Arsip

Arsip untuk Februari, 2008

Malam Budaya De Britto

Februari 24, 2008 fanderlart 1 comment
Malam yang benar-benar keren.

Ini bukan pentas seni, entah mengapa istilah pentas seni yang begitu menjamur telah menghapus makna aslinya. Pentas seni kini lebih menonjolkan sisi bintang tamunya, daripada kreativitas dari sekolah itu sendiri, malah lebih mirip konser-konser sejenis. Maka dari itu saya pikir penggunaan nama “Malam Budaya” kali ini lebih tepat.

Malam Budaya De Britto tidak menonjolkan bintang tamunya saja (meskipun d’cinnamons sebagai headliner memang menarik massa yang hebat) namun menunjukkan kreativitas dari De Britto dan sekolah-sekolah lain. Beberapa perwakilan sekolah yang datang dari Stero, Stece, SMA 3, Kolese Loyola, dll. Ada juga band-band dari alumni de Britto yang datang. Sedang dari De Britto sendiri ada lima finalis dari lomba band De Britto.

Lima finalis band tersebut adalah Unseen, Strangers from Venus, Wake up Tomorrow, Kabel, dan My Soul. Unseen dan Strangers from Venus membawakan lagu-lagu yang bernuansa rock dengan beat yang mengundang massa, namun sayang penampilan keduanya pada sore hari dimana masih banyak pengunjung yang belum datang. Begitu juga dengan Wake up Tomorrow, dengan lagu-lagu bernuansa reggae yang bisa mengajak orang-orang bergoyang memiliki kans yang lumayan bagus, hanya saja kendala waktu tampil yang terlalu awal kurang bisa mengajak massa untuk berjoget mengikuti irama mereka.

Kabel dan My Soul tampil dengan nuansa skillful. Kabel mengaransemen ulang lagu Padi yang berjudul Sang Penghibur dengan nuansa rock eksperimental dengan solo bass yang memukau berhasil menarik minat penonton. My Soul yang juga lima besar lomba Jingle Dare Indomie mendapat animo yang bagus terutama dengan permainan solo bass dari Bram dan permainan gitar Edo yang skillful, ditambah dengan Edo sempat menuruh kembang api di headstock gitarnya. Jeritan kagum para penonton menyambut. Read more…

Kisah Cerpenis Part 2

Februari 16, 2008 fanderlart 3 komentar
Teras, Cerpenis, dan Cerpen Tembus Pandangnya

Perkenalkan, nama saya Bambang Susanto, 23 tahun, aku memang sudah lulus kuliah setahun yang lalu, namun aku masih menganggur. Entah mengapa rasanya malas selalu menghinggapi diriku bila ingin melakukan sesuatu, kecuali untuk hal-hal tertentu. Ah, untung aku segera memperkenalkan diriku, biasanya aku malas untuk memperkenalkan diri, kepada tamu, kepada orang di telepon, dan bahkan kepada pimpinan perusahaan tempat aku melamar kerja untuk pertama dan terakhir kalinya.

Kalau aku bilang aku sedang malas, mungkin ini adalah saat dimana rasa malasku memuncak. Yah, duduk-duduk di teras rumah sewaktu sore hari, ditemani teh tawar panas dan singkong rebus (aku suka singkong rebus dan tak pernah lupa untuk membuatnya sebelum aku duduk-duduk di teras). Bila semuanya sudah disiapkan aku tinggal duduk di kursi di samping kiri meja dan mulai membaca atau mendengarkan musik lewat mp3 player.
Teras rumah ini memang teras rumah lama, rumah ini sudah berdiri sebelum bapak dan ibuku menikah, mereka membelinya dari seorang kolektor perangko yangsudah renta. Beberapa kali rumah ini direnovasi, tetapi entah mengapa renovasi tak pernah menyentuh teras ini. Segalanya masih sama seperti dahulu, kecuali meja dan kursi baru yang menggantikan bangku panjang yang sudah lapuk.
Banyak hal yang bisa diceritakan soal teras ini, banyak hal yang menarik yang bisa aku ceritakan. Tapi berhubung aku sedang santai, lebih baik nanti saja ya….Waduh aku menenggol cangkir teh sampai tumpah isinya. Wah mungkin saja ini sebuah pertanda buruk…ya sudah aku ceritakan salah satu kisah. Tetapi nanti ya, setelah aku membereskan tumpahan teh ini. Read more…

Categories: Cerpen, Hiburan Tag:

Valentine Day…Sejauh Mana Kau Cinta?

Februari 14, 2008 fanderlart Tinggalkan komentar

“Ini bukan hari Valentine, ini hari dimana coklat, bunga, dan warna pink lebih eksis”

Apa yang anda kenal dari hari kasih Valentine? Di hari kasih sayang ini setiap orang memberikan ucapan “Selamat Valentine!” sambil terkadang berharap mendapatkan cokelat dari orang yang kita beri salam. Apa lagi? Cokelat yang lebih banyak beredar di kerabat, teman, dan kekasih tentunya. Lalu? Khusus untuk kekasih bisa diberikan seikat bunga yang disertai kartu ucapan yang romantis. Dan semuanya itu digabungkan dengan warna pink yang bertebaran di selebaran, pusat pertokoan, dll.

Tidak salah memang, tidak salah. Tidak salah karena memang begitu keadaannya dewasa ini. Valentine day identik dengan semua itu. Entah orang-orang yang ribut karena tidak dapat cokelat, gadis-gadis yang tersenyum karena mendapat seikat bunga dari pacarnya, promo-promo valentine dari toko-toko, semuanya meriah. Tapi pernahkah anda memikirkan sesuatu tentang hari kasih sayang dengan lebih mendalam? Read more…

Refleksi Live In (hari 2 dan 3)

Februari 11, 2008 fanderlart Tinggalkan komentar

Sebelumnya saya minta maaf karena saya harus menggabungkan kedua pengalaman di hari yang berbeda, hal ini saya maksudkan karena kedua hari tersebut memiliki inti yang hampir sama. Maka dari itu saya memutuskan untuk menggabungkannya.

Pada hari ini ada hal yang sangat penting, saya mengalami keadaan yang sangat tidak mengenakkan. Pada pagi hari saya membantu bapak pergi ke ladang yang letaknya jauh untuk mengambil pakan sapi. Sampai di rumah saya langsung mandi, sebuah tindakan yang bodoh karena saya masih dalam keadaan yang berkeringat dan panas. Saya tertidur dan saat terbangun saya merasa demam dan minta obat. Read more…

Refleksi Live In (hari 1)

Februari 5, 2008 fanderlart Tinggalkan komentar

Dari yang saya lihat, apa yang begitu jauh dari kota, bertembat di pelosok gunung kapur benar-benar menyentuh hati. listrik memang sudah masuk, ada sumur yang dialirkan ke bak-bak warga, jalan sidah agak bagus meski tak beraspal, namun itu semua belum cukup (bagi say)untuk dakatakan hidup berkecukupan.

Read more…