Beranda > Lain-Lain, Marketing, Motor > Vario…apa yang salah?

Vario…apa yang salah?

Sudah setahun lebih sejak Honda vario diluncurkan. Sejak awal kemunculannya skuter bebek Honda ini memang diset pabrikannya untuk menekan dan menghalangi penjualan Mio. Segalanya diset agar sesuai dengan pasar Mio, mulai dari kapasitas mesin, model, sampai dimensi (meski akhirnya memang lebih gambot daripada Mio).

Sekilas Vario memang unggul dalam banyak hal. Mulai dari penggunaan radiator yang merupakan pelopor di kelas yang sama di Indonesia, ban yang lebih lebar, bodi yang lebih modern dan futuristik, dan side stand swicth. Melihat tes di Otomotif pun Vario unggul dalam performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Atas dasar itu semua tidak sedikit orang yang memperkirakan bahwa skubek (skuter bebek) Honda inilah yang akan merajai pasar yang selama ini dipegang oleh Mio.

Namun apa daya, menurut data penjualan AISI, Vario masih berada di urutan kedua setelah Mio. Selisih yang adapun lumayan jauh, Yamaha Mio mencetak angka 224.190 sedangkan Honda Vario 149.196. Prediksi banyak orang dan media pun meleset, Honda tak bisa meraih mahkota di kelas ini.

Apa yang salah dari penjualan Vario? Spesifikasi jelas menggiurkan, jaminan brand Honda, fasilitas AHASS pun bejibun. Tidak biasanya Honda kalah di satu kelas apalagi mengingat di awal kemunculannyapun promosinya jor-joran.

Salah satu yang menjadi sebab mungkin adalah image skubek itu sendiri…

Mio adalah skubek pertama yang bisa diterima pasar dengan baik, setelah Nouvo kurang menggairahkan dan Kymco tidak serius menggarap pasar. Begitu lakunya Mio dan selama bertahun-tahun melenggang sendrian, benak pasar sudah tercap oleh paradigma bahwa skubek adalah Mio, lainnya cuma niru!

Inilah letak kesalahan Honda. Honda tidak bisa melihat pasar dan kelewat berspekulasi hingga membuat penundaan yang terlalu lama. Publik sudah mencap bahwa Mio is the best lah. Honda pun kehilangan momen, promosi gila-gilaan sudah tidak mempan, berbagai potongan dan bonus tidak bisa membuat Vario jadi yang teratas.

Selain masalah kehilangan momen, Vario juga didera masalah bawaan. Mulai dari anchor pin sampai masalah kabel gas yang seret, membuat skubek Honda ini seakan mejadi produk gagal. Untungnya Honda mengakui hal ini dan melakukan recall.

Masalah edukasi pasar soal teknologi baru juga kurang berhasil. Masih banyak orang yang underestimate soal lampu di bodi. Sebagian besar tidak menyukai sorot lampu yang tidak mengikuti arah setang tapi arah bodi. Teknologi radiator juga dianggap merepotkan dan njelimet. Bodi yang bongsor dianggap tidak lincah dan banyak pengendara khususnya wanita yang mengeluhkan hal ini.

Dilihat dari artikel diatas, sebenarnya siapa yang salah? Bagian pengembangan, bagian promosi, atau malah pasar sendiri?

Bisa dilihat lain kali…

GBU

by Fanderlart

Iklan
  1. greenking
    Juli 15, 2008 pukul 2:42 pm

    punya data statistik pertumbuhannya ga bro?untuk 2007 mio vs vario

  2. Mr congo
    Maret 27, 2011 pukul 5:36 pm

    Mio itu kualitas badak vario kualitas cicak

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: