Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Marketing, Motor, Refleksi dan Berpikir > Lawan Bajaj XCD adalah Bebek???

Lawan Bajaj XCD adalah Bebek???

Ya, tidak seperti yang dikatakan kebanyakan orang (termasuk saya) yang menduga XCD diposisikan head to head dengan Suzuki Thunder 125. Presiden Direktur PT Bajaj Auto Indonesia (BAI), K.S. Grihapathy mengungkapkan bahwa XCD ditujukan untuk meraih konsumen bebek 100-110cc, begitulah yang tertulis di MotorPlus No.468/IX. berikut ini adalah kutipan lengkapnya, “Kami tidak akan mengambil pasar sport 125 yang sudah ada. Sasaran kami adalah calon pembeli bebek di kelas 100cc dan 110cc. Sebab ada tawaran yang lebih menarik yang kami berikan dibanding kelas bebek itu.”

Hmm, apakah stetement presiden direktur BAI adalah ngeles karena pesimis produknya tidak akan berkutik di bawah kekuasaan Thunder 125? Mungkin iya, mungkin tidak, kita tidak tahu. Tapi yang jelas pernyataan sudah dikeluarkan dan kita di sini mencoba menganalisis apakah benar XCD pantas digunakan untuk merebut hati penggemar bebek?

Bebek 100cc dan 110cc dikuasai oleh para pemain lama (baca:Motor Jepang), memang ada pemain lain dari Cina, namun masalah pelayanan aftersales menjadi masalah mereka dalam meraih konsumen sebanyak-banyaknya. Perlu diingat juga bahwa Bajaj masih terbilang baru dalam kancah bisnis motor Indonesia. Namun untungnya mereka mampu merebut hati konsumen dengan Pulsar-nya. Hal ini mungkin mengingat konsumen motor sport terbilang lebih memilih berdasarkan value for money beserta fitur yang diberikan. Namun kali ini Bajaj berusaha meraih calon konsumen bebek pahe yang terbilang konservatif. Apakah XCD mampu meraih perhatian konsumen seperti itu.

Sesuatu yang lebih. Sebenarnya apa nilai lebih dari sesosok XCD? Kita tahu konsumen bebek pahe adalah konsumen yang lebih mengutamakan motor sebagai alat transportasi atau sarana kerja. Hmm, sosok sport XCD memang menawarkan handling yang lebih stabil daripada spesies bebek, tapi apakah itu yang dicari para penggenart bebek. Bagi pengguna motor untuk sarana kerja, ini adalah nilai plus, apalagi jika motor digunakan untuk pengangkut barang. Di sini XCD mendapat nilai plus dari para pelaku niaga.

Bagi para pemakai motor sebagai sarana transportasi belaka? Di sini agak sulit, penggunaan kopling manual dirasa merepotkan bagi beberapa orang khususnya wanita. Meskipun pola penggantian gigi pada XCD sama dengan bebek (N-1-2-3-4), namun itu belum cukup untuk meningkatkan kepraktisan berkendara. Dan juga tren saat ini adalah bebek dengan bagasi dan inilah yang tidak terdapat pada XCD. Yah ini adalah ganjalan bagi XCD untuk merebut hati calon konsumen bebek. Tapi bagi mereka penggemar bebek yang menginginkan sensasi berkendara lain, XCD masih bisa dijadikan alternatif.

Nah, apakah XCD benar-benar lepas dari yang namanya pertarungan sport 125? Tentu saja tidak! Sama-sama 125cc, dengan sosok sport, harga yang ditawarkan juga tak beda jauh dengan Suzuki Thunder 125. Apalagi yang membuat mereka tak bisa head to head? Dan kemungkinan besar di kelas inilah terjadi pertempuran besar bagi XCD.

Apakah XCD akan menuai kesuksesan dengan strategi seperti di atas? Masih ada kemungkinan bagi XCD untuk merebut konsumen, baik dari kelas bebek 100-110cc maupun untuk kelas sport 125cc. Dan apapun yang terjadi, tetap BAI harus berjuang untuk hal ini…

Iklan
  1. le_bogs
    Juni 21, 2008 pukul 10:12 am

    XCD menurut gw lebih irit dari thunder dan juga ga usah pake pertamaxx… :p

  2. rupep
    Juni 21, 2008 pukul 10:47 pm

    Bisa saja statement itu dibuat masuk akal
    mungkin benar karena :
    Mungkin yang diincar konsumen laki-laki (haha)
    Bukankah kebanyakan pengendara motor itu adalah laki-laki?
    coba kalau anda disuruh milih supraX125(motorku ki) atau motor ini, milih yang mana?kalo aku sih yang XCDlah… lebih laki-laki… (motor lanang, pake kopling, wah sip)

    mungkin juga statement itu supaya orang-orang tidak membanding-bandingkan antara XCD dengan thunder (head to head kalo kata paul), kan bahaya kalo ketahuan kelemahannya tuh, apalagi kalo dimunculkan di majalah.
    Kalo kemudian tidak dibanding2kan, kan XCD bisa lebih leluasa tanpa diketahui titik lemah yang tidak dimiliki thunder misalnya.

  3. Juni 22, 2008 pukul 8:48 am

    setau gw (dr intrnet) ni bajaj mski mtr sport tp konsumsi bnsin irit abis,bs lbh 60km/ltr.Tp..soal kmampuan msin (tenaga,speed,dll) kalah dbnding motor2 125cc lainnya.Mgkn tu emg strategi dr bajaj.Jk dpromosikn utk brsaing di kelas motor sport spt thunder 125,jls hrpn msyrkt ttg motor sport yg kuat dn kencang tdk akn trpenuhi.Sdgkn jk dpromosikn utk brsaing dg bebek 125cc,doi bs masuk,krn irit n harga skelas bebek,tp bodi yahud.Irit kynya jd syrat mutlak djaman2 skrg. Prediksi gw,ntar klo dah diiklankan di TV (bodi emg yahud bgt klo gw anggp tu motor bebek),n pd tau klo doi irit n murah,bkalan laku keras deh.Aplgi jk bndrol dturunin dbwh 10jt..haha..

  4. mawan
    Juni 23, 2008 pukul 9:25 am

    tapi di otomotif ma motorplus kok iritan thunder ya?

  5. Juni 23, 2008 pukul 8:55 pm

    bagusan tiger 😆

  6. Abon Sapi
    Juni 24, 2008 pukul 9:51 am

    blom coba ngukur jadi lom tau irit yg mana……

  7. iwan
    Juni 30, 2008 pukul 11:09 am

    ngeliat tampang bajaj xcd , lebih cakep daripada suzuki Thunder 125. dengan kapasitas mesin yang sama dengan , thunder 125 mengapa pihak bajaj tidak menyerang kelemahan dari suzuki thunder 125? misalnya kasih radiator dan monoshock serta gigi perseneling 6 tingkat percepatan. di kelas motor sport 125 kan hanya ada thunder 125 ( motor lelaki ) jadi harga lebih tinggi sedikit dari thunder g masalah karena ada value lebih yang tidak terdapat pada thunder 125. misal di kisaran harga 15 juta.

  8. ari
    Oktober 21, 2008 pukul 10:19 pm

    telek

  9. sadam
    Oktober 21, 2008 pukul 10:20 pm

    apik ninja 4 tak jo.xcd kalah adoh

  10. cahyana
    Oktober 21, 2008 pukul 10:25 pm

    penak gak ndue,iritan sepeda ungklik.10 rb bwt 1 bulan

  11. wedus
    Oktober 21, 2008 pukul 10:28 pm

    xcd penake yo bodyne rodok njentit lek iso regane 10 jt garansi mesin selama direkture urip.

  12. andrie
    Oktober 21, 2008 pukul 10:31 pm

    penak thunder,mergakno nduweku thunder.

  13. November 1, 2008 pukul 9:22 am

    Sing penting podo ndue duit N trus beli deh sing disenengi dewe-dewe gampang kan dari pada ribet. Ngono wae kok repot hahahah

  14. King-Of-Speed
    November 27, 2008 pukul 12:08 pm

    Mungkin thunndy lebih unggul dari performance, krn selain percepatan nya sampai 5 percepatan (1-n-2-3-4-5)
    thunndy juga lebig bahenol, dan garang, jadi kemungkinan xcd tidak akan mampu bersaing H 2 H dengan Thunndy.
    dan masalah irit itu relatif, fakta di lapangan telah terbukti, thunndy 1 liter = 67km, jika xcd = ???
    dilain sisi, kita bisa lihat, sejauh ini siapa dulu yang lebih exist di dunia otomotif, Suzuki atau bajaj??
    jika bajaj yang lebih unggul di dunia otomotif, apa sumbangsihnya untuk kelas Moto Gp, apakah tahun depan pulsar akan menjadi primadona baru di dunia balap motor terbesar itu??
    apakah pulsar akan menyaingi Honda, Suzuki, Yamaha, Ducati, ataukah Apprilia?
    kita nantikan saja!
    saran saya pilih lah sesuatu yang telah teruji, dan berpengalaman berpuluh2 tahun, jangan terkecoh produk baru yang menawarkan keindahan exsterior!

    • ryan
      April 25, 2009 pukul 7:39 pm

      betul tuh bro…setujuuuu…..

  15. aroul
    Desember 26, 2008 pukul 7:38 am

    xcd bagus kok
    irit banget

    tapi kenapa top speednya cuman 90km
    heheh

    kyknya kalo diganti CDi, Koil, Busi racing bakaln lebih mantep

    coba aja

  16. hkrini
    Januari 29, 2009 pukul 3:20 pm

    Bener semua bro..tergantung kemampuan doku masing2 & selera. Yg gw alami XCD emang uiiirit … konsumsi BBM nya sampe 1/70, kecepatan sampe 90km, ada control speed juga.
    Saran gw bro2 semua jangan saling ngelek2 karena semua produksi punya keunggulan /kelemahan masing2. Yg penting … safety riding bro …
    Soal target konsumen laki2 … gak juga ah … karena gw ceweq juga make XCD … bisa ngebut juga kaya’ bro2 pade …

  17. Januari 29, 2009 pukul 9:17 pm

    ntar klo TVS flame 125 msuk indo mah yang lainnya smua pada lewat… wakakaka……….

  18. Maulana
    Mei 14, 2009 pukul 5:07 pm

    setau gw bajaj dilarang berkeliaran di jakarta karena merusak polusi udara…. heeeeeee……heeee…….1000x. Bajaj berbahaya bagi lingkungan. Bajaj cuma body nya ja bagus tapi untuk mesin kita mana tahu kualitasnya.. thunder sudah terbukti bagus walaupun cuma body biasa tak terlalu ekstrim sperti bajaj tapi pas lari gak se ekstrim thunder yang wus………. ngacir……. kata teman2 gw c bajaj mesinnya kurang bagus.. makanya teman gw tuh jual motor kesayangannya. Gw punya thunder susah bgt dihidupin saat mesin dingin mpe pegal engkolnya capek…. namanya motor sport gak ada yang irit gw aja pegal isi bensin terus alias boros….. dungu aja bilang ada motor sport irit. Mending naek ontel aj punya oemar bakrie…

  19. Mei 18, 2009 pukul 8:52 pm

    wah jadi bingung nih,, rencana mo ngambil bajaj..
    ternyata rem depan gak pake cakram, gak bertenagalah, mesin kurang bagus.
    tar rem depan rem depan gw ganti ndiri cakramnya ah..
    mesin gw gw ganti aja klo perlu biar bertenaga.. hehee

  20. blue dragons
    Juni 7, 2010 pukul 10:16 pm

    gw dah coba race liar d jalan ma bajay xcd 125 tentu yang gw thundr 125 walo cc sama jauuh brooow gw d depan lagian body garangan thundeer trus teknologi ter uji pokoknya thunder is the best … gak p caya coba deeh race ….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: