Beranda > Pengalaman, Refleksi dan Berpikir > Refleksi Live In (hari 1)

Refleksi Live In (hari 1)

Dari yang saya lihat, apa yang begitu jauh dari kota, bertembat di pelosok gunung kapur benar-benar menyentuh hati. listrik memang sudah masuk, ada sumur yang dialirkan ke bak-bak warga, jalan sidah agak bagus meski tak beraspal, namun itu semua belum cukup (bagi say)untuk dakatakan hidup berkecukupan.

Rumah papan yang sederhana, dapur yang berlantai tanah, kamar mandi yang hanya bersekat papan menunjukkan kesederhanaan hidup. Miskin? Tidak namun saya melihat kesan bahwa kesederhanaan mereka justru membawa kebahagiaan tersendiri.

Hari ini saja saya langsung mengunjungi tetangga yang baru saja pulang dari rumah sakit. Sebuah kepedulian yang besar diantara mereka dan memang patut kita contoh. Kesan saya hidup mereka begitu membaur, ramah terhadap semua orang termasuk orang asing seperti saya.

Acara naik bukit kapur benar-benar menyenangkan dan menegangkan, naik ke atas benar-benar menyita indera perasa (semua kulit saya gatal-gatal), tapi pemandangan indah menanti di puncak. Betapa sebuah kenikmatan memang harus diperjuangkan dengan susah payah.

Akan ada banyak hal yang bisa saya pelajari di sini…

Nb: Sambal ibune pancen maknyos…

Iklan
  1. Juli 19, 2013 pukul 9:12 am

    This is a topic which is near to my heart… Take
    care! Exactly where are your contact details though?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: