Feed on
Tulisan
Komentar

Yap pada tanggal 5 Juli 2008 saya akan mengunjungi Pekan Raya Jakarta (PRJ/Jakarta Fair). Berkaitan dengan itu maka saya juga akan membagi-bagikan informasi berkaitan dengan stand-stand yang ada di sana, terutama yang berkaitan dengan motor. Tulisan mengenai PRJ akan dibagi-bagi menurut stand, dan bagi stand-stand yang kecil akan ditulis dalam sebuah artikel tersendiri.

Yap berhubung Jakarta Fair sering digunakan untuk meluncurkan produk-produk baru maka saya juga akan menyelipkan informasi tentang produk-produk baru di PRJ. Dan khususnya untuk yang masih penasaran akan New Mio akan diberikan artikel khusus mengenai produk baru Yamaha ini.

Nah jadi saya akan bersiap-siap menggendong tas berisi brosur dan bersama “rekan kerja” yang tak lain adalah adik saya yang akan mengambil foto-foto eksklusif hanya untuk anda…

selamat menanti :-)

Baru-baru ini saya memasang link-link iklan yang dipasang di Motorjual.com yang diletakkan di siderbar bagian paling bawah. Saya memasang 10 iklan teratas, bilamana tertarik silahkan klik langsung dan anda akan masuk ke informasi selengkapnya.

Jikalau anda ingin masuk langsung ke situs Motorjual silahkan masuk ke:

www.motorjual.com

Apa yang sama dari Yamaha V-Ixion, Mio Soul, Honda CS-1, BeAT, Suzuki Satria FU, Skywave, Thunder 125,Kawasaki Athlete, Ninja 250R, Bajaj Pulsar dan XCD? Sama-sama motor? Benar, namun tidak menjawab pertanyaan dengan baik. Bila anda jeli memerhatikan kaki-kainya, anda akan menemukan kesamaan bahwa pabrikannya hanya memberikan satu pilihan pelek yaitu pelek CW (casting wheel-pelek palang).

Tidak aneh memang jika kita jeli melihat trend saat ini. Bisa dilihat dari contoh yang agak jelas, Honda Vario yang dimana  menurut pengamatan, unit berpelek standar justru lebih jarang ketimbang versi pelek racing. Padahal untuk menebus satu Vario versi CW, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam (lebih mahal 1 juta daripada versi SW-standard wheel).

Yap dengan trend seperti itu beberapa produk pabrikan yang dianggap cocok menggunakan pelek palang hanya diproduksi versi CW-nya. Sederhananya kalau satu versi cukup, buat apa buat banyak-banyak. Dengan menambah flagship dengan versi SW, berarti kapasitas produksi pelek standar harus ditambah, bila tidak bisa dicukupi, runyam. Ingat kasus Honda Vario, dimana pabrikan tidak bisa memenuhi permintaan akan Vario CW sehingga konsumen harus rela menebus versi SW (meskipun dengan pilihan warna dan striping yang sama dengan versi CW). Itu di pelek palang, kalau pelek standarnya yang kehabisan? tambah rumit urusannya.

Beberapa produk juga tidak pantas untuk ditempeli pelek standar. Apa anda rela tampang keren Ninja 250R dirusak oleh ruji-ruji pelek standar (tidak nyambung ya toh)? Secara, motor sport berfairing dengan pelek standar sudah hilang sejak zaman NSR standar dan RGR menghilang. Lanjut Baca »

Gambar-gambar diambil dari Bro Komeng.

Yap, mari kita sambut Yamaha New Mio 2008 yang sebentar lagi akan diluncurkan di Indonesia. Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya yang sebelumnya. Perihal bahwa pihak Yamaha Motor Indonesia (YMI) akan mengeluarkan New Mio sebagai lawan tanding yang seimbang dengan Honda BeAT bisa dibaca di sana.

Masih tentang Mio, tampang Mio sekarang dirasa terlalu lawas dan kurang segar dibandingkan dengan lawan barunya ini. Alhasil mau tidak mau pihak Yamaha harus menggelontorkan Mio bertampang anyar demi memuaskan calon konsumennya. Facelift? Iya, dan bukan hal yang terlarang bukan. Toh pada dasarnya penyegaran tampang (catat:tampang) itu perlu demi menghindari rasa bosan. Jadi bagi anda-anda yang masih merasa yang namanya facelift itu haram, tidak kreatif, dll cobalah untuk berpikir ulang :-D Lanjut Baca »

Akhirnya Honda BeAT sudah diluncurkan. Lama-lama inden semakin membengkak, peminatnyapun bertambah apalagi ini musim kenaikan kelas dimana banyak orangtua yang menghadiahkan setidaknya sebuah motor matic bagi anaknya yang naik kelas :-D . Nah sudah jelas dan pasti ada pihak yang diuntungkan (tentu saja AHM dan fans-fansnya) dan ada yang dirugikan (kompetitor dan para penggemarnya). Nah Yamaha Mio sebagai kompetitor terdekat dan paling berbahaya tentu merasa terancam. Bagaimana ini Mio?

Ternyata setelah 4 tahun wira-wiri di jalanan sebagai raja penjualan motor matik, Yamaha Mio mulai dirasa “kurang” bagi sebagian orang. Secara model yang selama 4 tahun ini tidak mengalami perubahan berarti selain penggantian striping dan penambahan opsi pelek palang pada Mio Sporty. Tak bisa disangkal sebagian para calon konsumen merasa bosan akan tampilan yang itu-itu saja. Lanjut Baca »

Ya, tidak seperti yang dikatakan kebanyakan orang (termasuk saya) yang menduga XCD diposisikan head to head dengan Suzuki Thunder 125. Presiden Direktur PT Bajaj Auto Indonesia (BAI), K.S. Grihapathy mengungkapkan bahwa XCD ditujukan untuk meraih konsumen bebek 100-110cc, begitulah yang tertulis di MotorPlus No.468/IX. berikut ini adalah kutipan lengkapnya, “Kami tidak akan mengambil pasar sport 125 yang sudah ada. Sasaran kami adalah calon pembeli bebek di kelas 100cc dan 110cc. Sebab ada tawaran yang lebih menarik yang kami berikan dibanding kelas bebek itu.”

Hmm, apakah stetement presiden direktur BAI adalah ngeles karena pesimis produknya tidak akan berkutik di bawah kekuasaan Thunder 125? Mungkin iya, mungkin tidak, kita tidak tahu. Tapi yang jelas pernyataan sudah dikeluarkan dan kita di sini mencoba menganalisis apakah benar XCD pantas digunakan untuk merebut hati penggemar bebek? Lanjut Baca »

Masih jam dua siang saat Rudi mengendarai motornya di salah satu jalan raya di Jogja. Ah setelah berhenti di lampu merah dan tancap gas ia melihat seusatu yang menarik perhatiannya. Sebuah papan iklan berukuran cukup jumbo yang terpampang di pinggir jalan. Byar, konsentrasi ke jalan pecah dan tak usah menunggu lama ia menabrak mobil yang mengerem di depannya. Untunglah saat itu kecepatannya tidak tinggi, ia hanya mengalami luka lecet di tangan dan kaki, serta setang bengkok.

Itu adalah salah satu dari sekian banyak skenario untuk mengalami kecelakaan di jalan. Dan kali ini yang disebabkan oleh hilangnya konsentrasi pengendara akibat papan iklan di pinggir jalan. Saya tidak menemukan data statistik untuk kecelakaan dengan penyebab yang satu ini. Tapi… menurut pengalaman beberapa teman yang hampir mengalami kecelakaan akibat meleng di jalan karena membaca (atau sekedar melihat) papan iklan, bukan mungkin anda juga mengalaminya.

Yah, tidak dapat dipungkiri lagi yang namanya iklan selalu ada di sekitar kita. Saat menonton acara tv, saat mendengarkan siaran radio, saat berjalan-jalan di sore hari, dan saat berkendara di jalanan. Betapa peran iklan memang penting dan beberapa kali perannya di penjualan motor disinggung di blojg ini. Yah kita tidak dapat menyelahkan siapa-siapa akan iklan-iklan yang terkadang menyebalkan ini, termasuk saat merampok perhatian kita saat berkendara. Lanjut Baca »

Iklan Pre-Launch

Masih ingat, Yamaha Jupiter sebelum diluncurkan secara resmi sudah ada iklannya? Yap, iklan dengan nuansa tekno itu menampilkan bagian-bagian dari Jupiter MX. Namun tentu saja tidak semua bagian ditampilkan. Saat itu beberapa orang sempat penasaran dengan produk baru Yamaha itu dan tidak terkecuali saya. Beberapa tahun berselang saat Honda CS1 mulai kelihatan batang hidungnya. Iklan yang menampilkan sekilas bodi CS1 secara gencar ditayangkan. Tak lama berselang, Honda BeAT juga mendapat perlakuan sama.

Yap, seakan menjadi strategi baru, khususnya bagi Honda dan Yamaha, iklan pre-launch menjadi andalan utama sebelum hari H pelucuran. Biasanya ada kesamaan di antara iklan-iklan semacam ini. Produk yang ditampilkan hanya sekilas dan hanya beberapa saat, biasanya durasi iklan juga sebentar.

Tujuan utama? Tentu saja memerkenalkan produk baru mereka ke konsumen. Dan imbas langsungnya adalah membawa rasa penasaran pada diri konsumen. Konsumen akan berusaha mencari tahu produk apa ini. Lanjut Baca »

Tidak sedikit yang kurang puas akan Bajaj XCD yang baru saja diluncurkan oleh Bajaj Indonesia. Soal mengapa, bisa dibaca di sini. Lantas, apakah Bajaj XCD adalah satu-satunya alternatif dari Bajaj untuk motor sport murah di Indonesia? Ternyata tidak, Bajaj masih memiliki sport 125cc lainnya, dan kali ini poin minus di XCD dapat diperbaiki, mari kita sambut Bajaj XCD 125 Sprint.

Kali ini XCD tampil dengan embel-embel “Sprint”. Yap, ini motor terbilang baru. Sprint baru saja diluncurkan di India Auto Expo Januari lalu, masih terbilang gres. Dan marilah kita bedah motor ini.

Mesin yang digunakan masih sebasis dengan XCD “non-Sprint”. Dilihat dari blok mesinnya yang sebelas-duabelas dengan XCD, sepertinya pihak Bajaj menempatkan Sprint sebagai premium grade dari XCD. Mungkin seperti Honda Vario dengan BeAT, meskipun keduanya dibedakan oleh ada-tidaknya fitur radiator.

Oh ya, Sprint sudah dilengkapi dengan teknologi 4-katup per silinder. Tidak jelas apakah menggunakan DOHC atau masih SOHC. Tenaga yang dihasilkan adalah 12.5ps pada 9000rpm. Sedangkan torsinya sebesar 10.3nm diperoleh pada 6500rpm. Transmisinya masih manual 4-percepatan seperti XCD. Menurut informasi yang saya peroleh, Bajaj tidak menempatkan Sprint sebagai motor yang “ngejar irit” meskipun sektor tersebut masih mendapat perhatian. Tenaga yang dihasilkan juga lebih besar sedikit dibandingkan dengan XCD, meski dengan konsekuensi torsi yang lebih kecil. Lanjut Baca »

OK, biar fair tulisan ini saya tulis sebagai lanjutan dari tulisan saya yang ini. Dan di sana saya menulis soal ketiadaan fitur rem cakram depan. saya menilai Bajaj kurang jeli dalam melihat kebiasaan dan selera masyarakat Indonesia, terutama soal keberadaan rem cakram depan.Tapi untunglah Bajaj masih memiliki senjata yang sekiranya dapat menutupi kelalaian Bajaj. Mari kita lebih lanjut meninjau strategi Bajaj dalam memasarkan XCD.

Bajaj memasarkan XCD dengan banderol Rp 13,5, lebih murah daripada pesaing terdekatnya, Suzuki Thunder 125 yang dihargai Rp 14,3 juta. Hmm, terlepas dari minusnya fitur rem cakram depan, jelas XCD memiliki keunggulan di sektor harga. Bagi mereka yang tidak melihat fitur dalam membeli motor, melainkan hanya terpaku pada murah-tidaknya suatu produk, XCD memiliki keunggulan dibandingkan dengan Thunder. Yap, poin pertama bagi XCD untuk mengalahkan pesaingnya. Lanjut Baca »