Malam Budaya De Britto

Malam yang benar-benar keren.

Ini bukan pentas seni, entah mengapa istilah pentas seni yang begitu menjamur telah menghapus makna aslinya. Pentas seni kini lebih menonjolkan sisi bintang tamunya, daripada kreativitas dari sekolah itu sendiri, malah lebih mirip konser-konser sejenis. Maka dari itu saya pikir penggunaan nama “Malam Budaya” kali ini lebih tepat.

Malam Budaya De Britto tidak menonjolkan bintang tamunya saja (meskipun d’cinnamons sebagai headliner memang menarik massa yang hebat) namun menunjukkan kreativitas dari De Britto dan sekolah-sekolah lain. Beberapa perwakilan sekolah yang datang dari Stero, Stece, SMA 3, Kolese Loyola, dll. Ada juga band-band dari alumni de Britto yang datang. Sedang dari De Britto sendiri ada lima finalis dari lomba band De Britto.

Lima finalis band tersebut adalah Unseen, Strangers from Venus, Wake up Tomorrow, Kabel, dan My Soul. Unseen dan Strangers from Venus membawakan lagu-lagu yang bernuansa rock dengan beat yang mengundang massa, namun sayang penampilan keduanya pada sore hari dimana masih banyak pengunjung yang belum datang. Begitu juga dengan Wake up Tomorrow, dengan lagu-lagu bernuansa reggae yang bisa mengajak orang-orang bergoyang memiliki kans yang lumayan bagus, hanya saja kendala waktu tampil yang terlalu awal kurang bisa mengajak massa untuk berjoget mengikuti irama mereka.

Kabel dan My Soul tampil dengan nuansa skillful. Kabel mengaransemen ulang lagu Padi yang berjudul Sang Penghibur dengan nuansa rock eksperimental dengan solo bass yang memukau berhasil menarik minat penonton. My Soul yang juga lima besar lomba Jingle Dare Indomie mendapat animo yang bagus terutama dengan permainan solo bass dari Bram dan permainan gitar Edo yang skillful, ditambah dengan Edo sempat menuruh kembang api di headstock gitarnya. Jeritan kagum para penonton menyambut.

Namun soal crowd tidak ada yang menandingi Essen und Blood. Finalis jawara Lifebuoy ini beberapa kali mengingatkan penonton untuk mendukung mereka, pesan sponsor barangkali? Well, lagu-lagu mereka memang bertempo kencang dengan gebukan drum dari Moses yang bertenaga dan atraktif. Tak usah pakai aba-aba segenap penonton langsung bermoshing ri, tak terkecuali saya. pada lagu ketiga Abi, sang vokalis melemparkan boneka monyet ke penonton dan langsung dijadikan bahan lempar-lemparan di penonton.

Bagaimana dengan saya? Saya juga tampil malam itu. Dengan nama Kerontjong Mawoet Soekar Madjoe, membawakan lagu-lagu dangdut semi keroncong. Memang berbeda dengan band-band lainnya, namun secara efektif mengundang goyangan dari penonton, ditambah dengan aksi panggung yang urakan dan nyeleneh, dandanan yang nyentrik (saya pakai baju ala pengajian), sukses menarik perhatian penonton. Namun sayang soal sound kurang bagus, suara beberapa instrumen kurang terdengar termasuk suara gitar saya, anyway penampilan kami malam itu lumayan bagus.

Dan setelah penampilan band-band malam itu, inilah saat yang ditunggu oleh penonton, D’cinnamons…Persiapan sound mereka yang menyita waktu 20 menit lumayan menguji kesabaran. Namun segalanya itu dibayar dengan penampilan yang memukau dari mereka. Dodo dengan vokalnya yang prima dan solful, Bona dengan permainan gitarnya yang keren abis (tanpa efek hanya pakai gitar akustik tentunya), dan petikan bass Laut yang halus membayar penantian panjang para penonton.

Akhirnya pada lagu terakhir, kembang api meletus di angkasa sebagai pertanda penutupan acara Malam Budaya De Britto, dan tentunya seperti acara De Britto yang lainnya, diakhiri dengan Mars De Britto yang dinyanyikan oleh siswa De Britto.

Malam yang benar-benar keren

Iklan
  1. Maret 24, 2008 pukul 10:09 am

    Oh ya, pas kamu tampil itu dandanannya persis Slash Gn’ R lhooo…..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: