Beranda > Hasil Pemikiran, Refleksi dan Berpikir > Sebenarnya siapa Kamu (Ivan Gunawan)?

Sebenarnya siapa Kamu (Ivan Gunawan)?

Kenal dengan Ivan Gunawan? Selain desainer pakaian dan ahli mode, ia juga dikenal sebagai komentator di acara-acara reality show Indosiar. Gayanya yang (sebenarnya tidak begitu khas) bisa membawa kesan tersendiri bagi para pemirsa, entah gemas akan gaya (maaf) bancinya, kesal (juga lagi-lagi karena gayanya), dan entah apa lagi. Tapi kalau dilihat lagi ada yang aneh dengan “madam” kita yang satu ini.

Beberapa tahun lalu saya menonton acara TV yang salah satu bintang tamunya adalah Ivan Gunawan ini. Sebelum menontonacara ini saya memang sudah mengenalnya entah lewat acara gosip ibu-ibu (yang tak sengaja tertonton), majalah ibu saya, dan lain-lain. Kesan saya pertama kali melihat dia adalah “dia-ini-benar-benar-banci-yang-kekar”, maaf memang benar begitu. Dan dalam kepala saya sudah terbentuk statement seperti apa Ivan Gunawan itu.

Saya terkejut, tiba-tiba dia tampil dengan wajah berewok, badan kekar, dan gaya maskulin yang agak bertolak belakang dengan imej yang sudah kadung nyantol di kepala saya. Hal itu terjadi lama setelah saya mengenalnya. Ia memang masih muncul di program TV yang masih “hiburan-ibu-ibu-rumah-tangga” tapi kesan maskulin yang disebarkannya mengikis kesan banci yang selama ini menempel.

Baik? Relatif sih. Beberapa orang yang meyakini bahwa banci adalah sesuatu yang tabu jelas pro dengan pilihannya saat itu. Beberapa melihat bahwa ini janggal, entah sisanya. Buat saya, ini baik. Di mata saya seorang Ivan Gunawan memang punya tubuh yang tidak bagus untuk seorang banci, kekar, besar, kasar. Ok, waktu itu saya pro dengan perubahan yang ia pilih. Lalu?

Ia muncul lagi dengan gaya yang back-to-basic. Feminin, dengan pakaian berenda ala bangsawan putri di zaman baroque, lipstik, bahkan bra! Ya bra! Dengan gayanya yang annoying ia membawakan acara Mamamia, Super Mama, Superstar Show. Bahkan ia dipanggil “madam” di Mamamia dan “nona” di Superstar Show. Maksudnya apa ini?

Dalam dunia entertaiment, yang namanya imej harus dibuat, dijaga, dipertahankan, dan mau tidak mau akan nyantol di kepala pemirsa. Axl Rose dengan gaya anak bandelnya, Brad Pitt dengan imej pria metroseksualnya, dan lain-lain. Semua terbentuk dari dulu dan dipertahankan, sebab perubahan imej yang drastis bisa membingungkan konsumen (dalm hal bisnis) dan merusak imej yang memang sudah terbentuk. Kasusnya “madam” terlalu sering berganti imej, kesalahan inilah yang bisa membuat bingung konsumen. Apalagi bila ia menggunakan dua panggilan yang berbeda di dua waktu yang berdekatan.

Yah memang yang saya tulis di sini hanya berlaku di dunia entertainment, entah di dunia nyata. Tulisan ini tidak saya buat untuk menjelek-jelekan “madam” atau siapapun yang terkait, saya hanya menyampaikan pikiran saya. Toh saya hanya bocah bau kencur yang ingin bersikap kritis.

Iklan
  1. kenes
    Maret 15, 2008 pukul 3:11 pm

    Kalo aku pribadi sih seneng dg gayanya yang centil, sok imut dan yang khas sih spontanitasnya sangat tinggi.
    Kalau dia tampil dengan gaya laki-lakinya mungkin nggak bisa begitu dijual.
    Jaman sekarang yang bisa tampil lain drpd yg lain, yang bisa berhaha hehe lebih mendatangkan uang, jadi menurut aku sih kalo mmg itu bisa jadi doku why not? Anggap saja itu kelebihan dia. Artinya nggak semua orang bisa ladheg dan tebel muka untuk bisa jadi seperti dia. Anggap aja kalo dia laris memang gaya “bancinya” yang dijual
    Tul ngga?

  2. fanderlart
    Maret 15, 2008 pukul 8:06 pm

    bukan gimana, sah-sah saja bergaya centil…

    tapi yang ingin ditekankan di sini adalah perubahan gayanya yang sempat cowok ke centil lagi. Kalau mau centil ya…centil terus. Semoga saja ia tak ganti-ganti gaya lagi…

  3. Maret 17, 2008 pukul 5:13 am

    Suka-suka dianya (I-Gu) mengekspresikan diri aja… Waktu wawancara dengan Kompas jawaban-jawabannya cerdas bgt (menurut saya lho). So… yang dia nggak seneng dari orang Indonesia adalah: banyak orang usil membicarakan masalah/hal yang bukan urusan mereka. Itu yang dia benci sekaligus sebagai alasan knapa dia betah tinggal di Indonesia. Soalnya bikin hidup juga semakin asyik…?? nah lo, binggung kan? baca aja profil dia di Kompas beberapa minggu yang lalu (lupa sih), atau suplemen The Jakarta Post minggu kemarin.
    Tk. ya… paul, saya boleh numpang komentar…..GBU

  4. DHINHOO
    Maret 21, 2008 pukul 6:31 pm

    halo buuuuu
    klo kta q mah… mu bgaya pa ja jga gmana dya az……
    q mah sneng liat nona klo g komentarrrr
    non…. bgayanya hrus lebih centil lg d seperstar bsk hri sabtu yyyyyyy ato minggu dpn

  5. April 6, 2008 pukul 6:19 am

    ivan tuh cowo yg perfect bgt deh pkonya..
    ganteng,,macho,,keren,,serba bisa,,pkonya jrang bgt deh ada cowo yg kya ivan..
    ivan..gw fans brat lo..

  6. sayaicha81
    April 23, 2008 pukul 6:07 am

    saya si ga masalah dg perubahan2 pnampilannya, toh dia mmg bisa membuat pnampilannya maksimal dan enak diliat. tp jujur saya mmg lbh suka ivan yg macho, krn emg dy mestinya gt kn?

  7. L!n
    Mei 4, 2008 pukul 1:31 pm

    ivan lbih gntng dh klaw jdi cwo,cpa nif pcar x

  8. agung
    September 1, 2008 pukul 7:35 pm

    kalo menurut gw terlalu mendidik masyarakat khusus anak laki laki untuk menjadi perempuan terkecuali tuntutan sekenario

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: