Beranda > Hasil Pemikiran, Informasi, Motor, Refleksi dan Berpikir > Kenaikan BBM, catatan persaingan Honda dan Yamaha

Kenaikan BBM, catatan persaingan Honda dan Yamaha

Meski belum jelas benar, isu kenaikan BBM yang katanya akan terjadi pada Juni tahun ini akan berimbas pada penjualan produk-produk, salah satunya motor. Maaf, saya tidak akan membahas tentang imbas kenaikan BBM pada proses produksi motor kali ini, saya hanya akan memfokuskan tulisan pada persaingan kedua produsen motor yang sedang bersaing ketat belakangan ini, Honda dan Yamaha.

Mengapa saya pilih kedua merek ini? Jelas, keduanya adalah pemegang podium penjualan dengan selisih yang sedikit saat ini. Bagaimana dengan pemegang podium kedua, Suzuki? Pertimbangan saya, yang menjadi inti tulisan ini adalah imej di mata masyarakat.

Seperti kita ketahui, Honda memiliki imej sebagai motor irit. Entah apakah imej ini masih dapat dipertanggungjawabkan secara data, kita belum tahu pasti. Yang jelas imej irit Honda masih bertebaran di mana-mana. Inilah hasil dari strategi memroduksi bebek 4-tak saat puluhan tahun yang lalu. Imej dari kata irit tentunya performa yang harus dikorbankankan. Terbukti dari pendapat masyarakat yang mengatakan bahwa motor  Honda tidak bisa lari (sebagian besar terbukti).

Dan Yamaha? Di kalangan anak muda, Yamaha terkenal dengan motor kencangnya. Ditambah lagi dengan Valentino Rossi yang dimanfaatkan Yamaha untuk mendongkrak imejnya, meskipun dua musim belakangan  dia tidak juara dunia. Imej motor jambret juga melekat dengan Yamaha, tepatnya Yamaha RX-King, logikanya tidak mungkin jambret memilih motor pelan sebagai kendaraan opersionalnya. Imbas dari imej kencang Yamaha adalah imej boros, logika sederhanyanya, kencang butuh bensin lebih banyak=lebih boros.

Hubungannya dengan kenaikan BBM? Jelas, dengan harga BBM yang lebih tinggi, masyarakat akan lebih memilih kendaraan (dalam hal ini motor) yang lebih irit, kecuali bagi mereka-mereka yang sudah kecantol merek-merek tertentu atau performance freak. Tapi sebagian masyarakat kita menggunakan motor sebagai kendaraan operasional sehari-hari, tungganan meuju kantor, kendaraan untuk pergi ke pasar, mengantar anak ke sekolah, dll. Tentunya mereka tidak akan rela uang bensin menyusahkan hidup karena BBM bertambah mahal sedangkan motornya boros.

Di sinilah imej irit-tidaknya motor berpengaruh. Bagi masarakat awam motor (hanya menggunakan motor sebagai kendaraan, bukan sebagai gaya hidup apalagi jalan hidup), faktor konsumsi bensin sangat berpengaruh dalam membeli motor. Ditambah dengan  harga BBM yang akan naik, mereka akan berpikir lebih keras dalam memilih motor sebab hal ini berimbas langsung pada kantong mereka.

Di masyarakat awam, Honda dengan imej iritnya menang. Imej irit yang sudah kadung melekat pada motor Honda menjadi nilai lebih di masa BBM mahal saat ini. Ibaratnya kalau bisa mengantar anak dengan 1 lter bensin buat apa memilih yang butuh 2 liter. Ini hanya pengandaian ekstrem karena kita tahu perbandingan konsumsi bensin motor-motor baru saat ini tidak beda jauh (dengan kapasitas mesin yang tidak begitu jauh tentunya). Ditambah lagi dengan cap spare part mudah didapat, banyak bengkel, dll.

Bagimana dengan Yamaha? Disebutkan tadi, Yamaha memiliki imer kencang namun boros. Imej kedua itulah yang bisa menurunkan minat masyarakat awam. Mereka yang hanya menggunakan motor sebagai kendaraan operasional dan tidak begitu peduli pada performa motor tidak akan begitu tertarik pada Yamaha dengan cap borosnya. Disinilah sulitnya posisi Yamaha, sementara mereka sedang berhasil mengembangkan sayap dan merengkuh konsumen muda, kini harus berhadapan dengan cap yang sudah kadung melekat.

Secara detil kita tidak tahu persis apakah imej keduanya bisa dipertanggungjawabkan secara data ilmiah, namun sekali lagi kita dihadapkan dengan kenyataan masyarakat Indonesia saat ini dimana imej keduanya masih belum hilang. Dan bila memang imej keduanya sangat-sangat berpengaruh pada penjualan motor pasca kenaikan BBM, kita sudah tahu jawabannya. Tapi pesan bagi kita yang merasa ingin lebih tahu, sekedar imej tidak cukup sebagai pertimbangan membeli motor.

  1. Mei 9, 2008 pukul 4:33 pm

    SEKILAS INFO:

    Buat Bikers dan pecinta otomotif yang berdomisili di JABODETABEK agar datang berami-ramai ke Senayan:
    Tgl 10 – 11 Mei 2008
    Pkl : 09.00 s/d 21.00

    Ada acara menarik nih. Bursa barang-barang langka hingga barang-barang termukhtahir😀
    Datang ya.

  2. abidik
    November 4, 2008 pukul 5:50 pm

    kalo ngomong soal merk honda, bener nggak sih nih motor imejnya motor bokap2? selain yang disebutin soal nggak bisa lari itu tadi..

    mungkin lebih fashionable kali ya? dengan munculnya beat, vario & neo tiger.. atau gimana tuh? menurut lo gimana?

  3. Desember 27, 2008 pukul 9:47 am

    sapa yg duluan ngeluarin motor 125-200cc berfairing pst bakal laku bak kacang goreng ngalahin matic n bebek

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: