Beranda > Informasi, Motor > Komparasi Sport 160cc: FZ-16 (Bison) vs Apache vs Megapro

Komparasi Sport 160cc: FZ-16 (Bison) vs Apache vs Megapro

FZ-16 (atau Bison) masih hangat-hangatnya jadi topik pembicaraan di mana-mana. Mumpung masih hangat yuk kita lihat kemampuannya melawan dua pendekar 160cc yang sudah lenggang kakung di Indonesia: Apache dan Megapro.

FZ-16 (Bison)

Dari luar FZ-16 punya segalanya buat jadi pusat perhatian, tampangnya sangat berotot-kalau diibaratkan lelaki pasti fitnes setiap hari. Penampilannya juga unik, FZ-16 adalah pelopor pengguna midship muffler di Indonesia. Tambahan lagi head lamp benar-benar menyiratkan tampang muscle bike-sesuai dengan trend naked bike di Eropa. Kaki-kaki juga kekar, dengan spec roda belakang 140/60 bisa bikin begidik V-Ixion yang cungkring. Panel informasi sudah pakai digital, lumayan keren dan terlihat simpel (tidak terlihat bentuk dua cangkang bunder ala panel biasa).

Sayangnya segala “keganasan” tampang tersebut harus dibayar dengan teknologi yang konvensional dibandingkan dengan kakaknya. Mesin masih berpendingin udara, masih karburator, rangka juga masih tipe diamond. Rem belakang juga masih “khas” Yamaha yang pelit memberi set cakram belakang.

Soal harga perkiraan ada di bawah V-Ixion yaitu di angka Rp 18-19 juta. Harga segitu wajarlah apalagi dengan harga di bawah V-Ixion sudah bisa dapat motor kekar

Apache

Jujur meskipun sebagai pengguna Apache, sepak terjang motor besutan TVS ini tidak bisa dianggap istimewa-bahkan dibandingkan dengan Pulsar.

Tampang Apache kental dengan aura India terutama batok depannya. Sama seperti Pulsar dan XCD yang setia bebatok lampu, Apache juga setia dengan pakem motor sport di India yang berbatok ria. Bagi sebagian orang headlamp Apache dirasa terlalu besar untungnya bisa dinetralisir oleh air duct (khusus tipe Dual Disc). Dari samping motor ini tidak ada yang menonjol kecuali mungkin terlihat kekar. Lampu belakang sudah ber-LED ria namun sayangnya bentuknya tidak seganas Pulsar.

Soal fitur cukup oke walaupun masih bermesin konvensional. Panel informasi memadukan digital dengan analog, ada takometer analog dengan spedometer digital, jangan lupa Apache juga dilengkapi dengan jam :-D . Ada juga varian dual disc (seperti punya saya) yang dilengkapi cakram belakang, jangan lupa varian standar selain tidak bercakram belakang juga tidak memiliki air duct.

Soal harga untuk standar Rp 17.5 juta dan Rp 18.5 juta untuk dual disc.

Megapro

Ehem sebenarnya membahas Megapro cukup sulit soalnya motor ini bisa dibilang ala kadarnya.

Tampilan Megapro adalah…aman. Tidak ada tarikan garis yang neko-neko di sini semuanya dirancang bersih dan tidak banyak ulah. Tapi jujur saja peralihan bodi beberapa tahun lalu juga tidak mampu menolong Megapro untuk sekekar saudara tuanya-Tiger. Tapi oke walaupun tampilan terkesan bapak-bapak kantoran setidaknya bagi anda yang low profile, Megapro adalah pilihan tepat.

Fitur yang diusung Megapro bisa dibilang tidak istimewa. Panel informasi masih analog, tidak ada cakram belakang, mesin konvensional, minus lampu LED, dsb. Tapi diluar itu semua masih ada jaminan after sales AHM (AHASS ada dimana-mana) dan harga jual kembali yang stabil.

Untuk harga, Honda mematok banderol Rp 19,3 juta untuk SW dan Rp 20,5 juta untuk CW (termahal di kelasnya eh???)

Komparasi performa di atas kertas

Sekarang mari kita lihat tenaga masing-masing. FZ-16 mampu menghasilkan tenaga sampai 14bhp @ 7500rpm. Apache mampu mengungguli dengan 15,2 bhp @ 8500rpm. Sedangkan Megapro ada di posisi buncit dengan tenaga 13,3 bhp @ 8500rpm.

Kalau dilihat Apache memang unggul soal besarnya tenaga, namun FZ juga bisa menyaingi karena tenaga puncak FZ didapat di putaran yang lebih rendah. Apache perlu rpm lebih tinggi karena mesinnya mengusung overbore.

Lalu kita lihat torsi masing-masing. FZ-16 menghasilkan torsi sebesar 13.9Nm @ 6000rpm. Apache berada di bawahnya dengan torsi 13.1Nm @ 600orpm. Sedangkan Megapro lagi-lagi ada di posisi buncit dengan torsi 12.7Nm @ 6000rpm.

Dilihat dari karakter tenaga, torsi, dan putaran mesin FZ lebih cocok bermain di lingkungan perkotaan yang padat karena tenaganya cocok untuk stop and go. Untuk Apache lebih nikmat untuk bermain putaran tinggi di sirkuit atau luar kota. Dan Megapro ehem…performanya memang paling buncit diantara ketiganya.

Tapi itu di atas kertas, kenyataan di lapangan bisa berkata lain…

Oke kesimpulannya untuk perkotaan dan urusan tebar pesona FZ-16 jagonya, buat Apache lebih cocok untuk yang suka turing maupun performa tinggi, sedangkan untuk jiwa low-profile, kemudahan 3S, dan harga jual terjamin bisa memilih Megapro.

Itu dulu dari saya, tapi cara mengkomparasi terbaik memang dengan mencoba satu-satu, silahkan pilih motor berdasarkan kebutuhan dan karakter…

nb: Bro Taufik mengulas performa FZ-16 vs Apache (tes langsung), langsung aja menuju TKP gan:

Adu Performa dan Keiritan BBM . . . Yamaha FZ 16 v.s TVS Apache RTR 160

  1. pulsa
    Agustus 28, 2009 pukul 5:43 pm | #1

    megi-p di suruh kelaut aje om. hehe…

    Panel speedo FZ16 kelihatannya terlalu sederhana ya kyk jambul kecil nongol gt, masih keren punya apache ada tambahan jam digital.
    Tapi bodi lebih keren FZ16, stylenya streetfighter eropa bgt.

  2. Agustus 28, 2009 pukul 5:47 pm | #2

    Saya belum nyobain ketiganya, pernah nyobain jaman GLpro, tiger berani dilawan, mungkin karena bodi GLpro sangat ringan.

  3. Agustus 28, 2009 pukul 9:47 pm | #3

    AHM masih bangga bgt pada megapro.,
    Kok masih ada aja yang beli.,
    Brand minded kali ya..

  4. petromaxx
    Agustus 28, 2009 pukul 10:39 pm | #4

    ApacheRD make lampu FZ….

    kayaknya muantbes dab :oops:

  5. Laksito
    Agustus 29, 2009 pukul 2:22 am | #5

    hWeLeh weleh, requestqu langsung ditanggep, jeh ….
    mbrebes mili awa’qu …. terharu …. :)
    S0bat ( walau masi baru ), apa yg dapat kulakukan ‘tuk membalas budimu? :)
    Ku hanya sanggup panjatkan d0a biar Kebaikan-Nya iringi setiap langkahmu selalu …. :)

    Lheh, k0′ malih o0t?

    Matur sembah Nuwun, Mas Fanderlart ….
    Sugeng enjing ….
    SeLamet berakhir pekan ….

  6. apdri
    Agustus 29, 2009 pukul 6:23 am | #6

    semisal honda hunk & suzuki gs150r masuk ke mari…
    tambah rame nih :)

  7. atlet
    Agustus 29, 2009 pukul 6:48 am | #7

    Menurut saya apache ditailnya lebih mantab drpd pulsar mas. Bebej tvs ok jg lo. Kmrin liat d pmran d mall delta surabaya Tvs neo xi varian tmhl keren banget. Desain,fitur,detail top!Yg ini lebih berisi. Tvs sip dah, ki joko ireng pancen oo..ye! :D

  8. Agustus 29, 2009 pukul 7:33 am | #8

    @petromaxx
    wah kalo saya sih mendingan lampu yang sekarang, India banget gitu loh biar ada ciri khasnya

    @laksito
    hehehehe makasih juga nih ngasih ide di akhir pekan, dan kejar setoran artikel rampung, mau ber-weekend ria dulu hahahaha

    @apdri
    belum ada kabar mas soal keduanya

    @atlet
    hahaha mantep tho???

  9. Agustus 29, 2009 pukul 11:42 am | #9

    Bro main keGRT dong, ada anak2 TAC (Tvs Apache Club)GRT yg sohib dkt kita..
    Klebihan apache menurut temen2 TAC ternyata bs banyak subtitusi spare part Thunder 125 loh. modifan Apache disini oke2 jg. Ada yg ganti headlamp(batoknya) malah lebih gagah dr FZ16 gw liatnya..

    • abang
      Agustus 31, 2009 pukul 1:57 pm | #10

      kok jadi berasa pingin pindah ke Garut yah?

  10. Agustus 29, 2009 pukul 12:38 pm | #11

    @rasheed
    biasa ngumpul dimana nih? nanti kontek-kontekan deh kalo ke Garut…

  11. Agustus 30, 2009 pukul 12:38 am | #12

    boleh bro..kt welcome bgt. Temen2 di TAC kopdar nya tepat di seberang kt tiap mlm minggu. Di jalan A. Yani dpn Bank Mandiri,kira2 50 m dari masjid agung/ alun2 GRT. Coba jg kontak2 di http://pamortvs.wordpress.com

  12. adiet
    Agustus 30, 2009 pukul 6:53 am | #13

    wah nyari blog2nya masbro masbro yg udah pada pengalaman,,,
    wah masbro,,,beneran tu powernya mpe 14 bhp(brake horse power) bukanya itu yg klaim pabrikan?(hp duam)
    kalo bhp mah biasanya udah bekurang 0.5-1 hp masbro,,itu aja di dyno,,
    blond on the stret,bisa mlorot lagi krna panas aspal,cuaca,ama angin,??
    salamm,,,hehee

  13. adiet
    Agustus 30, 2009 pukul 12:15 pm | #14

    diliat2 fz16 tu hampir mirip ma husqvarna str 450?y g bro?

  14. izzuddin
    Agustus 30, 2009 pukul 1:14 pm | #15

    buagus tate ;D

  15. izzuddin
    Agustus 30, 2009 pukul 1:15 pm | #16

    buags bngt :D :o ops;

  16. Agustus 30, 2009 pukul 4:29 pm | #17

    @rasheed
    oke deh kapan-kapan main, lagi pengen main juga ke TMC Jakarta, cuma nunggu STNK dulu bro…

    @adiet
    ya bener itu klaim pabrikan, kalo klaim pabrikan memang besar karena diukur di kruk as, kalau didyno diukur di roda jadi sudah melewati gesekan di mesin
    FZ-16 mirip STR ya…hmm…depannya mirip banget, cuma STR lebih tinggi…taste eropa mungkin atau Yamaha niru???(walahualam)

  17. adiet
    Agustus 30, 2009 pukul 9:06 pm | #18

    ho oh masbro,,kemaren vixi di dyno cuma dapet 13 bhpan?megi brapa yaa???heheee
    mungkin masbro,,,taste india,rasa eropa,lidah indonesia,,hehee
    taruhan ntar klo fazer 250 bener2 launch,,pasti yg pada kagak tau bilang modelnya niru2 tiger revo,,
    padahal fazer udah kluar duluan sejak daku SMA dulu,hehee

  18. adiet
    Agustus 30, 2009 pukul 9:10 pm | #19

    eh salah deng bro,,,yg bener husqvarna str 650 crc supermoto,,heheee,piss

  19. nick69
    Agustus 30, 2009 pukul 10:04 pm | #20

    Megipro spec diatas boleh paling buncit,
    Tp harganya paling unggul bro
    wkwkwkwk buzet dagh simegi ini gaya bgt

  20. Laksito
    Agustus 31, 2009 pukul 2:37 am | #21

    @ Apdri

    Bung Apdri, AHM, mah, sulit diharapkan. Kl0 Ind0mobil, masukin Suzi yg CBU, k0′, ( kl0 ngga salah ingat, ya. Namun terbatas. )

  21. Laksito
    Agustus 31, 2009 pukul 2:51 am | #22

    Yaaah, R0ssi jatuh ….

  22. Laksito
    Agustus 31, 2009 pukul 3:21 am | #23

    Mas Fanderlart, jarene Bung ELSabart0 ndi bloge Kang Taufik Hidayat, FZ 16 nggae BS 26. Podh0, lha’an, kar0 Apache, y0?

  23. Laksito
    Agustus 31, 2009 pukul 3:34 am | #24

    Ng0m0ngng0m0ng, FZ 16 mirip dg Yamaha XJ 6. Terutama lampu utamanya. Yaah , namanya jg ade’nya, ya ….

  24. Agustus 31, 2009 pukul 6:25 am | #25

    @adiet
    Megapro didyno paling dapetnya 10bhp, sekitar segitulah. Hehehe bener STR 650, saya nggoogling-nya STR doang sih…

    @Nick69
    Harga paling unggul…hahaha bisa aja nih

    @Laksito
    (buka buku pedoman) yap bener…Mikuni BS 26. style eropa sekarang trendnya gitu, CB300R mirip juga depannya…

  25. diar
    Agustus 31, 2009 pukul 7:37 am | #26

    blm nyobain yg apache sama bison…..T_T
    megapro sih sudah….biasa aja cuma koplingnya enak ga atos..

  26. Tulus Budi
    Agustus 31, 2009 pukul 8:00 am | #27

    Hmmmmm…. Untuk ngebut pilih Apache, untuk Nampang pilih FZ16, dan untuk dijual kembali yaaa pilih MegaPro…….. hehehehehe…….

  27. Agustus 31, 2009 pukul 8:40 am | #28

    @Tulus Budi
    beli motor buat dijual lagi…duh Indonesia banget ya…

  28. Tulus Budi
    Agustus 31, 2009 pukul 9:47 am | #29

    Yupppp itulah gambaran sebagian besar konsumen indonesia, beli motor tuk dijual kembali, makanya mereka nyari merk-merk yg harga-jual kembalinya masih tinggi dengan alasan investasi…. lagian klo buat invest ngapain beli motor yaa???, mending beli tanah dech…..

  29. Agustus 31, 2009 pukul 11:20 am | #30

    kalo semua masyarakat indo sering browsing sebelum beli motor pasti motor2 yang ada di Indo keren2 fiturnya…megi z pasti sakit gigi tuhhhh ga akan laku…hehehhe..piss ahh

  30. Laksito
    Agustus 31, 2009 pukul 11:46 am | #31

    @ Lering

    Sayangnya, masyarakat qta scr luas belum terbiasa ngenet. Yg d desadesa, terutama. Semoga k depan ongk0s jasa internet semakin menurun ….

  31. abang
    Agustus 31, 2009 pukul 1:55 pm | #32

    Salam dari Apache rider cah Semarang!
    Hmm bener tuh naik Apache kalo stop n go berasa capek.
    Pinginnya buru2 cari jalan kosong dan kaburrr…

  32. sabdho guparman
    Agustus 31, 2009 pukul 3:31 pm | #33

    untung internet belum seperti tv swasta. . .
    kalau udah si megy bisa masuk ugd tuh

  33. Agustus 31, 2009 pukul 5:35 pm | #34

    @Tulus Budi
    Mungkin niatnya kalau dijual nggak beda jauh sama waktu beli. Tapi ada cerita Astrea Prima dijual lebih mahal dari waktu beli (tapi butuh berapa tahun tuh??? hahahaha)

    @Lering
    Tapi kalau kita lihat konsumen sekarang lebih cerdas, internet lebih membumi dibandingkan 7-8 tahun yang lalu

    @Abang
    setuju mas, naluri alamiah kalau bawa Apache hahahaha!!!

    @Sabdho
    wew… kita tunggu aja apakah Hunk bakalan masuk???

  34. andi
    Agustus 31, 2009 pukul 10:42 pm | #35

    mungin sebuah fariasi baru membuat pasarannya naik dengan baik

  35. September 1, 2009 pukul 2:42 am | #36

    weekekeekekek…motor buat invest ?

  36. redbugs
    September 1, 2009 pukul 7:30 am | #37

    om…diatas kertas apache oke yah sama FZ-16, tapi klo spec ban sama pelk FZ-16 disamain sama apache, dapet hasil yg sama gag?. Lihat spec pelk sama roda FZ-16 lebih lebar dari Apache….

  37. yahonsuwakanja
    September 1, 2009 pukul 9:33 am | #38

    Ayo AHM….
    mana reborn Megapro-nya…

    • Satria Bajaj Hitam
      Oktober 15, 2009 pukul 11:45 am | #39

      Tunggu aja, bentar lagi keluar, namanya Gigapro, selanjutnya Terrapro dan model finalnya JIJAYPRO………………

  38. lolon
    September 1, 2009 pukul 11:38 am | #40

    ahm ga ada perubahan saat nya beli yamaha deh

  39. September 1, 2009 pukul 8:22 pm | #41

    @redbugs
    barangkali bisa sama dengan Apache, atau bahkan lebih? Tapi ya… masak bodi dah keker kaki mau digawe cingkrang???

  40. sabdho guparman
    September 1, 2009 pukul 9:55 pm | #42

    secara logis menurut ane semakin lebar tapak ban maka semakin besar gesekannya dan butuh power yang lebih gede pula tuk menggerakkanya .
    contoh simpel neh:
    pernah kebayang gak kenapa roda kereta gak di bikin gambot 20 cm misalnya ( kayak roda truk trailer ) barang kali lokonya cuma ” ngeden” dan gag kuat muter roda .

    jadi salut aku sama FZ 16 yang secara engine lebih kecil tapi berani masang ban tapak lebar. ( standar pabrik neh lho ) yang udah pasti mrpk hasil riset panjang segala aspeknya.

    keep brotherhood,

    salam,

  41. nick69
    September 2, 2009 pukul 9:35 am | #43

    Cbr harga 20jt ditunggu

    *ditunggu aja
    Lol

  42. nick69
    September 2, 2009 pukul 9:44 am | #44

    @sabdo
    Brarti fz msal pakai ban tpak kcil/sempit tmbh kenceng donk
    Kykna perlu dicoba nich.

    Mmm contoh paling gmpang slender..
    Pake ban baja full
    (Glonthang2 nggremet)
    Kekekekek

  43. September 2, 2009 pukul 10:10 am | #45

    @Sabdho & Nick69
    Kasus di motor ane yang lama (Jupie MX) diganti tapak lebar tarikan emang langsung turun, kalau mau FZ pasangin tapak 110/60 aja (tak jamin langsung narik deh…)

  44. adiet
    September 2, 2009 pukul 10:12 am | #46

    @nick:gyahaha,,ban slender,,,
    kok cuma 2 klep y si fz?klo basicnya dibilang sma ma vixi/mx bukane pake 4 klep?ato buat menekan harga?

  45. sabdho guparman
    September 2, 2009 pukul 10:25 am | #47

    @ nick

    contoh ekstreem tuh nick selender iku powere 360 HP tapi berhubung gaya gesek rodanya 2 meter jadi ya alon alon. . .

    kalau aku se lebih aman dengan standar pabrik.
    soale temenku punya megapro di upgrade ban 130 rantenya putus terus akhirnya di balikin ke standar lagi .

    keep brotherhood,

    salam,

    • Satria Bajaj Hitam
      Oktober 15, 2009 pukul 11:52 am | #48

      Ya terang aja putus2 melulu tuh rante, lha motor bapak2 dipasangin ban gambot, pangling jadinya tuh, hehehe…

  46. September 2, 2009 pukul 10:34 am | #49

    @adiet
    basis mesin masih sama, tapi untuk bloknya beda, mirip lah sama BeAT-Vario

    @sabdho
    sama tuh, temen saya punya Megapro diganti bannya, jadinya sering putus rantainya..

  47. sabdho guparman
    September 2, 2009 pukul 11:31 am | #50

    mas fander. . . .
    fz16 ada oil cooler gak ya ?

  48. nick69
    September 2, 2009 pukul 11:47 am | #51

    @pak sabdo
    Ada aja..
    Tggl beli fu kasi jubah fz wkwkwkw

    Wah,mp sampe putus rantai y pke ban gmbot..
    Berarti msh tangguh vixi donk
    Pake ban gambot kuat tuh mpe skrg gada keluan
    :D

  49. sabdho guparman
    September 2, 2009 pukul 1:11 pm | #52

    @nick
    gak ngerti juga seh. . . . bannya kegedean atau rantenya yang kurang bagus,
    vixinya diganti ban ukuran berapa mas?
    memang ban bawaan vixi terlalu kecil sih dan kesannya kurang sangar.

    kalau motorku seh. . . ban standarnya 120 buat belakang dan 90 buat depan. pas lah ora usah di oversize lagi.

    keep brotherhood,

    salam,

  50. September 2, 2009 pukul 3:38 pm | #53

    @Sabdho
    yang di India ga pake oil-cooler bro. Jupie MX-ku dulu ga masalah sih sama rantai…

  51. adiet
    September 3, 2009 pukul 3:55 am | #54

    apache top speednya brapa si masbro?

  52. adiet
    September 3, 2009 pukul 10:12 am | #55

    hohooo begitu,,,emang di indonesia,,,ga ada mesin yang 100% baru,,,

  53. September 3, 2009 pukul 11:12 am | #56

    wah megi pret 2010 bakalan di infus dong…wakakkkkkkkkk……………..

  54. Laksito
    September 3, 2009 pukul 3:14 pm | #57

    @ Adiet

    118 km/j, Bung Adiet. Menurut klaim pabrik.

  55. adiet
    September 3, 2009 pukul 9:25 pm | #58

    tq bro,,,
    tapi mas2 nyang udah pada nyobaend di jalan bisa nyampe brapa?

  56. Laksito
    September 3, 2009 pukul 11:30 pm | #59

    @ Adiet

    Bung Adiet, saya dg Bung Fanderlart, khan, kuda hitam refreshnya baru tiba tengah bulan kemarin. Jd belum pas kalau bicara banyak. Saya sndri odo masi 440 km.
    Uda lihat kisah-kisah ttg Apache d blognya A’ AGun ( Awiguna.wordpress )? Kl0 belum, mampir, gih, Bung Adiet ….
    Pd topik “Kelemahan TVS Apache RTR 160″, banyak cel0teh dari saudarasaudara qta yg uda lebih dulu memilikinya. Ada yg jarak tempuhnya uda 22 ribu km, 16 ribu km, &ll. ….
    & masi banyak lg tulisan lain lengkap dg uneguneg ttg kndaraan bmotor roda 2 asal Indihe ini d situ ….

  57. sabdho guparman
    September 4, 2009 pukul 1:51 pm | #60

    @laksito,

    kelemahan semua motor CBU cuma 1 sebenernya : jaringan 3nya masik kalah ama atpm jepun punya yang notabene udah puluhan tahun berakar di mari.
    secara kualitas overall ( kualitas baja ) indihe punya mungkin menang telak ama jepun punya.
    denger-denger yang masok baja bahan baku untuk rangka dan enginenya ( bajaj dan tvs ) adalah laksmi mital corp ( produsen baja terbesar di dunia dan punya orang indihe juga cmiiw )
    kalau yang jepun punya ( roda 2 dan 4 ) yang produksi sekarang sepertinya kualitasnya tidak seperti produksi tahun 1996 ke belakang ( masih CBU semua cmiiw ) yang hampir 90% komponen lokal.
    memang disini kita tidak menyinggung ” nasionalisme ” kita bicara kualitas dari sisi konsumen secara independen.
    dan seluruh dunia memang mengakui mutu baja laksmi mital corp.

    keep brotherhood,

    salam,

  58. adiet
    September 4, 2009 pukul 6:57 pm | #61

    @bro laksito:tq so much masbro

  59. Shogun’er
    September 5, 2009 pukul 9:08 pm | #62

    @nick 69
    Beneran tuh CBR 20juta? jangan-jangan Double Tromol lagi, trus lampu belakang ala vega ZR dan gak ada velg racing. 125cc Sohc dua klep dari honda aja harganya hampir menyamai 150cc DOHC 4 klep suzuki, gimana CBR yang speknya sama kayak FU dan tenaga diatas FU.

  60. September 6, 2009 pukul 8:25 pm | #63

    @All
    Maaf semua, karena sibuk jadi hari ini baru bisa buka internet….

  61. diar
    September 7, 2009 pukul 7:32 am | #64

    tadi pagi di TB simatupang liat penampakan FZ-16, ikut-ikutan ngerayap didepan pom bensin pertamina, sudah pake plat no. F bulan keluar juli 2009, warna dark grey. Tadinya bingung ni motor apaan ya kok buritannya beda, eh pas liat lampunya baru ngeh kl itu FZ-16. Pikiran pertama kl liat desain wah memang kalah vixion kl soal machonya. overall utk penampilan motor ini memang laki bgt…keliatan keker bgt. Tp kok ban belakangnya ukurannya kayak punya bajaj ya ? sekitar 120/80 gitu ?

  62. adiet
    September 7, 2009 pukul 10:50 am | #65

    @grey: menurut info ban blakangnya 140/xx/17 (gatu persis ukuran presentasi tinggi matriknya,,hohoo,perkiraan ane sih 70,klo 80 kayaknya terlalu ndonat)
    yang depan 100/xx/17
    CMIIW

  63. Riko supriyanto
    September 15, 2009 pukul 3:24 pm | #66

    kalo honda gak revo lusioner ttng techno,tanda2 kejatuhan honda tinggal menunggu waktu aja,salut buat TVS dan YAMAHA,honda jgn cuma cari untung dan bangga dgn brand mindednya..lama2masyarakat lbh pinter dan kedepannya buat yg hitech, dan mengerti kebutuhan konsumen,ciri motor akan dtg adalah,radiator,6speed,4valve,digital speedo meter,double disk brake,monoshock,kenceng dan irit,Futuristic disain.

    • Satria Bajaj Hitam
      Oktober 15, 2009 pukul 12:03 pm | #67

      Harusnya udah sadar dari sekarang, jgn brand minded. Beli motor kok buat investasi, lha wong harganya aja terjun bebas biar baru pake 3 bln. Jgn mikir cuman harga jual kembali doang (emangnye pedagang), yg penting spare-part terjamin, model yg bener2 kita demen sampe kengimpi2, bener2 enak dipake dan lbh penting lagi bisa nunjukin image seperti apa diri kita, ini lho gue – ini style gue. Masih banyak lagi arti sebuah motor bagi kita, gak cuman jadi kaki buat bawa kita ke mana2.

  64. OMG
    September 20, 2009 pukul 7:58 pm | #68

    kalo keluar CBR 150 20 jt gmna nasib megapro ama tiger yah …. konyol bgt dah AHM keluarin CBR harga segitu …:D

  65. K4z4
    Oktober 7, 2009 pukul 1:01 am | #69

    kalo CBR keluar dengan harga 20 jt, itu berarti telah terjadi perubahan revolusioner dari AHM, AHM mulai sadar dan akan menjawab kritikan2 netters tentang produknya dengan performa biasa tapi harga kelewatan tinggi, hanya berharap laku dengan senjata “produk minded” ajah, kita lihat aja tanggal maennya, bener apa tidak harganya segitu. Mungkin sudah saatnya AHM mengeluarkan produk dengan rumus HARGA = PERFORMA.

  66. Oktober 10, 2009 pukul 12:21 am | #70

    Request: Bandingin PULSAR 180 Baru dengan BISON FZ-16,
    udah ngebet nih pengen beli motor baru….

  67. K4z4
    Oktober 13, 2009 pukul 4:55 pm | #71

    Bantuin Miyabi ahhhh….hehehehe
    1. Performansi. Juaranya : Pulsar 180, (Powernya 17,02). Kalo BISON 14 HP. Ya cc nya aja beda jauh.
    2. Irit. Juaranya : Pulsar 180. DTS-i gitu lohhhh….
    3. 3S, Juaranya : BISON. Yamaha Gitu lohhh….
    4. Body, Juaranya : Tergantung selera. Tapi bagusan body nya Miyabi lahhh….hehehe

  68. Oktober 13, 2009 pukul 9:58 pm | #72

    Bisa aza K4z4…
    Emang nih, kayanya dari produk pulsar 180 lebih valueable, selain mesin lebih perform, ban sudah tubeless, setang sistem jepit, Irit, harga lebih murah lagi… NGILER NIH… Tinggal mikirin service-nya aja gimana nanti ?….

  69. albyan
    November 21, 2009 pukul 4:49 am | #73

    buruan dech,gue beli tuh bison,buat kurban idul adha.

  70. albyan
    November 21, 2009 pukul 4:54 am | #74

    he..he..peace!!benar gue pemerhati otomotif 2whell,klo ada info ttg motor baru,tolong infonya buat semua.