Beranda > Hasil Pemikiran, Refleksi dan Berpikir > Apalah Arti Sebuah Nama

Apalah Arti Sebuah Nama

“Apalah arti sebuah nama?”

Sepertinya ini sebuah pertanyaan yang keren bila diucapkan, apalagi diucapkan saat momen-momen yang khusus. William Shakespeare-lah yang mempopulerkan pertanyaan ini. Saya pernah membaca salah satu komik yang menjadikan pertanyaan ini sebagai salah satu inti dari permasalahan cerita. Namun entah mengapa siapapun yang menyebutkan kutipan ini pasti membawa efek khusus bagi saya.

Nyatanya memang demikian, “Apalah Arti Sebuah Nama”. Sebuah pernyataan (bukan pertanyaan) yang menggugah hati seperti menanyakan apakah nama itu.

Sebelumnya saya ingin menunjukkan fakta unik mengenai nama:

Bahasa Inggris menggunakan pertanyaan:”What is your name?” bila diartikan secara harafiah: Apa namamu?

Bahasa Indonesia menggunakan pertanyaan:Siapa namamu?

Keduanya menanyakan hal yang sama yaitu nama kita, seperti apakah kita ingin dipanggil?

Saya mendapatkan kesan bahwa Bahasa Indonesia menggunakan nama sebagai bukti keberadaan seseorang di dunia, bahkan bilamana seseorang tidak diketahui namanya, ia akan dipanggil dengan nama buatan Mr. X misalnya. Orang akan tidak eksis bila ia tidak mempunyai nama, sama seperti ia tidak mempunyai wujud dan bisa juga disebut sebagai “manusia yang tidak pernah ada”.

Sedangkan kata “apa” yang digunakan oleh Bahasa Inggris sebagai kata penanya sebuah nama seperti ingin menunjukkan bahwa nama hanyalah sebuah kata, bukan sebuah bukti keberadaan manusia dan sebagainya. Ini hanyalah pikiran saya bukan sebuah propaganda melawan barat dan sebagainya, dan lagipula saya tidak ingin bercerita lebih lanjut, saya bukan orang Inggris.

Tapi dimanapun pastilah nama mempunyai arti, setidaknya ada suatu alasan orangtua memberikan nama tertentu kepada anaknya. Nama di sini adalah sebuah harapan akan masa depan seorang anak. Nama yang menjadi bukti harapan orangtua pada anaknya adalah sebuah bukti cinta kasih, setidaknya bukti bahwa orangtua menginginkan anaknya mendapatkan hidup yang layak dan ideal-menurut orangtua paling tidak.

Tapi nama akan menjadi percuma apabila seseorang tidak menjaga namanya. Menjaga nama berarti bukan sekedar mengetahui dan tidak melupakan arti sebuah nama namun juga berusaha agar nilai-nilai yang terkandung dari sebuah nama bukan hanya label belaka namun sebagai Bukti Keberadaan Kita di Dunia.

GBU

by Fanderlart

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: