X memiliki keduanya, dan tidak mustahil Fit-X bisa sukses di misinya kali ini.
  2. Honda Revo adalah produk yang mengejutkan. Di awal peluncurannya banyak yang mencemooh, menganggap ketinggalan zaman dan lagi-lagi menggugat statusnya yang hanya facelift dari produk-produk sebelumnya. Nah tapi data menunjukkan juara bebek kelas 100-110cc berhasil direbut oleh Revo, mengalahkan Vega R yang meraja di tahun sebelumnya. Mengapa demikian? Bisa jadi karena memang mindsetorang Indonesia akan sebuah produk memang masih belum banyak berubah. Tentunya ini berkaitan dengan nama besar suatu pabrikan dan model yang disajikan, selain harga tentunya. Revo sendiri memiliki nama besar Honda dan model yang memang menarik. Meskipun fitur yang disajikan tidak memadai, namun kedua aspek sebelumnya ternyata efektif mengangkat penjualan. Nah, dengan target pasar anak-anak muda, model tadi sangat berpengaruh. Juga mereka memang masih bergantung pada orangtua, jadi apakah motor yang diinginkan disetujui, masih bergantung pada enyak-babenya, wong yang punya duit mereka. Nah mungkin itulah, tahu sendiri bagaimana mindset orang yang sudah berumur pada sebuah Honda?
  3. Menurut segala spesifikasi dan fitur yang disajikan, CZ-i memang memiliki pasar yang nyaris sama dengan Revo. Perbedaan terletak pada umurnya. Analisis saya, CZ-i memiliki pasar orang yang sudah agak mapan soal ekonomi, berbeda dengan para konsumen Revo yang masih bergantung pada orang tua. CZ-i memiliki fitur injeksi yang entah apakah masih digunakan di sini. Jika memang masih berarti ini memertegas keberadaannya. Mungkin juga CZ-i telah membuat pasar 110cc high-end yang sekiranya belum banyak yang menempati. Bagaimana nantinya memang kita harus menunggu sampai produknya benar-benar diluncurkan. Tapi setidaknya kita sudah memiliki sedikit gambaran mengenai CZ-i dan bagaimana posisinya dalam percaturan Honda.

Dari ketiga produk ini antara Revo dan CZ-i memiliki banyak kemiripan yang bisa jadi akan menimbulkan another Karisma tragedy yang merupakan kesalahan besar Honda dalam tahun-tahun belakangan ini. Namun jika kita melihat dari pemosisian produk antara Jupiter Z dan Vega R yang selama ini dilakukan oelh Yamaha kita bisa berpikir sedikit positif. Setidaknya kedua produk Yamaha ini tidak mengalami tabrakan penjualan. Nah apakah yang terjadi pada Yamaha terjadi pula pada Honda?

Mari menunggu pastinya…

Iklan
  1. Abon Sapi
    Agustus 9, 2008 pukul 12:05 pm

    me first πŸ™„
    kayanya gak bakal bertabrakan…..kapasitas beda, disain beda, konsep rangka (katanya) beda, tinggal positioningnya aja…..mau nglawan sapa

  2. Agustus 9, 2008 pukul 6:21 pm

    kalaupun tabrakan ya biarin aja, biar konsumen yg menentukan, kalau memang revo-nya gak laku ya lama-lama dikurangin produksinya. yg penting konsumen gak pindah ke lain hati.. eh merk. kalau cuma pindah ke lain type dalam 1 merk kan ora opo-opo tho…

    begitu mungkin yg ada di pikiran para petinggi AHM

    sekedar menebak-nebak

    pissss bro..

  3. mutz
    Agustus 10, 2008 pukul 9:11 pm

    mungkin AGAK tabrakan..tp pst adalah pangsa pasarnya..
    bs jd yg beli itu orng2 yg kurang puas sm revo tp kantongnya g cukup bwt supra x 125..kallee..

  4. k0meng
    Agustus 11, 2008 pukul 2:26 pm

    Wah tepat sekali, mau lihat pemetaan produk2 tadi secara psikografis, mamper aja di blog gue….

    Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy !!!!

  5. Abon Sapi
    Agustus 16, 2008 pukul 10:44 am

    se7 ama mutz….
    mengambil celah pasar. toh di yamaha yg gak kuat beli jupi z bisa dapet new vega r dgn mesin sama plus dikit fitur yg dikurangi

  6. November 16, 2010 pukul 11:40 am

    gimana ya memang persaingan honda dgn yamaha sudah lama..tapi klu bisa kwalitas honda dgn yamaha dinaikan..dong..biar…nama nya tetap terjaga dimata konsumen nya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: