Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Motor, Refleksi dan Berpikir, Safety Riding > Awas, Baliho, Papan Iklan, dan Sebangsanya di Jalan

Awas, Baliho, Papan Iklan, dan Sebangsanya di Jalan

Masih jam dua siang saat Rudi mengendarai motornya di salah satu jalan raya di Jogja. Ah setelah berhenti di lampu merah dan tancap gas ia melihat seusatu yang menarik perhatiannya. Sebuah papan iklan berukuran cukup jumbo yang terpampang di pinggir jalan. Byar, konsentrasi ke jalan pecah dan tak usah menunggu lama ia menabrak mobil yang mengerem di depannya. Untunglah saat itu kecepatannya tidak tinggi, ia hanya mengalami luka lecet di tangan dan kaki, serta setang bengkok.

Itu adalah salah satu dari sekian banyak skenario untuk mengalami kecelakaan di jalan. Dan kali ini yang disebabkan oleh hilangnya konsentrasi pengendara akibat papan iklan di pinggir jalan. Saya tidak menemukan data statistik untuk kecelakaan dengan penyebab yang satu ini. Tapi… menurut pengalaman beberapa teman yang hampir mengalami kecelakaan akibat meleng di jalan karena membaca (atau sekedar melihat) papan iklan, bukan mungkin anda juga mengalaminya.

Yah, tidak dapat dipungkiri lagi yang namanya iklan selalu ada di sekitar kita. Saat menonton acara tv, saat mendengarkan siaran radio, saat berjalan-jalan di sore hari, dan saat berkendara di jalanan. Betapa peran iklan memang penting dan beberapa kali perannya di penjualan motor disinggung di blojg ini. Yah kita tidak dapat menyelahkan siapa-siapa akan iklan-iklan yang terkadang menyebalkan ini, termasuk saat merampok perhatian kita saat berkendara.

Sebetulnya di beberapa kota, keberadaan papan iklan, spanduk, baliho atau apalah namanya sudah sedemikian semerawut sehingga dinas kota perlu menertibkannya. Selain membawa kesan jorok, plus semerawut juga dapat mengurangi kewaspadaan pengendara.

Nah sekarang memang tergantung pemerintah juga apakah ingin serius mengatur kotanya. Tapi jangan berharap banyak dari mereka memang, rakyat Indonesia sudah pengalaman akan hal ini kan? Yap sekarang bagaimana kita mengatur konsentrasi kita agar tidak celaka saat melaju. Nah satu-satunya usul dan yang paling penting adalah jangan sekali-kali tergoda untuk membaca papan iklan saat melaju. Tak ada salahnya konsentrasi pada jalan, tugas melihat-lihat cukup serahkan pada boncenger jika ada😀 . Tapi jangan lalu menyerahkan seluruh konsentrasi boncenger pada warna-warni di sekitar jalan, boncenger tetap harus konsentrasi juga ke jalan. Jikalau anda berhenti di lampu merah, misalnya, bolehlah melirik samping kanan-kiri. Tapi jangan lupa akan lampu merah, jangan-jangan sudah hijau sementara anda asyik dengan kiri-kanan anda.

Sedikit ironi…

Yap ini memang masalah apakah kita mau atau tidak, anda setuju atau susah setuju? (Tidak ada kata tidak setuju)…

  1. rupep
    Juni 17, 2008 pukul 7:20 pm

    pertama lagi
    aku tidak setuju
    (susah setuju sama dengan tidak setuju)

    ada lho yg lebih parah
    nih contoh yang paling membuyarkan :
    Cewek cantik pake seragam SMA yang naek MIO.
    kejadian nyata : erik nyabrang ngawur terus ketabrak gara2 liat cewek
    pemerintah harus menyiasati hal tersebut guna menyelamatkan anak cina harapan bangsa

    tp masak ya naek motor harus konsen ke jalan terus?
    bosen…

    entah kenapa aku ingin sekali berdebat denganmu
    menulislah sebanyak banyaknya kawan!
    menulislah hingga aku terpaksa sejutu dengan pendapatmu

    salam : dari orang yang kemarin tidak setuju dengan wajahmu untuk orang yang merasa tidak pernah dihargai
    (apalah arti sebuah penghargaan?)
    banyak manusia yang keberadaannyapun tidak dihargai sebagai manusia
    permohonan maaf u/ : mas asphalthadi, mas fanderlart, dan mas-mas yang lain
    laen kali aku minum es dulu

  2. Juni 18, 2008 pukul 10:42 am

    @Rupep
    Yah memang yang namanya berkendara itu butuh konsentrasi lebih…
    jangan harap anda bisa jelalatan di kecepatan >100km/jam…

  3. Edot
    Juni 18, 2008 pukul 3:59 pm

    Bro, yang konsentrasi itu wajib.
    Bukan cuma baliho doank… kalo kita lihat para boncenger cewek juga sering bikin kita ga’ konsentrasi. Liat aja boncenger biasanya pake baju/kaos yg sempit ato kependekan jadi CD nya keliatan deh… :))

  4. Juni 21, 2008 pukul 1:21 am

    http://www.id-planetbikers.com tempat ayahku dan teman2nya yang katanya biker dan yang katanya suka ngeblog loh om🙂

  5. rupep
    Juni 21, 2008 pukul 10:25 pm

    tapi usul anda untuk jangan sekali2 melihat papan iklan waktu melaju itu berlebihan bung. bagaimanapun juga iklan itu penting untuk masyarakat(dalam konteks ini pastinya si pengendara)
    menurut saya seharusnya anda memakai kata hati-hati untuk mengganti kata jangan sekali-sekali

    pemasang papan iklan juga pastinya sudah memilih t4 strategis u/ masang iklannya. dan memasang iklan kebanyakan di tempat yang mobilitas kendaraannya padat. kalo mobilitas kendaraan padat mana bisa melaju 100km/jam?
    tapi jika jelalatan di tempat yang ramai pastinya juga beresiko kan? kata yang tepat untuk mewakili semuanya adalah hati-hati

    dan juga mengenai foto yang anda namai dengan ironi
    harus dimana kali dipasang iklan masyarakat seperti itu? di TV kah? apakan sesuai konteks iklannya? ya di jalanlah tempat yang tepat, penempatannya pun menurut saya baik.
    Pengandara dari jarak jauh bisa melihatnya dan tidak perlu melupakan konsentrasi pada jalan. setelah membaca ( yang pasti hanya perlu waktu sepersekian detik) kmudian konsentrasi bisa kembali ke jalan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: