Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Motor, Pengalaman, Refleksi dan Berpikir, Safety Riding > Tabloid Tanpa Kesadaran Riding Education

Tabloid Tanpa Kesadaran Riding Education

Terpaksa tidak saya sertakan sumbernya karena masalah etika

Terpaksa tidak saya sertakan sumbernya karena masalah etika

Saya terhenyak saat melihat gambar ini. Seorang pembalap liar mengendarai motornya dengan gaya khas pebali. Selintas memang biasa, mungkin anda mengira ini gambar dari sebuah berita mengenai kasus balap liar, namun salah ini adalah gambar dari ulasan di sebuah tabloid tentang korekan balap liar. Dan seperti tanpa rasa bersalah, tabloid tersebut menjelaskan dengan gamblang tune-up yang dilakukan tanpa ada ulasan sedikitpun mengenai “kesalahan” dalam gambar.

Miris bukan? Sebuah media massa yang kemudian menjadi alat penghubung antara kejadian dengan masyarakat tidak mampu mengedukasi masyarakat, selayaknya sebuah media massa. Dan lagi bukan hanya satu artikel saja dalam satu edisi. Namun ada sekitar dua artikel yang memiliki nada yang serupa.

Satu kesalahan utama yang dilakukan oleh media ini adalah mengenai perannya. Sebuah majalah, tabloid, koran memiliki pengaruh yang luar biasa pada masyarakat. Bagaimana kemudian pengaruh itu diteruskan dalam bentuk yang positif adalah sesuatu yang penting. Masalahnya tabloid satu ini tidak, sebuah artikel mengenai balap liar biasanya dihubungkan dengan masalah kriminal (balap liar sendiri adalah pelanggaran lalu-lintas plus mengganggu pengguna jalan yang lain). Tabloid ini malah mengulas mengenai korekan mesinnya dan seakan mengabaikan kaidah safety riding dengan memasang gambar orang sedang membalap tanpa racing suit yang memadai.

Peran media yang vital seakan diabaikan dan disalahgunakan. Masih ingat bukan, dimana banyak sekali iklan-iklan dalam bentuk artikel advetorial yang ditulis di sebuah majalah. Betapa pabrikan ingin mengedukasi pasarnya dengan baik lewat media, mengapa media sendiri yang tidak mampu menggunakan kekuatan dan kekuasaannya?

Ini bukannya sebuah hasutan untuk tidak membeli tabloid yang bersikap demikian. Saat ini dimana kita tidak bisa secara langsung merubah keadaan, sikap kitalah yang diperlukan. Kita perlu bijaksana dalam menyikapi berbagai macam konten-konten media yang terkadang tidak bermutu dan berbahaya. Nah sangat tergantung pada kita bukan? Mungkin saya juga pernah berbuat sama lewat blog ini, jadi saya minta maaf bila pernah lalai.

Iklan
  1. gajadibelisuzuki
    Agustus 1, 2008 pukul 10:48 pm

    makenye jangan pake pertamax……..

  2. cinta_mati_honta
    Agustus 2, 2008 pukul 6:17 pm

    ya gimana dong mas…namanya juga balap liar..?? klo pake helm jadi indoprix namanya xixixixi…. piss!! keduax deghh…..

  3. bajajku
    Agustus 4, 2008 pukul 3:12 am

    Kenapa motor yang pelit promosi, di tabloid sejenis ini, laporannya pincang. dibilang bensin boros lah.

    Tahu sendiri kan jawabnya,

    Sewaktu di sanggah laporan test drive bajaj XCD, lebih boros dari suzuki thunder, yang sama sama 125 cc, dijawab tanpa rasa bersalah, pengukur jarak pake odometer Suzuki, trus bajaj di pake muter sana sini, baru bareng dengan suzuki thunder diisi bensin lagi full tank.

    Cerdaslah pembaca.

  4. MX135LC
    Agustus 9, 2008 pukul 10:32 am

    Ya maklum lah Bajaj dipake kesana kesini kan buat narik penumpang dulu xixixi…

  5. Abon Sapi
    Agustus 16, 2008 pukul 10:27 am

    tabloidna apa yah? xixixixixixixxixixi……….

  6. dhi_k
    Februari 28, 2009 pukul 11:56 am

    duh mas,tu balap liar..,,

    klo ja bkat mreka tersalurkan dengan baik ga mungkin liar,,..

    kita mikir klo disirkuit tu cuma bagi kalangan berduit..

  7. Mei 30, 2009 pukul 8:49 pm

    menerima jasa korek dijamin kenceng cuma 300rb
    palembang(sekip ujung)
    king di jamin bisa ngejar ninja R,RR,l,m dll

  8. Ulum
    Juni 21, 2009 pukul 7:30 pm

    Adu top banget aye dukung

  9. Juli 3, 2009 pukul 12:41 am

    bsa tampilin balapan liar di bogor ga??

  10. Juli 11, 2009 pukul 5:08 pm

    balap liar………?????????????
    maju trz pntng mundur…….!!!!!!!!!!!

  11. showbow
    Juli 18, 2009 pukul 8:46 pm

    terkadang…

    modal pas2an…

    ga mampu buat ikut balap resmi..

  12. bikers
    Desember 7, 2009 pukul 10:33 pm

    kbnyakn pembalap resmi mengawali kariernya dbalap liar dlu om…

  13. DIDIK
    April 12, 2010 pukul 11:26 am

    q ska tu blp liar………majulah generasi nlap liar

  14. otoy
    September 5, 2010 pukul 8:20 pm

    knapa gambar y gk di liatin?????????????????????????????????????????

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: