Beranda > Informasi, Marketing, Motor > Advetorial di Media-Media Cetak Motor

Advetorial di Media-Media Cetak Motor

Sadarkah anda bahwa belakangan ini anda sering menemui artikel-artikel aneh dalam media-media cetak motor, katakanlah Motor Plus, Otomotif, dan sebangsanya? Aneh ini dalam artian memiliki layout, font, dan detil-detil lain yang berbeda dengan artikel lainnya dalam majalah tersebut. Artikel-artikel tersebut tidak jarang menyita setengah halaman dan bahkan terkadang satu halaman penuh. Menariknya bila sudut atas halaman tersebut diperhatikan, anda akan menemukan sebuah kata:”advetorial”.

Jreeengg, tak lain dan tak bukan, itu adalah artikel iklan” yang dibuat oleh suatu instansi khusus biasanya produsen suatu produk untuk memasarkan produknya. Memang bila kita membaca artikel-artikel semacam ini, kita jarang akan menemukan nada-nada yang berbau persuasif, tapi bila kita membaca lebih lanjut, jelas hanya satu fokus yang dibahas, ya produk yang diklankan tentunya.

Kenapa tidak berbau persuasif seperti iklan pada umumnya? Ini hanya dugaan saya, tapi kira-kira begini. Bila advetorial menggunakan kata-kata yang cenderung persuasif, misi terselubung dibalik artikel ini akan terungkap jelas, dan ada kemungkinan orang akan segera menutup artikel tersebut.

Karena bentuknya artikel maka wajar saja bila isinya terkadang agak berat untuk ukuran iklan. Biasanya advetorial dipakai dengan sasaran pembaca yang lebih terpelajar. Maka dari itu kita akan jarang menemui advetorial di koran-koran “mesum”. Sudah jelas bukan?

Keunggulan dari artikel semacam ini? Well, terkadang yang namanya ilan visual tidak bisa memaparkan dengan detil apa yang menjadi pesan dari iklan tersebut. Misalkan saja visi-misi perusahaan. Tidak mungkin menggambarnya di kolom 10x10cm. Nah bila dituliskan akan lebih jelas.

Nah, bila kita melihat lebih lanjut, apa makna dibalik ini semua? Jelas, yang namanya media massa khususnya cetak saat ini dianggap memiliki peran yang vital dalam soal mendidik masyarakat. Sehingga para produsen mendompleng media demi “mendidik” pasar. Jelas bukan?

Namun terkadang kita menemui isu bahwa suatu media tidak menggunakan kekuatannya dalam mendidik masyarakat dengan benar. Alih-alih memberikan berita yang bergizi, malah menghidangkan artikel yang dibumbui oleh propaganda dan terkadang suap dari para produsen yang dijadikan bahan artikel. Nah kalau begitu apa jadinya masyarakat kita saat ini?

Semoga saja yang namanya media massa di Indonesia tidak sekedar jadi pelangkap derita yang berkepanjangan. Memang seharusnya mereka bisa menggerakan massa sehingga derita Indonesia segera berakhir.

About these ads
  1. xxl123
    Agustus 24, 2008 pukul 6:47 am | #1

    pertamakkk..maksude opo kang???hehehehehe ra medeng Eeee

  2. Agustus 24, 2008 pukul 5:11 pm | #2

    Begini…
    advetorial itu iklan yang berbentuk artikel
    memiliki kelebihan khusus dibandingkan iklan biasa (lihat di atas)
    nah kalau para produsen sudah memercayakan media untuk “mendidik” pasar lewat advetorial, bagaimana dengan medianya sendiri???
    apakah malah menjadi pihak yang memberikan informasi yang tidak jelas dan kredibel???

    tentunya saya tidak menuduh media mana yang berbuat demikian, silahkan anda menilai sendiri dari artikel-artikel yang mereka sajikan…

  3. Agustus 26, 2008 pukul 10:16 am | #3

    ya sama kyk tv, pd punya advertorial. ya gpp seh slama ga nipu, namanya juga promosi. klo mslah medianya seh, ya kyk iklan2 juga, asal jelas labelnya, minimal ada tulisan advertorial, jadi tidak dikira berita dr medianya.

  4. dan
    Agustus 27, 2008 pukul 3:47 am | #4

    selama hanya menonjolkan produk sendiri sih sah sah aja.
    kalau menjelek jelekkan produk orang lain gw bilang ngga punya etika. gak bakal gw beli produknya.
    jijai jablai dah…

  5. MX135LC
    September 13, 2008 pukul 2:18 pm | #5

    Laagh baru tau toh mas…?? Udah keliatan kok kalo alur ceritanya positif terus dan menyanjung. Trus klo ada komparasi, merek laen disamarkan namanya (X,Y,Z). Trus yg paling kentara ya porsi halamannya lumayan gede. Trakhir ada tulisan ADV ato klo di atas, ADVERTORIAL… tp yg mencurigakan, kayanya yg nulis yg jadi penulis tetap di koran itu juga… namanya pasti ga dicantumin…

  6. September 13, 2008 pukul 2:53 pm | #6

    @^
    Sudah tahu kok mas, hanya saja fakta seperti ini memang menarik buat saya

  7. Ocre
    Desember 21, 2008 pukul 5:44 pm | #7

    kang kenapa gak sekalian tulis contoh naskah iklan advetorialnya kayak gmn??supaya tau gitu….hehehhe

  8. Desember 21, 2008 pukul 9:16 pm | #8

    @fanderlart
    yup..akur sama MX135LC.penulisnya ya dari media yang sama..
    bisa ditilik dari gaya bahasa dan majasnya.cenderung hiperbola malah agak metafora,halah..

  9. andrew
    Juni 12, 2009 pukul 2:57 pm | #9

    bisa minta contoh ga tentang advetorial…?

    buat tugas kuliah nih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: