Beranda > Film, Hiburan, Informasi > Tarix Jabrix, Gambaran tentang Genk Motor?

Tarix Jabrix, Gambaran tentang Genk Motor?

Film yang menarik dengan latar belakang fenomena genk motor di Bandung. Seperti oase di tengah gurun, film ini menghadirkan suguhan yang berbeda di tengah gelombang fi horor Indonesia. Plus bumbu-bumbu humor yang memikat mulai dari awal cerita sampai ending. Soal kelucuan slapstick yang kadang-kadang muncul okelah, toh cukup efektif memancing tawa.

Kisahnya bercerita tentang Cacing yang gagal masuk ke genk motor bernama The Road Devil karena peraturan-peraturan yang diterapkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Setelahnya ia mengajak teman-temannya Mulder, Dadang, Coki, dan Ciko untuk membuat sebuah genk motor baru bernama The Tarix Jabrix. Sebagai sebuah genk mereka cukup berbeda yaitu menjunjung tinggi peraturan lalu lintas dan menghormati orang tua. Dalam perjalannya muncul seorang wanita cantik dalam The Tarix Jabrix, ia adalah Mayang(Francine Roosenda), seorang pelajar magang di bengekel SUGEMA milik Pak Rohim, ayah Dadang. Hampir semua teman Cacing tertarik pada Mayang, tetapi Cacing sendiri tertarik pada Callista (Carissa Puteri), adik daripada Max, ketua dari geng motor besar The Smokers. Dimulailah konflik dimana Valdin (pacar Callista) tidak menyukai Cacing yang mulai akrab dengan Callista. Atas dasar nekat Cacing mulai mendekati Callista, dan pad akhirnya karena tertarik dengan tingkah-laku Cacing yang lucu, Callista mulai menanggapi secara positif.

Nah itu saja singkat cerita lebih baik menonton sendiri bukan. Yang menarik di sini adalah keberadaan genk motor yang digambarkan sebagai sekumpulan anak muda pecinta motor yang tidak kenal aturan dan senang berkelahi? Seperti itukah gambaran di lapangan? Saya tidak tahu persis, namun menurut kasus belakangan ini yang melibatkan nama genk motor, gambaran seperti itu bisa sedikit membantu.

Namun perlu diingat pula bahwa yang namanya genk motor yand identik dengan kekerasan berbeda jauh dengan klub motor. Klub motor yang seharusnya berisi kegiatan yang berhubungan dengan motor namun dengan arah yang lebih baik. Keliru bila sebuah klub malah melakukan tindak anarkis dan vandalisme, bukan klub motor namanya kalau begitu.

Well, keberadaan Genk Tarix Jabrix dalam film ini bisa sedikit memberi contoh bagaimana sebuah komunitas motor berjalan. Yaitu dengan mematuhi peraturan dan tidak merugikan kepentingan umum. Bukan zamannya lagi komunitas motor menjadi mesin perusak.

salam

Iklan
  1. Juni 14, 2013 pukul 9:40 am

    Excellent blog here! Additionally your web site lots up fast!
    What web host are you using? Can I get your associate link
    for your host? I desire my site loaded up as quickly as
    yours lol

  2. Juni 14, 2013 pukul 4:09 pm

    I read this post fully on the topic of the resemblance of most
    up-to-date and earlier technologies, it’s awesome article.

  3. Juni 15, 2013 pukul 3:51 am

    What i do not realize is in truth how you are no longer actually much more neatly-appreciated than you
    may be now. You are very intelligent. You recognize
    thus significantly relating to this topic, made me personally imagine it from numerous varied angles.

    Its like men and women aren’t involved until it is one thing to accomplish with Woman gaga! Your own stuffs nice. All the time handle it up!

  4. Juni 15, 2013 pukul 4:31 am

    magnificent submit, very informative. I’m wondering why the opposite specialists of this sector do not realize this. You should continue your writing. I’m sure, you have
    a huge readers’ base already!

  5. Juni 20, 2013 pukul 2:47 pm

    Heya i’m for the primary time here. I found this board and I in finding It truly useful & it helped me out much. I am hoping to offer something again and aid others such as you aided me.

  6. Juli 6, 2013 pukul 5:39 am

    What a information of un-ambiguity and preserveness of
    precious familiarity on the topic of unpredicted emotions.

  7. Juli 9, 2013 pukul 3:39 pm

    What a stuff of un-ambiguity and preserveness of precious familiarity on
    the topic of unexpected emotions.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: